BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Berbekal Rp50 Ribu dan Air Mineral, Warga Kuin Gowes Seorang Diri ke Haulan Guru Kapuh • Target Lima Besar, Kafilah Banjarbaru Siap Berlaga di Batola MTQN Kalsel ke-37 • Mencetak Lulusan Berdaya Saing Tinggi, Fakultas Ekonomi UNISKA Yudisium Mahasiswa Semester Ganjil 2025/2026 • Jelang Haul ke-5 Abah Guru Kapuh, Panitia Matangkan Pengamanan Lewat Tactical Wall Game • Deteksi Dini Jadi Fokus, Pemkab HSS Gelar Rapat Pencegahan Kanker Leher Rahim dan Payudara • HSS Perkuat Inovasi Daerah, Bupati Syafrudin Noor Buka Coaching Clinic Menuju IGA 2026 • Jelang Haul Ke-5 Abah Guru Kapuh, Polres HSS Matangkan Pengamanan dan Pelayanan Jemaah • Jelang Haul Abah Guru Kapuh, Pemkab HSS Salurkan 2.350 Porsi Konsumsi • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Bupati Banjar Tinjau Banjir di Astambul, Dua Desa Terdampak Paling Parah

Bupati Banjar Tinjau Banjir di Astambul, Dua Desa Terdampak Paling Parah

📅 02 Jan 2026 ✍️ banjartv 🕐 02 Jan 2026
Bagikan

Banjartv.com, BANJAR – Bupati Banjar, H. Saidi Mansyur, meninjau langsung sejumlah desa terdampak banjir di Kecamatan Astambul. Dari sekitar 22 desa yang terdampak, Desa Pasar Jati dan Jati Baru menjadi wilayah dengan dampak paling luas akibat tingginya genangan air.

Dalam kunjungannya, Bupati Banjar menyerahkan bantuan secara langsung kepada warga di Desa Pasar Jati. Sementara untuk Desa Jati Baru, bantuan diserahkan secara estafet melalui aparat setempat karena kondisi wilayah yang saling berdekatan dan masih tergenang.

“Dua desa ini merupakan yang paling besar terdampak, meskipun pada dasarnya seluruh desa di Astambul terkena dampak banjir,” ujar H. Saidi Mansyur.

Ia menyebutkan, di wilayah Astambul Seberang kondisi air mulai berangsur surut dengan ketinggian genangan berkisar 20 hingga 30 sentimeter.
Faktor cuaca cerah pada hari peninjauan diharapkan dapat mempercepat surutnya air.

Bupati Banjar juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di wilayah yang rawan genangan.

Menurutnya, banjir yang terjadi merupakan siklus tahunan akibat curah hujan tinggi, yang pada tahun ini terjadi dua kali, yakni pada Januari dan Desember.

“Tahun ini curah hujan memang cukup tinggi. Kami berharap hujan tidak turun lagi dan masyarakat tetap waspada,” katanya.

Menanggapi permintaan warga terkait kebutuhan air bersih untuk memasak, pemerintah daerah berkomitmen untuk berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk PDAM, guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Jika diperlukan, distribusi air bersih akan dilakukan.

Terkait potensi banjir susulan di wilayah hilir seperti Mungguraya, Bupati menjelaskan bahwa kenaikan air memang bervariasi dari hulu ke hilir. Desa Mungguraya diperkirakan menjadi salah satu wilayah dengan genangan terlama.

Pemerintah Kabupaten Banjar telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir. Bupati memerintahkan BPBD dan Dinas Sosial untuk memaksimalkan penyaluran logistik, serta membuka dapur umum di sejumlah titik yang membutuhkan.

Baca Juga  UNISKA Muhammad Arsyad Al Banjari gelar halal bihalal 1446 hijriah, Profesor Abdul Malik Pamit Di Akhir Masa Jabatan.

Untuk penanganan pasca banjir, Dinas Pekerjaan Umum juga diminta melakukan pendataan terhadap dampak banjir, termasuk kerusakan lahan pertanian dan infrastruktur.

“Bencana banjir ini tidak hanya terjadi di 6 sampai 7 kecamatan, tetapi mencapai 16 kecamatan dengan tingkat genangan yang berbeda-beda,” jelasnya.

Melalui koordinasi lintas sektor bersama TNI, Polri, camat, dan kepala desa, Pemerintah Kabupaten Banjar berkomitmen memberikan perlindungan sosial, menjaga keamanan, serta memastikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak banjir.

*(Dhani/Banjartv)

Bagikan: WhatsApp Facebook