BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Eksekutif Jawab Pandangan Fraksi DPRD HSS, Ranperda Pilkades Masuk Tahap Penyempurnaan • Wabup HSS Tekankan Evaluasi Dispera KPLH-P Harus Berdampak pada Pelayanan dan PAD • Tujuh Fraksi DPRD HSS Sampaikan Pandangan, APBD 2027 Dihadapkan pada Tekanan Fiskal • LPTQ HSS Perkuat Pembinaan Generasi Qur’ani melalui Rakerda 2026 • Jaring Bibit Atlet Masa Depan, 310 Pelajar se-HSS Bertarung di Kejuaraan Atletik Bupati Cup 2026 • HKG PKK ke-54 HSS, Bupati: PKK Harus Bersentuhan Langsung dengan Masyarakat • Jelang Hari Jadi ke-76 HSS, Amandit Bird Club Gelar Latpres Pra Bupati Cup ke-12 • Wabup HSS Tutup Rakor Pengendalian Penyakit, Puskesmas Berprestasi Raih Penghargaan • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Enam Kepala Daerah Sepakati Program Terpadu Pengendalian Banjir Banua Enam

Enam Kepala Daerah Sepakati Program Terpadu Pengendalian Banjir Banua Enam

📅 12 Feb 2026 ✍️ banjartv 🕐 12 Feb 2026
Bagikan

Banjartv.com, Amuntai – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama enam pemerintah kabupaten di kawasan Banua Enam menyepakati langkah terpadu pengendalian banjir yang selama ini kerap melanda wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito. Kesepakatan itu ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Rencana Pengendalian Banjir Kawasan Banua Enam yang dipimpin Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, Rabu (11/2), di Aula KH Dr. Idham Khalid, Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Rakor tersebut dihadiri Bupati Hulu Sungai Selatan H. Syafrudin Noor, jajaran kepala daerah se-Banua Enam, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Enam kabupaten yang terlibat meliputi Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan, dan Tabalong.

Gubernur Muhidin menegaskan, penanganan banjir tidak dapat dilakukan secara parsial oleh masing-masing daerah, melainkan harus berbasis kolaborasi lintas wilayah sesuai karakteristik hidrologi sungai.

“Penanganan banjir ini tidak bisa sendiri-sendiri. Kita harus melihatnya sebagai satu sistem dalam wilayah sungai. Karena itu, kolaborasi provinsi dan kabupaten menjadi kunci,” ujar Muhidin dalam arahannya.

Ia mengingatkan agar rapat koordinasi tersebut tidak berhenti pada tataran wacana. Pemerintah daerah, kata dia, harus segera menindaklanjuti dengan langkah konkret.

“Jangan sampai ini hanya seremonial. Harus ada aksi nyata. Kita akan anggarkan pada perubahan tahun ini untuk mendukung program prioritas, termasuk pembangunan sodetan,” tegasnya.

Pembangunan sodetan atau saluran pengalihan debit air menjadi salah satu solusi yang dibahas dalam forum tersebut. Infrastruktur ini dirancang untuk mengurangi tekanan aliran sungai utama saat debit air meningkat, terutama di kawasan padat penduduk yang rawan terdampak banjir.

Rakor juga dirangkai dengan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Bersama Program Terpadu Pengendalian Banjir Kawasan Banua Enam. Kesepakatan itu memuat komitmen bersama dalam perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program pengendalian banjir secara terkoordinasi lintas batas administrasi.

Baca Juga  Polres Banjar Ungkap Kasus Pembunuhan di Desa Paramasan Atas

Selain itu, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III memaparkan Rencana Aksi Pengendalian Banjir Wilayah Sungai Barito, sementara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel menyampaikan konsep desain pengendalian banjir kawasan Banua Enam.

Melalui sinergi ini, Pemprov Kalsel menargetkan sistem pengendalian banjir yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, guna meminimalkan dampak sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah Banua Enam.

UCK/Banjartv.com

Bagikan: WhatsApp Facebook