BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Eksekutif Jawab Pandangan Fraksi DPRD HSS, Ranperda Pilkades Masuk Tahap Penyempurnaan • Wabup HSS Tekankan Evaluasi Dispera KPLH-P Harus Berdampak pada Pelayanan dan PAD • Tujuh Fraksi DPRD HSS Sampaikan Pandangan, APBD 2027 Dihadapkan pada Tekanan Fiskal • LPTQ HSS Perkuat Pembinaan Generasi Qur’ani melalui Rakerda 2026 • Jaring Bibit Atlet Masa Depan, 310 Pelajar se-HSS Bertarung di Kejuaraan Atletik Bupati Cup 2026 • HKG PKK ke-54 HSS, Bupati: PKK Harus Bersentuhan Langsung dengan Masyarakat • Jelang Hari Jadi ke-76 HSS, Amandit Bird Club Gelar Latpres Pra Bupati Cup ke-12 • Wabup HSS Tutup Rakor Pengendalian Penyakit, Puskesmas Berprestasi Raih Penghargaan • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
SDN Akar Bagantung Terendam Banjir Selama Sebulan, Kegiatan Belajar Terganggu

SDN Akar Bagantung Terendam Banjir Selama Sebulan, Kegiatan Belajar Terganggu

📅 20 Jan 2026 ✍️ banjartv 🕐 20 Jan 2026
Bagikan

Banjartv.com, Banjar – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Akar Bagantung yang berlokasi di Jalan Perbatasan Desa Akar Baru RT 003, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, hingga kini masih terendam banjir. Kondisi tersebut telah berlangsung selama kurang lebih satu bulan dan berdampak serius terhadap kegiatan belajar mengajar.

Pada hari pertama masuk sekolah, Selasa Pagi. (20/1/2026), genangan air masih terlihat di halaman sekolah. Akibatnya, proses pembelajaran belum dapat berjalan normal. Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Sekolah SDN Akar Bagantung, Mulyadi, mengatakan bahwa aktivitas belajar terpaksa dibatasi karena sebagian ruang kelas masih tergenang air.

“Pembelajaran kita masih belum normal karena air masih cukup banyak. Lapangan dan area seberang sekolah juga masih berair. Saat ini kelas yang bisa digunakan hanya tiga ruang,” ujar Mulyadi saat diwawancarai.

Ia menjelaskan, ruang kelas yang masih dapat digunakan hanya untuk siswa kelas 4, 5, dan 6. Sementara itu, kelas 1, 2, dan 3 belum dapat difungsikan karena kondisi bangunan yang masih terendam.

“Kelas yang dipakai sementara ini kelas besar, yaitu kelas 4, 5, dan 6. Ke depannya kemungkinan pembelajaran akan dilaksanakan secara bergantian,” tambahnya.

Selain keterbatasan ruang kelas, kondisi banjir juga memengaruhi perlengkapan siswa. Banyak siswa terpaksa mengenakan sandal ke sekolah karena akses jalan dan halaman sekolah masih tergenang air.

“Kami menyesuaikan dengan kondisi. Kalau pakai sepatu, kasihan sepatunya cepat rusak. Pakai sandal lebih fleksibel untuk aktivitas mereka,” jelas Mulyadi.

Selama masa banjir, pihak sekolah sebelumnya menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Namun, menurut Mulyadi, efektivitas PJJ tidak maksimal karena kondisi lingkungan tempat tinggal siswa juga terdampak banjir.

“Pembelajaran jarak jauh tidak bisa seperti normal. Rumah anak-anak juga terendam, jadi pembelajaran tidak bisa maksimal. Kalau dinilai, tidak sampai 100 persen,” ungkapnya.

Baca Juga  Wujud Syukur HUT RI ke-81, DPD Thoriqoh Shiddiqiyyah Lamandau Serahkan Rumah Layak Huni Ketiga

Mulyadi berharap agar banjir segera surut sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal dan siswa dapat belajar dengan optimal.

“Harapan kami semoga air cepat reda, supaya kegiatan sekolah bisa kembali seperti biasa dan anak-anak bisa belajar dengan maksimal,” pungkasnya.

*(Dhani/Banjartv)

Bagikan: WhatsApp Facebook