BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
BPBD Banjar Salurkan 400 Ribu Liter Air Bersih, Imbau Warga Cegah Karhutla dan Hemat Air • BPBD Banjar Aktifkan Tiga Posko Siaga Karhutla dan Kekeringan, Distribusikan 400 Ribu Liter Air Bersih • DPRD dan Pemkab HSS Sepakati Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 • Bunda PAUD HSS Pastikan MPLS Berjalan Ceria dan Ramah Anak di TK Negeri 1 Kandangan • Cegah Kesepian dan Demensia, Sekolah Lansia Alam Aisyiyah Banua Anyar Resmi Buka Angkatan V • Wabup HSS Minta Rehabilitasi SDN Tumbukan Banyu Dipercepat, Siswa Masih Belajar Bergantian • Samosir Siap Tindaklanjuti Masalah Infrastruktur hingga Anak Putus Sekolah • Tanam Padi Bersama Kementan, HSS Percepat Modernisasi Pertanian dan Penguatan Ketahanan Pangan • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
PT Palmina Utama Siap Kolaborasi Tangani Banjir di Cintapuri Darussalam

PT Palmina Utama Siap Kolaborasi Tangani Banjir di Cintapuri Darussalam

📅 24 Jan 2026 ✍️ banjartv 🕐 24 Jan 2026
Bagikan

Banjartv.com, BANJAR – PT Palmina Utama menyatakan komitmennya untuk terlibat dalam penanganan banjir yang melanda sembilan desa di Kecamatan Cintapuri Darussalam. Hal tersebut disampaikan Vice Direktur PT Palmina Utama, Rahmat Ade Hidayatullah, usai mengikuti rapat bersama Sekretaris Daerah (Sekda) dan dinas-dinas terkait, yang membahas solusi penanganan banjir, menyusul Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Banjar sebelumnya.

Ditemui usai Rapat Koordinasi di ruang kerja Sekda Banjar, Jumat Pagi, (23/1/2026). Rahmat menjelaskan, dalam rapat membahas sejumlah solusi, baik jangka pendek maupun jangka menengah. Untuk jangka pendek, PT Palmina Utama akan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir.

“Insya Allah dalam waktu dekat ini kami akan memberikan bantuan kepada korban banjir di sembilan desa di Kecamatan Cintapuri Darussalam. Bantuan berupa sembako, karena dari informasi yang kami terima, warga kesulitan akses keluar untuk mencari bahan makanan,” ujarnya.

Penyaluran bantuan direncanakan dimulai pada awal pekan depan dan dilakukan secara bertahap. Targetnya, seluruh bantuan dapat tersalurkan ke sembilan desa dalam waktu sekitar satu minggu.

Sementara itu, untuk solusi jangka menengah, rapat membahas rencana normalisasi sungai, pembersihan alur sungai, serta kemungkinan pembangunan tanggul di sejumlah titik. Dinas Pekerjaan Umum (PU) bersama dinas terkait akan melakukan kajian teknis untuk menentukan sungai mana yang perlu dinormalisasi agar aliran air di daerah tersebut lebih cepat surut.

“Ini tentu perlu koordinasi dengan berbagai pihak, karena masing-masing sungai memiliki kewenangan yang berbeda. Semua pihak terkait harus duduk bersama untuk merencanakan pekerjaan ini,” jelas Rahmat.

Terkait pendanaan, Rahmat menegaskan PT Palmina Utama siap berkolaborasi, namun tidak semua beban anggaran dapat dibebankan kepada perusahaan.

Baca Juga  Safari Ramadan Pemkab HSS di Padang Batung, Bupati Tekankan Makna Kebersamaan

“Kami komitmen dan siap berkolaborasi. Namun perlu dipahami, kami berada di daerah hilir, sementara sungai yang digunakan memiliki banyak kepentingan dan pihak. Yang terpenting, kami mendorong agar solusi ini bisa segera terealisasi,” katanya.

Ia berharap, dengan adanya langkah-langkah tersebut, kondisi banjir ke depan tidak lagi separah tahun ini, bahkan dapat teratasi.

Dalam rapat tersebut juga disepakati bahwa akan dibentuk tim untuk melakukan analisis lapangan. Tim ini akan mengkaji volume pekerjaan, kebutuhan anggaran, serta tahapan pelaksanaan. Hasil kajian tersebut selanjutnya akan dibahas bersama untuk menentukan skema kerja sama antar pihak terkait.

Selain isu banjir, Rahmat juga menyinggung terkait dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) PT Palmina Utama yang sempat dibahas di DPRD. Ia menegaskan bahwa sistem pengelolaan air, termasuk Water Management System (WMS), telah tercantum dalam dokumen Amdal.

“WMS sudah dijelaskan di Amdal. Untuk kebun yang berada di kawasan rawa, sistem ini sangat penting agar kebun bisa berhasil. Sungai-sungai yang kami gunakan juga sudah tercantum dalam dokumen Amdal,” jelasnya.

Ia menambahkan, Amdal PT Palmina Utama diterbitkan di tingkat provinsi karena wilayah operasional perusahaan berada di dua kabupaten, yakni Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala. Amdal awal disusun di tingkat kabupaten, namun dilakukan adendum pada 2016 menyusul perubahan tata batas wilayah.

Terkait tindak lanjut rapat, Rahmat memastikan pembahasan tidak akan berhenti sampai di sini. Pemerintah daerah, melalui Sekda, akan melakukan monitoring terhadap langkah-langkah yang telah direncanakan.

“Pastinya akan ada rapat lanjutan. Akan dimonitor tahapan-tahapannya, mungkin dibuat semacam laporan progres. Kalau ada panggilan rapat koordinasi lagi, kami siap hadir,” pungkasnya.

*(Dhani/Banjartv.com)

Bagikan: WhatsApp Facebook