BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Desa Gambah Luar Muka Jadi Percontohan PK2D 2026 di HSS • Pemkab HSS dan TNI AL Ziarah ke Makam Hasan Basry, Kenang Jasa Proklamator Kalimantan • Wabup HSS Tekankan Program Pembangunan 2026 Harus Berdampak Nyata • Wabup HSS Apresiasi Prestasi Atlet Domino, Orado Bidik Pengakuan KONI dan KORMI • Wabup HSS Bahas Peluang Kerja Sama Pendidikan Bersama BIM University • DPRD HSS dan TAPD Mulai Bahas KUA-PPAS 2027, Prioritaskan Pertanian hingga Infrastruktur • Bupati HSS Bahas Program Strategis Daerah Bersama Sejumlah Kementerian di Jakarta • Pemkab HSS Raih Penghargaan dari Kapolda Kalsel atas Dukungan Assessment ASN • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Pasar Wadai Tak Lagi Disentralkan, Disbudporapar Banjar Fokus Fasilitasi Pedagang

Pasar Wadai Tak Lagi Disentralkan, Disbudporapar Banjar Fokus Fasilitasi Pedagang

📅 09 Feb 2026 ✍️ banjartv 🕐 09 Feb 2026
Bagikan

Banjartv.com, BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar memastikan tidak lagi menyelenggarakan Pasar Wadai atau Pasar Ramadan secara terpusat pada Ramadan 1447 Hijriah.

Kebijakan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar, Irwan Jaya, usai menghadiri rapat di Ruang Komisi IV DPRD Banjar, Sabtu (7/2/2026).

Irwan menjelaskan, keputusan itu diambil karena aktivitas perdagangan kuliner Ramadan kini telah berkembang secara mandiri di berbagai titik di wilayah Kota Martapura dan sekitarnya.

“Seperti tahun sebelumnya, Pasar Wadai tidak lagi kami sentralkan. Karena saat ini sudah banyak masyarakat yang berjualan secara mandiri di beberapa lokasi, seperti di Tanjung Rema, Jalan Keraton, dan sejumlah ruas jalan lainnya di lingkungan Kota Martapura,” ujarnya.

Menurutnya, banyaknya pedagang yang membuka lapak di pinggir jalan membuat konsep pasar terpusat tidak lagi relevan untuk diterapkan.

Meski demikian, Irwan menegaskan pemerintah daerah tetap memberikan dukungan dan fasilitasi kepada para pedagang, khususnya yang berada dalam pembinaan pemerintah daerah.

“Pemerintah tetap memfasilitasi. Khususnya kepada para pedagang binaan untuk menyelenggarakan kegiatan Pasar Ramadan atau Pasar Wadai, meskipun tidak lagi dalam bentuk kegiatan khusus seperti tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Ia juga membantah anggapan bahwa tidak diselenggarakannya Pasar Wadai terpusat disebabkan oleh minimnya pengunjung pada tahun sebelumnya.

“Bukan karena sepi. Tapi karena memang pedagang sudah tersebar dan berjualan sendiri di banyak lokasi,” jelasnya.

Sementara itu, Irwan memastikan bahwa agenda kegiatan seni dan budaya selama Ramadan tetap akan digelar. Dalam waktu dekat, Disbudporapar Kabupaten Banjar berencana menyelenggarakan sejumlah kegiatan keagamaan dan kesenian.

“Untuk aktivitas kesenian dan festival religi tetap ada. Insya Allah di awal Ramadan kami akan melaksanakan festival kesenian tradisional dan lomba-lomba bernuansa religi,” pungkasnya.

*(ARD/Banjartv.com)

Bagikan: WhatsApp Facebook