BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
KKN Internasional ULM Bangun Pojok Baca dan Papan Informasi di Kawasan FELDA Malaysia • Penyegaran Birokrasi, Pemkab HSS Rotasi Sejumlah Pejabat Strategis • Tim Takraw Putri HSS Tampil Perkasa di POPDA Kalsel, Tim Putra Melaju ke Semifinal • Takraw HSS Tampil Gemilang di POPDA Kalsel, HSS-A dan HSS-B Juara Pool • Sekda HSS Hadiri Sidang GTRA Penetapan Redistribusi Tanah 2026 • 30 Hari Bangun Desa, TMMD ke-128 di HSS Resmi Berakhir • TMMD ke-128 di HSS Rampung 100 Persen, Bangun Jalan hingga Rehab RTLH • GOW HSS Tingkatkan Literasi Kebencanaan Organisasi Wanita untuk Perkuat Ketahanan Keluarga • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
SDN Akar Bagantung Terendam Banjir Selama Sebulan, Kegiatan Belajar Terganggu

SDN Akar Bagantung Terendam Banjir Selama Sebulan, Kegiatan Belajar Terganggu

📅 20 Jan 2026 ✍️ banjartv 🕐 20 Jan 2026
Bagikan

Banjartv.com, Banjar – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Akar Bagantung yang berlokasi di Jalan Perbatasan Desa Akar Baru RT 003, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, hingga kini masih terendam banjir. Kondisi tersebut telah berlangsung selama kurang lebih satu bulan dan berdampak serius terhadap kegiatan belajar mengajar.

Pada hari pertama masuk sekolah, Selasa Pagi. (20/1/2026), genangan air masih terlihat di halaman sekolah. Akibatnya, proses pembelajaran belum dapat berjalan normal. Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Sekolah SDN Akar Bagantung, Mulyadi, mengatakan bahwa aktivitas belajar terpaksa dibatasi karena sebagian ruang kelas masih tergenang air.

“Pembelajaran kita masih belum normal karena air masih cukup banyak. Lapangan dan area seberang sekolah juga masih berair. Saat ini kelas yang bisa digunakan hanya tiga ruang,” ujar Mulyadi saat diwawancarai.

Ia menjelaskan, ruang kelas yang masih dapat digunakan hanya untuk siswa kelas 4, 5, dan 6. Sementara itu, kelas 1, 2, dan 3 belum dapat difungsikan karena kondisi bangunan yang masih terendam.

“Kelas yang dipakai sementara ini kelas besar, yaitu kelas 4, 5, dan 6. Ke depannya kemungkinan pembelajaran akan dilaksanakan secara bergantian,” tambahnya.

Selain keterbatasan ruang kelas, kondisi banjir juga memengaruhi perlengkapan siswa. Banyak siswa terpaksa mengenakan sandal ke sekolah karena akses jalan dan halaman sekolah masih tergenang air.

“Kami menyesuaikan dengan kondisi. Kalau pakai sepatu, kasihan sepatunya cepat rusak. Pakai sandal lebih fleksibel untuk aktivitas mereka,” jelas Mulyadi.

Selama masa banjir, pihak sekolah sebelumnya menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Namun, menurut Mulyadi, efektivitas PJJ tidak maksimal karena kondisi lingkungan tempat tinggal siswa juga terdampak banjir.

“Pembelajaran jarak jauh tidak bisa seperti normal. Rumah anak-anak juga terendam, jadi pembelajaran tidak bisa maksimal. Kalau dinilai, tidak sampai 100 persen,” ungkapnya.

Baca Juga  Wabup HSS Buka Gema Al-Qur’an ke-29, 110 Santri Semarakkan Ramadan 1447 H

Mulyadi berharap agar banjir segera surut sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal dan siswa dapat belajar dengan optimal.

“Harapan kami semoga air cepat reda, supaya kegiatan sekolah bisa kembali seperti biasa dan anak-anak bisa belajar dengan maksimal,” pungkasnya.

*(Dhani/Banjartv)

Bagikan: WhatsApp Facebook