BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
BPBD Banjar Salurkan 400 Ribu Liter Air Bersih, Imbau Warga Cegah Karhutla dan Hemat Air • BPBD Banjar Aktifkan Tiga Posko Siaga Karhutla dan Kekeringan, Distribusikan 400 Ribu Liter Air Bersih • DPRD dan Pemkab HSS Sepakati Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 • Bunda PAUD HSS Pastikan MPLS Berjalan Ceria dan Ramah Anak di TK Negeri 1 Kandangan • Cegah Kesepian dan Demensia, Sekolah Lansia Alam Aisyiyah Banua Anyar Resmi Buka Angkatan V • Wabup HSS Minta Rehabilitasi SDN Tumbukan Banyu Dipercepat, Siswa Masih Belajar Bergantian • Samosir Siap Tindaklanjuti Masalah Infrastruktur hingga Anak Putus Sekolah • Tanam Padi Bersama Kementan, HSS Percepat Modernisasi Pertanian dan Penguatan Ketahanan Pangan • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Puluhan Siswa SMP 33 Banjarmasin Diduga Keracunan MBG dilarikan ke Puskesmas

Puluhan Siswa SMP 33 Banjarmasin Diduga Keracunan MBG dilarikan ke Puskesmas

📅 22 Oct 2025 ✍️ banjartv 🕐 22 Oct 2025
Bagikan

BANJARTV.COM, BANJARMASIN – Puluhan siswa SMP Negeri 33 Banjarmasin dilarikan ke Puskesmas Basirih Baru setelah diduga mengalami keracunan Makanan Bergizi (MBG), Selasa (21/10/2025).

Situasi panik sempat terjadi di lingkungan sekolah. Orang tua berbondong-bondong datang setelah mengetahui anaknya mengalami gejala serupa. Petugas puskesmas bersama pihak sekolah bergerak cepat mengevakuasi para siswa untuk diberikan penanganan medis dan observasi awal.

Dari data sementara, sebanyak 40 siswa mengalami gejala keracunan. Mereka sebelumnya menerima jatah MBG pada Senin (20/10) dengan menu ayam asam manis, sayur oseng wortel-jagung, dan buah anggur. Salah satu siswa Muhammad bahroyni mengaku tidak merasakan gejala apapun usai makan siang di sekolah, namun pada dini hari mulai merasakan sakit perut dan pusing hingga akhirnya dibawa ke puskesmas.

Hal serupa dirasakan Fatimah, tengah malam itu mulai terasa mual, diare, dan badan jadi lemas. 

Kasus dugaan keracunan tersebut mendapat perhatian serius dari Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, yang turun langsung memantau kondisi siswa di Puskesmas Basirih Baru. Yamin memastikan seluruh siswa mendapatkan penanganan terbaik dan menekankan agar proses investigasi dilakukan secara menyeluruh.

Menurutnya, dari total 3.500 paket MBG yang disalurkan oleh SPPG, hanya 40 siswa yang mengalami gejala serupa.

Meski demikian, Yamin masih berharap kasus ini tidak disebabkan oleh MBG, mengingat siswa juga bisa saja mengonsumsi makanan lain setelah pulang sekolah.

“Kita tetap menunggu hasil laboratorium. Jangan langsung menyimpulkan penyebabnya dari MBG sebelum ada bukti ilmiah,” ujar Yamin. 

Sementara itu, sampel makanan MBG yang dikonsumsi para siswa sudah diserahkan ke laboratorium dan pihak kepolisian, untuk dilakukan uji laboratorium. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Ramadhan, mengatakan hasil uji laboratorium diperkirakan keluar dalam waktu sekitar satu minggu.

Baca Juga  Meninjau Pasar Wadai, Gubernur dan Wagub Berbaur Bersama Masyarakat di Titik 0 Kilometer Siring Banjarmasin

“Kami sudah serahkan sampel makanan ke laboratorium untuk diperiksa. Hasilnya nanti jadi dasar untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya,” jelas Ramadhan.

Setelah mendapat perawatan dari dua dokter di Puskesmas Basirih Baru, kondisi sebagian siswa kini berangsur membaik dan sudah diperbolehkan kembali ke sekolah. Sementara pembagian paket MBG untuk hari ini dihentikan sementarasambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

*(Kko/Banjartv)

Bagikan: WhatsApp Facebook