Banjartv.com, BANJAR — Bencana banjir masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (PUSDALOPS) BPBD Kabupaten Banjar hingga Sabtu sore (17/1/2026) pukul 16.00 WITA, genangan air tercatat terjadi di 8 kecamatan dengan total 97 desa dan kelurahan terdampak.
Wilayah yang mengalami genangan air meliputi Kecamatan Astambul, Sungai Tabuk, Martapura Timur, Martapura Barat, Cintapuri Darussalam, Martapura, Kertak Hanyar, serta Gambut. Kecamatan Astambul menjadi wilayah dengan desa terdampak terbanyak, yakni 22 desa, disusul Sungai Tabuk dengan 21 desa, dan Martapura Timur sebanyak 20 desa.

Sementara itu, BPBD melaporkan sejumlah kecamatan berada dalam kondisi nihil genangan atau relatif aman, di antaranya Aluh-Aluh, Beruntung Baru, Tatah Makmur, Simpang Empat, Mataraman, Sambung Makmur, Paramasan, Telaga Bauntung, Sungai Pinang, Pengaron, Aranio, Karang Intan, dan Sumber.
Hampir 120 Ribu Jiwa Terdampak
Dampak banjir terhadap masyarakat tergolong signifikan. Data PUSDALOPS mencatat sebanyak 119.956 jiwa dari 41.158 kepala keluarga (KK) terdampak langsung oleh banjir.
Kelompok rentan turut menjadi perhatian, dengan rincian 408 ibu hamil, 785 bayi, 2.722 balita, 6.848 anak-anak, 6.028 lansia, serta 460 penyandang disabilitas yang berada di wilayah terdampak.
Selain berdampak pada Rumah penduduk, banjir juga mengakibatkan kerusakan dan gangguan pada berbagai fasilitas umum. Sebanyak 33.836 unit rumah terdampak, dengan 7.457 unit di antaranya terendam.
Fasilitas umum yang terdampak meliputi 231 unit fasilitas pendidikan, 218 tempat ibadah, 53 perkantoran, 160 fasilitas umum, 51 fasilitas kesehatan, serta 55 unit jembatan. Tak hanya itu, banjir juga menggenangi lahan pertanian seluas 5.382 hektare yang terdiri dari kebun dan sawah warga.
BPBD Kabupaten Banjar juga mencatat sebanyak 717 jiwa terpaksa mengungsi ke sejumlah titik pengungsian. Lokasi pengungsian tersebar di berbagai kecamatan, di antaranya Eks Gedung Puskesmas Martapura 2, Desa Sungai Tabuk Keramat, Abumbun Jaya, Gudang Tengah, Aula Kecamatan Martapura Barat, serta beberapa desa di Kecamatan Martapura, Martapura Timur, Astambul, dan Cintapuri Darussalam.
Selain menempati pos pengungsian resmi, sebagian warga memilih mengungsi ke rumah keluarga, rumah dengan posisi lebih tinggi, mushalla atau masjid, serta rumah kontrakan atau sewaan yang tidak terdampak banjir.
Imbauan dan Layanan Darurat
BPBD Kabupaten Banjar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air, terutama di wilayah bantaran sungai. Masyarakat juga diminta segera melapor apabila terjadi kondisi darurat.
Untuk bantuan dan pengaduan, warga dapat menghubungi layanan darurat 112 atau memanfaatkan platform LAPOR! sebagai sarana pelaporan resmi.
*(Dhani/Banjartv)










