BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Lomba Motif Sasirangan 2026 HSS Dorong Lahirnya Karya Berbasis Identitas Daerah • Ketua TP PKK HSS Dorong Finalis Putra Putri Pariwisata Jadi Duta Promosi Daerah • Bupati HSS Tetapkan Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan hingga September 2026 • Perempuan Jadi Garda Terdepan Cegah Judi Online dan Pinjol Ilegal • Ribuan Jamaah Padati Haul Ke-166 Datu Taniran, Bupati HSS Tegaskan Komitmen Pembangunan • Bupati HSS: Duta Pepelingasih Harus Jadi Pelopor Pelestarian Lingkungan • Wabup HSS Lantik 13 Kepala Puskesmas, Tekankan Pelayanan Cepat, Tepat, dan Inovatif • BPBD Banjar Salurkan 400 Ribu Liter Air Bersih, Imbau Warga Cegah Karhutla dan Hemat Air • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Harga Bahan Pokok di Kabupaten Banjar Relatif Stabil Pasca Banjir, Waspada Kenaikan Jelang Ramadan

Harga Bahan Pokok di Kabupaten Banjar Relatif Stabil Pasca Banjir, Waspada Kenaikan Jelang Ramadan

📅 02 Feb 2026 ✍️ banjartv 🕐 02 Feb 2026
Bagikan

Banjartv.com, MARTAPURA – Dinas Perindustrian Kabupaten Banjar memastikan harga bahan pokok di wilayah Kabupaten Banjar, khususnya di pasar-pasar rakyat Martapura, saat ini relatif stabil pasca banjir yang sempat melanda beberapa daerah beberapa waktu lalu.

Hal tersebut disampaikan oleh Abdurrahim, Staf Pelaksana Kasi Bapokting Dinas Perindustrian Kabupaten Banjar, saat memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di pasaran. Ia menjelaskan bahwa sempat terjadi kenaikan harga akibat banjir yang menghambat distribusi dan menurunkan produksi petani. Jumat (30/01/2026).

“Pasca banjir kemarin memang sempat ada kenaikan harga. Namun sekitar satu minggu setelahnya, kondisi mulai membaik dan saat ini harga sudah dianggap stabil,” ujarnya.

Menurutnya, komoditas utama seperti cabai, sayur-sayuran, dan lauk-pauk kini menunjukkan tren stabil bahkan cenderung menurun. Pasokan sayuran yang datang setiap hari turut membantu menjaga kestabilan harga di pasaran.

Namun demikian, menjelang bulan suci Ramadan, beberapa komoditas terpantau mengalami kenaikan harga meski masih dalam batas wajar. Kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat.

“Seperti ayam potong, daging, telur ayam ras, minyak goreng, dan gula pasir, ada kenaikan, tapi belum signifikan,” jelasnya.

Ia merinci, harga telur ayam ras yang sebelumnya berada di kisaran Rp. 30.000 per kilogram kini naik menjadi Rp. 32.000. Harga ayam potong dari Rp. 24.000–Rp. 25.000 per kilogram naik menjadi sekitar Rp. 27.000.

Sementara itu, minyak goreng kemasan naik dari Rp. 17.000 menjadi Rp. 17.500 per liter, dan gula pasir kemasan dari Rp. 18.000 menjadi Rp. 18.500 per kilogram.

Kasi Bapokting Dinas Perindustrian Kabupaten Banjar, Hj. Elok Yuli Suryanti, menambahkan bahwa kenaikan harga sebelumnya juga disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem yang mengakibatkan banjir di beberapa titik, sehingga distribusi hasil pertanian dari petani terhambat dan sebagian lahan mengalami kerusakan.

Baca Juga  Sebelum Zero ODOL Diterapkan, Kadin Kalsel Gelar FGD untuk Mencari Solusi Bersama

“Sekarang suplai dari daerah lain mulai masuk ke wilayah Martapura dan Kabupaten Banjar, sehingga harga kembali stabil,” ujarnya.

Pihak dinas juga mengimbau para pedagang agar tidak menaikkan harga di atas kewajaran serta tidak melakukan penimbunan barang yang dapat merugikan masyarakat.

“Kami mengimbau pedagang tetap berjualan secara wajar dan tidak menimbun barang, karena itu bisa memicu kenaikan harga yang tidak terkendali,” tegasnya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Banjar juga berencana menggelar Pasar Murah dan Pasar Ramadan menjelang dan selama bulan Ramadan. Kegiatan tersebut akan melibatkan seluruh kecamatan di Kabupaten Banjar, dengan menyesuaikan jadwal pimpinan daerah.

“Biasanya digelar sebelum hingga selama Ramadan, dengan komoditas seperti minyak goreng, gula, telur, dan kebutuhan pokok lainnya sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkas Hj. Elok.

Pemerintah daerah berharap langkah tersebut dapat membantu menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat menjelang bulan suci Ramadan.

*(ARD/ Banjartv.com)

Bagikan: WhatsApp Facebook