BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Bupati HSS Ajukan KUA-PPAS APBD 2027, Fokus Perkuat Pangan Lokal dan Industri Kreatif • Bupati HSS Hadiri Resepsi Pernikahan Bripda Ilham dan Fahrian Azizah • Bupati HSS Lepas Kontingen FORKI ke Kejuaraan Karate Shukaido Borneo II Se-Kalimantan • Wabup HSS Hadiri Saprah Amal, Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Langgar Miftahul Khair • Pemkab HSS Perkuat Perlindungan Pekerja Rentan Lewat Program Perjaka HSS Semangat • Wabup HSS dan Danyonif TP 829 Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan Daerah • Wabup HSS Tegaskan Optimalisasi PAD dari Pajak Hotel di Loksado • Dinsos P3AP2KB Banjar Ungkap Kasus Remaja 14 Tahun Terpapar Radikalisme Tingkat Tinggi, Kini Jalani Pendampingan Intensif • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Program S1 Resmi Hadir di Lapas Narkotika Karang Intan, Pertama di Kalimantan

Program S1 Resmi Hadir di Lapas Narkotika Karang Intan, Pertama di Kalimantan

📅 27 Feb 2026 ✍️ banjartv 🕐 27 Feb 2026
Bagikan

Banjartv.com, BANJAR – Sejarah baru tercipta di Kalimantan. Untuk pertama kalinya, program pendidikan Strata Satu (S1) resmi hadir di dalam lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Karang Intan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Universitas PGRI Kalimantan, Kamis (26/02/2026).

Program ini menjadi tonggak penting dalam dunia pendidikan dan pemasyarakatan karena untuk pertama kalinya pendidikan tinggi formal diselenggarakan langsung di dalam Lembaga Pemasyarakatan di wilayah Kalimantan. Melalui kerja sama tersebut, Warga Binaan kini memiliki akses menempuh pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan proses pembinaan yang sedang dijalani.

Penandatanganan kerja sama berlangsung khidmat dan penuh semangat kolaborasi. Langkah ini menjadi wujud komitmen kedua institusi dalam mendukung transformasi pemasyarakatan yang berorientasi pada pendidikan, pemberdayaan, serta persiapan masa depan yang lebih baik bagi Warga Binaan.

Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, mengatakan program tersebut merupakan bentuk keseriusan pihaknya dalam memenuhi hak pendidikan bagi Warga Binaan.

“Program ini bukan sekadar menghadirkan perkuliahan di dalam Lapas, tetapi membuka harapan baru. Kami ingin Warga Binaan memiliki bekal akademik yang kuat sehingga ketika kembali ke masyarakat, mereka siap bersaing dan memberi kontribusi positif,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu instrumen efektif dalam membangun pola pikir yang lebih maju dan produktif, sekaligus memperkuat proses reintegrasi sosial.

Sementara itu, Rektor Universitas PGRI Kalimantan, Dr. Alimuddin A Djawad, M.Hum, menegaskan kerja sama tersebut merupakan momentum bersejarah bagi dunia pendidikan di Kalimantan.

“Ini adalah kegiatan bersejarah karena belum pernah ada perkuliahan yang masuk langsung ke dalam Lembaga Pemasyarakatan di Kalimantan. Kami bangga menjadi universitas pertama yang menghadirkan pendidikan tinggi di dalam Lapas,” tegasnya.

Baca Juga  Kemudahan Akses Ujian Online di UT Banjarmasin

Ia menambahkan, pendidikan merupakan hak setiap warga negara tanpa terkecuali. Kehadiran program S1 ini diharapkan dapat membantu mengikis stigma terhadap mantan Warga Binaan melalui peningkatan kualitas dan kompetensi yang mereka miliki.

Adapun pelaksanaan perkuliahan akan
disesuaikan dengan kondisi Lapas, baik dari sisi teknis pembelajaran, jadwal, maupun sistem pengawasan akademik. Kurikulum tetap mengacu pada standar pendidikan tinggi nasional guna menjamin mutu lulusan.

*(Rilis / ysf / INFO_PAS) -(ARD/Banjartv.com)

Bagikan: WhatsApp Facebook