BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Muscab Pramuka HSS Dimajukan ke Desember 2026, Ini Alasan Ketua Kwarcab • Kandangan Ethnic Sasirangan Fashion Show, Dorong Pelestarian Budaya dan Pengembangan UMKM • JERITAN HATI ANAK KALIMANTAN YANG TERSAPU KABUT ASAP • Bazar hingga Tata Rias Lokal, Yuniati Iberahim Dorong Penguatan UMKM di Kandangan • Kabut Asap Tak Padamkan Kreativitas, 90 Penampil Meriahkan Fashion Show Sasirangan di HSS • Semarak Hari Santri 2026 di HSS, Puluhan Pesantren Adu Prestasi dalam Berbagai Lomba • Wakili Bupati, Sekda HSS Buka Festival Kalayangan Dandang 2026 • Kalimantan Selatan Dipercaya Jadi Tuan Rumah Muktamar XXI IMM • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Bazar hingga Tata Rias Lokal, Yuniati Iberahim Dorong Penguatan UMKM di Kandangan

Bazar hingga Tata Rias Lokal, Yuniati Iberahim Dorong Penguatan UMKM di Kandangan

📅 18 Oct 2026 ✍️ banjartv 🕐 9 jam lalu
Bagikan

BANJARTV.COM, KANDANGAN — Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Dr. Yuniati Iberahim, mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui kegiatan Kandangan Ethnic Sasirangan Fashion Show yang digelar di kawasan Islamic Center Kandangan.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah promosi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pedagang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penjahit rumahan, serta pelaku usaha tata rias lokal di tengah tantangan ekonomi dan kondisi kabut asap.

Gagasan tersebut disampaikan Yuniati melalui unggahan di media sosial dengan tema “Menggerakkan UMKM, Menghidupkan Ekonomi Rakyat melalui Kandangan Ethnic Sasirangan Fashion Show”.

Menurut Yuniati, kondisi kabut asap yang mendorong sebagian masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah berpotensi memengaruhi pendapatan pelaku usaha kecil. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret untuk menjaga perputaran ekonomi masyarakat agar tetap berjalan.

“Ketika aktivitas masyarakat menurun, pendapatan para pelaku UMKM ikut terancam,” tulis Yuniati dalam unggahannya.

Ia menilai, kegiatan yang melibatkan pelaku usaha lokal dapat menjadi salah satu upaya untuk membuka peluang pemasaran, memperkenalkan produk, dan memperluas jangkauan konsumen.

“Karena itu, diperlukan langkah nyata untuk membuka peluang, menggerakkan kembali perekonomian, dan menjaga agar usaha masyarakat tetap bertahan,” lanjutnya.

Dalam gagasan pemberdayaan tersebut, Yuniati menyoroti tiga sektor usaha lokal yang berpotensi memperoleh manfaat dari penyelenggaraan kegiatan itu.

Pertama, bazar UMKM yang memberikan kesempatan kepada pedagang untuk memasarkan produk sekaligus menambah penghasilan keluarga.

Kedua, penjahit rumahan yang berpeluang memperkenalkan hasil karya busana berbahan kain Sasirangan. Dengan demikian, produk mereka diharapkan memiliki nilai tambah dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Ketiga, pelaku usaha tata rias lokal yang dapat menunjukkan keterampilan sekaligus memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam mendukung penampilan peserta peragaan busana.

Baca Juga  Bank Kalsel Serahkan CSR Pembangunan Spot Pasar Terapung di TMII

Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki potensi untuk saling mendukung dalam membangun ekosistem usaha kreatif berbasis budaya lokal.

Yuniati berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha, khususnya pedagang UMKM yang beraktivitas di kawasan Islamic Center Kandangan.

“Kegiatan ini penting untuk mendorong perekonomian lokal, khususnya para pedagang UMKM di kawasan Islamic Center Kandangan, di tengah tantangan ekonomi dan dampak kabut asap,” tulisnya.

Selain mendorong kegiatan yang membuka peluang usaha, Yuniati mengajak masyarakat untuk turut mendukung keberlangsungan UMKM dengan membeli produk dan menggunakan jasa pelaku usaha lokal.

Menurutnya, dukungan masyarakat dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha kecil sekaligus memberikan ruang bagi penjahit rumahan dan perias lokal untuk mengembangkan keterampilan serta memperluas peluang usaha.

“Mari dukung UMKM lokal dengan membeli produk masyarakat, mengapresiasi karya penjahit rumahan, dan menggunakan jasa tata rias lokal,” ajaknya.

Melalui Kandangan Ethnic Sasirangan Fashion Show, Yuniati berharap pelestarian budaya Banua dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat.

“Budaya Banua tetap lestari, UMKM semakin berdaya, pelaku usaha lokal berjaya, ekonomi rakyat semakin kuat,” pungkasnya.

*(UCK/BANJARTV.COM)

Bagikan: WhatsApp Facebook