BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Muscab Pramuka HSS Dimajukan ke Desember 2026, Ini Alasan Ketua Kwarcab • Kandangan Ethnic Sasirangan Fashion Show, Dorong Pelestarian Budaya dan Pengembangan UMKM • JERITAN HATI ANAK KALIMANTAN YANG TERSAPU KABUT ASAP • Bazar hingga Tata Rias Lokal, Yuniati Iberahim Dorong Penguatan UMKM di Kandangan • Kabut Asap Tak Padamkan Kreativitas, 90 Penampil Meriahkan Fashion Show Sasirangan di HSS • Semarak Hari Santri 2026 di HSS, Puluhan Pesantren Adu Prestasi dalam Berbagai Lomba • Wakili Bupati, Sekda HSS Buka Festival Kalayangan Dandang 2026 • Kalimantan Selatan Dipercaya Jadi Tuan Rumah Muktamar XXI IMM • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Gerakan Remaja Keluarga Berkualitas Diluncurkan di HSS, DWP Kalsel Fokus Cegah Stunting

Gerakan Remaja Keluarga Berkualitas Diluncurkan di HSS, DWP Kalsel Fokus Cegah Stunting

📅 26 Feb 2026 ✍️ banjartv 🕐 26 Feb 2026
Bagikan

Banjartv.com, Hulu Sungai Selatan – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Selatan meluncurkan Gerakan Aksi Remaja Keluarga Berkualitas di Aula Kantor Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kamis (26/2/2026).

Peluncuran dilakukan oleh Ketua DWP Provinsi Kalimantan Selatan, Masrupah Syarifuddin. Kegiatan ini juga dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten HSS yang sekaligus Penasihat DWP Kabupaten HSS, Hj. Tata Syafrudin Noor.

Program tersebut menyasar ibu hamil, calon pengantin, remaja, serta para siswi di wilayah Kecamatan Sungai Raya. Para peserta mendapatkan edukasi mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan stunting, serta pentingnya kesiapan usia dan kesehatan sebelum memasuki pernikahan.

Masrupah Syarifuddin mengatakan gerakan ini menjadi bentuk komitmen bersama untuk membangun keluarga yang sehat dan berkualitas sejak usia remaja.

“Melalui Gerakan Aksi Remaja Keluarga Berkualitas ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada remaja putri, calon pengantin, dan ibu hamil tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta pemenuhan gizi sejak dini. Pencegahan stunting harus dimulai dari hulu, yakni dari kesiapan remaja sebelum memasuki usia pernikahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pencegahan pernikahan usia dini menjadi salah satu fokus dalam gerakan tersebut. Pasalnya, pernikahan anak sering berujung pada kehamilan di usia muda yang berisiko bagi kesehatan ibu maupun bayi.

“Kehamilan pada usia yang belum matang secara fisik dan mental dapat meningkatkan risiko komplikasi serta berdampak pada tumbuh kembang anak, termasuk potensi stunting. Karena itu, edukasi dan pendampingan perlu terus diperkuat,” katanya.

Melalui gerakan ini, DWP Kalsel berharap dapat membangun fondasi kesehatan yang kuat bagi remaja putri, calon ibu, calon pengantin, serta ibu hamil, khususnya pada keluarga berisiko. Upaya tersebut juga diharapkan mampu memutus siklus masalah kesehatan antar generasi sekaligus menciptakan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Baca Juga  Ratusan Warga Hadiri Open House Bupati HSS di Pendopo Kandangan

Usai peluncuran, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan berupa bingkisan kepada ibu hamil, calon pengantin, serta anak yang terindikasi stunting di Desa Ida Manggala. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus dukungan terhadap percepatan penurunan stunting di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

*(UCK/Banjartv.com)

Bagikan: WhatsApp Facebook