BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
BPBD Banjar Salurkan 400 Ribu Liter Air Bersih, Imbau Warga Cegah Karhutla dan Hemat Air • BPBD Banjar Aktifkan Tiga Posko Siaga Karhutla dan Kekeringan, Distribusikan 400 Ribu Liter Air Bersih • DPRD dan Pemkab HSS Sepakati Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 • Bunda PAUD HSS Pastikan MPLS Berjalan Ceria dan Ramah Anak di TK Negeri 1 Kandangan • Cegah Kesepian dan Demensia, Sekolah Lansia Alam Aisyiyah Banua Anyar Resmi Buka Angkatan V • Wabup HSS Minta Rehabilitasi SDN Tumbukan Banyu Dipercepat, Siswa Masih Belajar Bergantian • Samosir Siap Tindaklanjuti Masalah Infrastruktur hingga Anak Putus Sekolah • Tanam Padi Bersama Kementan, HSS Percepat Modernisasi Pertanian dan Penguatan Ketahanan Pangan • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Bupati Banjar Tinjau Banjir di Astambul, Dua Desa Terdampak Paling Parah

Bupati Banjar Tinjau Banjir di Astambul, Dua Desa Terdampak Paling Parah

📅 02 Jan 2026 ✍️ banjartv 🕐 02 Jan 2026
Bagikan

Banjartv.com, BANJAR – Bupati Banjar, H. Saidi Mansyur, meninjau langsung sejumlah desa terdampak banjir di Kecamatan Astambul. Dari sekitar 22 desa yang terdampak, Desa Pasar Jati dan Jati Baru menjadi wilayah dengan dampak paling luas akibat tingginya genangan air.

Dalam kunjungannya, Bupati Banjar menyerahkan bantuan secara langsung kepada warga di Desa Pasar Jati. Sementara untuk Desa Jati Baru, bantuan diserahkan secara estafet melalui aparat setempat karena kondisi wilayah yang saling berdekatan dan masih tergenang.

“Dua desa ini merupakan yang paling besar terdampak, meskipun pada dasarnya seluruh desa di Astambul terkena dampak banjir,” ujar H. Saidi Mansyur.

Ia menyebutkan, di wilayah Astambul Seberang kondisi air mulai berangsur surut dengan ketinggian genangan berkisar 20 hingga 30 sentimeter.
Faktor cuaca cerah pada hari peninjauan diharapkan dapat mempercepat surutnya air.

Bupati Banjar juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di wilayah yang rawan genangan.

Menurutnya, banjir yang terjadi merupakan siklus tahunan akibat curah hujan tinggi, yang pada tahun ini terjadi dua kali, yakni pada Januari dan Desember.

“Tahun ini curah hujan memang cukup tinggi. Kami berharap hujan tidak turun lagi dan masyarakat tetap waspada,” katanya.

Menanggapi permintaan warga terkait kebutuhan air bersih untuk memasak, pemerintah daerah berkomitmen untuk berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk PDAM, guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Jika diperlukan, distribusi air bersih akan dilakukan.

Terkait potensi banjir susulan di wilayah hilir seperti Mungguraya, Bupati menjelaskan bahwa kenaikan air memang bervariasi dari hulu ke hilir. Desa Mungguraya diperkirakan menjadi salah satu wilayah dengan genangan terlama.

Pemerintah Kabupaten Banjar telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir. Bupati memerintahkan BPBD dan Dinas Sosial untuk memaksimalkan penyaluran logistik, serta membuka dapur umum di sejumlah titik yang membutuhkan.

Baca Juga  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan gelar sidang pemeringkatan cagar budaya

Untuk penanganan pasca banjir, Dinas Pekerjaan Umum juga diminta melakukan pendataan terhadap dampak banjir, termasuk kerusakan lahan pertanian dan infrastruktur.

“Bencana banjir ini tidak hanya terjadi di 6 sampai 7 kecamatan, tetapi mencapai 16 kecamatan dengan tingkat genangan yang berbeda-beda,” jelasnya.

Melalui koordinasi lintas sektor bersama TNI, Polri, camat, dan kepala desa, Pemerintah Kabupaten Banjar berkomitmen memberikan perlindungan sosial, menjaga keamanan, serta memastikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak banjir.

*(Dhani/Banjartv)

Bagikan: WhatsApp Facebook