Dinkes Banjar Siaga Penyakit Pasca Banjir, Stok Obat dan Layanan Dipastikan Aman

Bagikan

Banjartv.com, BANJAR – Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar memastikan kesiapsiagaan penuh dalam penanganan kesehatan pasca banjir yang melanda sejumlah wilayah. Senin (19/1/2026). Meski status tanggap darurat banjir telah dicabut pada 18 Januari 2026, Dinkes Banjar tetap mengantisipasi munculnya berbagai penyakit yang kerap terjadi setelah banjir.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Dr. H. NoorIpansyah , mengatakan pihaknya sejak awal kejadian banjir telah menerapkan tata laksana penanganan sesuai prosedur dan standar operasional (SOP) yang berlaku.

“Pasca banjir ini, tentu kami dari Dinas Kesehatan akan melibatkan seluruh unsur kesehatan, mulai dari Puskesmas, UPTD, Gudang Farmasi, hingga Labkesda. Semua siap siaga terhadap potensi penyakit pasca banjir,” ujarnya.

Menurutnya, sejumlah penyakit yang berpotensi muncul antara lain leptospirosis, penyakit kulit, diare, dan demam tifoid, yang umumnya disebabkan oleh kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya bersih setelah terendam banjir.

“Kita tidak menyalahkan masyarakat, karena memang kondisi lingkungan akibat banjir yang menjadi faktor utama. Untuk itu, obat-obatan sudah kami siapkan, termasuk salep penyakit kulit dan obat-obatan lainnya,” jelas Dr. Ipan.

Ia menegaskan bahwa stok obat-obatan dalam kondisi memadai, berkaca pada pengalaman banjir di tahun sebelumnya. Dinas Kesehatan juga membuka layanan kesehatan secara optimal untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan kasus penyakit.

Dari sisi sarana kesehatan, Dr. Ipan mengungkapkan bahwa beberapa fasilitas kesehatan turut terdampak banjir, seperti Puskesmas Martapura Barat dan Martapura Timur, serta puluhan fasilitas kesehatan tingkat desa.

“Tercatat sekitar 34 fasilitas kesehatan berupa Pustu, Polindes, dan Poskesdes yang terendam, ada yang sampai dua hingga tiga minggu. Dampaknya rata-rata kerusakan ringan seperti bangunan menjadi lapuk,” ungkapnya.

Namun demikian, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan berat. Untuk Puskesmas Martapura Barat, layanan telah dipindahkan sementara ke bangunan relokasi yang berada di wilayah lebih tinggi dan aman dari banjir.

Baca Juga  Bupati HSS Tegaskan Komitmen Dukung Program Prioritas Nasional di Rakornas 2026

“Bangunan relokasi sebenarnya sudah serah terima, hanya tinggal menunggu peresmian. Tapi demi pelayanan masyarakat, sudah bisa dimanfaatkan,” tambahnya.

Di sisi lain, Dr. Ipan juga menyampaikan bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar baru saja meraih penghargaan peringkat tiga terbaik dalam penanganan laporan Layanan Pengaduan Publik (e-Lapor).

“Alhamdulillah, Dinas Kesehatan meraih penghargaan terbaik tiga dalam penanggulangan laporan e-Lapor. Biasanya dalam waktu kurang dari 1×24 jam, kami berusaha menanggapi setiap laporan, baik terkait pelayanan, kesehatan, maupun penyakit,” pungkasnya.

Dengan kesiapan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar berharap tidak terjadi lonjakan penyakit pasca banjir dan masyarakat dapat segera kembali beraktivitas dengan aman dan sehat.

*(Dhani/Banjartv)