BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Bupati HSS Ajukan KUA-PPAS APBD 2027, Fokus Perkuat Pangan Lokal dan Industri Kreatif • Bupati HSS Hadiri Resepsi Pernikahan Bripda Ilham dan Fahrian Azizah • Bupati HSS Lepas Kontingen FORKI ke Kejuaraan Karate Shukaido Borneo II Se-Kalimantan • Wabup HSS Hadiri Saprah Amal, Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Langgar Miftahul Khair • Pemkab HSS Perkuat Perlindungan Pekerja Rentan Lewat Program Perjaka HSS Semangat • Wabup HSS dan Danyonif TP 829 Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan Daerah • Wabup HSS Tegaskan Optimalisasi PAD dari Pajak Hotel di Loksado • Dinsos P3AP2KB Banjar Ungkap Kasus Remaja 14 Tahun Terpapar Radikalisme Tingkat Tinggi, Kini Jalani Pendampingan Intensif • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Gerakan Remaja Keluarga Berkualitas Diluncurkan di HSS, DWP Kalsel Fokus Cegah Stunting

Gerakan Remaja Keluarga Berkualitas Diluncurkan di HSS, DWP Kalsel Fokus Cegah Stunting

📅 26 Feb 2026 ✍️ banjartv 🕐 26 Feb 2026
Bagikan

Banjartv.com, Hulu Sungai Selatan – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Selatan meluncurkan Gerakan Aksi Remaja Keluarga Berkualitas di Aula Kantor Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kamis (26/2/2026).

Peluncuran dilakukan oleh Ketua DWP Provinsi Kalimantan Selatan, Masrupah Syarifuddin. Kegiatan ini juga dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten HSS yang sekaligus Penasihat DWP Kabupaten HSS, Hj. Tata Syafrudin Noor.

Program tersebut menyasar ibu hamil, calon pengantin, remaja, serta para siswi di wilayah Kecamatan Sungai Raya. Para peserta mendapatkan edukasi mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan stunting, serta pentingnya kesiapan usia dan kesehatan sebelum memasuki pernikahan.

Masrupah Syarifuddin mengatakan gerakan ini menjadi bentuk komitmen bersama untuk membangun keluarga yang sehat dan berkualitas sejak usia remaja.

“Melalui Gerakan Aksi Remaja Keluarga Berkualitas ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada remaja putri, calon pengantin, dan ibu hamil tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta pemenuhan gizi sejak dini. Pencegahan stunting harus dimulai dari hulu, yakni dari kesiapan remaja sebelum memasuki usia pernikahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pencegahan pernikahan usia dini menjadi salah satu fokus dalam gerakan tersebut. Pasalnya, pernikahan anak sering berujung pada kehamilan di usia muda yang berisiko bagi kesehatan ibu maupun bayi.

“Kehamilan pada usia yang belum matang secara fisik dan mental dapat meningkatkan risiko komplikasi serta berdampak pada tumbuh kembang anak, termasuk potensi stunting. Karena itu, edukasi dan pendampingan perlu terus diperkuat,” katanya.

Melalui gerakan ini, DWP Kalsel berharap dapat membangun fondasi kesehatan yang kuat bagi remaja putri, calon ibu, calon pengantin, serta ibu hamil, khususnya pada keluarga berisiko. Upaya tersebut juga diharapkan mampu memutus siklus masalah kesehatan antar generasi sekaligus menciptakan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Baca Juga  Ribuan Pelajar Ikuti Ajang Talenta Pelajar 2025 di HSS

Usai peluncuran, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan berupa bingkisan kepada ibu hamil, calon pengantin, serta anak yang terindikasi stunting di Desa Ida Manggala. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus dukungan terhadap percepatan penurunan stunting di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

*(UCK/Banjartv.com)

Bagikan: WhatsApp Facebook