BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Bupati HSS Ajukan KUA-PPAS APBD 2027, Fokus Perkuat Pangan Lokal dan Industri Kreatif • Bupati HSS Hadiri Resepsi Pernikahan Bripda Ilham dan Fahrian Azizah • Bupati HSS Lepas Kontingen FORKI ke Kejuaraan Karate Shukaido Borneo II Se-Kalimantan • Wabup HSS Hadiri Saprah Amal, Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Langgar Miftahul Khair • Pemkab HSS Perkuat Perlindungan Pekerja Rentan Lewat Program Perjaka HSS Semangat • Wabup HSS dan Danyonif TP 829 Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan Daerah • Wabup HSS Tegaskan Optimalisasi PAD dari Pajak Hotel di Loksado • Dinsos P3AP2KB Banjar Ungkap Kasus Remaja 14 Tahun Terpapar Radikalisme Tingkat Tinggi, Kini Jalani Pendampingan Intensif • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Banjir di Desa Pasar Jati Mulai Surut, Ratusan Rumah Masih Terendam Selama Enam Hari

Banjir di Desa Pasar Jati Mulai Surut, Ratusan Rumah Masih Terendam Selama Enam Hari

📅 02 Jan 2026 ✍️ banjartv 🕐 02 Jan 2026
Bagikan

Banjartv.com, BANJAR – Banjir yang melanda Desa Pasar Jati, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, mulai menunjukkan tanda-tanda surut. Meski demikian, penurunan debit air masih berlangsung lambat dan ratusan rumah warga masih terdampak hingga hari keenam.

Pembakal Desa Pasar Jati, Quzwini, mengatakan bahwa sebelumnya ketinggian air berada pada kisaran 40 hingga 70 sentimeter. Saat ini kondisi air mulai menurun, namun belum signifikan.

“Alhamdulillah hari ini air sudah ada penurunan, cuma memang turunnya masih agak lama,” ujarnya saat mendampingi kunjungan Bupati Banjar.

Meski banjir masih menggenangi permukiman, sebagian besar warga memilih bertahan di rumah masing-masing. Hanya sebagian kecil yang mengungsi sementara ke rumah keluarga.

“Warga Alhamdulillah masih bertahan, sebagian ada yang mengungsi, tapi ke rumah keluarga,” jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, warga mengemukakan kendala utama di lapangan berupa akses jalan yang terputus akibat banjir, khususnya di wilayah RT 7, yang merupakan perbatasan antara Desa Pasar Jati dan Desa Jati Baru.

Selain akses jalan, warga juga menyampaikan kebutuhan akan air bersih. Pemerintah desa berupaya memenuhi kebutuhan tersebut dengan memaksimalkan unit tangki air yang tersedia serta berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Kita sediakan semampunya. Biasanya BPBD Kabupaten Banjar juga membantu penyediaan air bersih,” kata Quzwini.

Untuk kebutuhan pangan, ketersediaan makanan masih terjaga. Hal ini terbantu dengan adanya kegiatan haul yang menyediakan konsumsi di rest area, sehingga warga terdampak masih dapat mengakses makanan.

Berdasarkan data pemerintah desa, banjir berdampak pada sekitar 760 rumah dan 790 kepala keluarga, yang tersebar di RT 1 hingga RT 8. Sementara wilayah di seberang sungai dilaporkan aman dari genangan.

“Mayoritas warga kami tinggal di bantaran Sungai Batakura, sehingga wilayah ini memang rawan terdampak,” pungkasnya.

Baca Juga  Meriahkan Hari Kartini, Anak TK di HSS Tampil Memukau dalam Peragaan Busana di Museum Rakyat

*(Dhani/Banjartv)

Bagikan: WhatsApp Facebook