BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Maulid Nabi, TP PKK HSS Tekankan Penguatan Peran Keluarga dan Pendidikan Anak • Pemkab HSS Perkuat Cadangan Pangan, Antisipasi Krisis dan Stabilitas Harga • Polres HSS Ungkap Lima Kasus Narkoba, Tujuh Tersangka Diamankan • SMPN 2 Banjarmasin Dicanangkan Jadi Sekolah Siaga Kependudukan, Edukasi Terintegrasi Tanpa Tambah Kurikulum • Majelis Ta’lim dan Dzikir Al-Jannah Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW • Maulid Nabi di SDN Batang Kulur Tengah, Ustaz Amrul Mu’min Ajak Murid Teladani Sunnah Rasul • Buka Pelatihan Bendahara KDMP, Bupati HSS Tekankan Pentingnya Tertib Administrasi Keuangan • Kemarau Melanda HSS, Bupati dan Ribuan Warga Gelar Salat Istisqa • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Disdik Data dan Klasifikasikan Kerusakan 117 Sekolah Terdampak Banjir di Kabupaten Banjar

Disdik Data dan Klasifikasikan Kerusakan 117 Sekolah Terdampak Banjir di Kabupaten Banjar

📅 28 Jan 2026 ✍️ banjartv 🕐 28 Jan 2026
Bagikan

BANJARTV.COM, MARTAPURA – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar mencatat sebanyak 117 sekolah terdampak banjir yang terjadi beberapa waktu lalu. Saat di temui diruang kerjanya Selasa (27/01/2026). Data tersebut diperoleh melalui pendataan daring karena kondisi banjir saat itu tidak memungkinkan tim turun langsung ke lapangan.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sarpras) Disdik Kabupaten Banjar, Mahriansyah, mengatakan pendataan awal dilakukan berdasarkan laporan sekolah yang masuk secara online.

“Pada saat banjir, kami tidak bisa langsung ke lapangan, sehingga data kami tarik secara online. Ada sekitar 117 sekolah yang melaporkan terdampak,” ujarnya.

Mahriansyah menjelaskan, pada Jumat lalu, Disdik Kabupaten Banjar telah melakukan desk assessment dengan memanggil seluruh sekolah terdampak untuk membawa data pendukung berupa laporan kondisi, foto, hingga video kerusakan.

“Tim teknis kami melakukan perhitungan untuk mengategorikan kerusakan, apakah masuk ringan, sedang, atau berat. Alhamdulillah, sementara ini mayoritas masih kategori ringan,” jelasnya.

Meski demikian, beberapa sekolah masih mengalami genangan air, khususnya di wilayah Sungai Tabuk, yang menurut Mahriansyah merupakan daerah dengan penurunan air yang relatif lambat.

“Kemarin kami juga melakukan monitoring ke lapangan. Di beberapa titik, halaman sekolah masih tergenang dan memang biasanya membutuhkan waktu lama untuk kering. Ini menjadi salah satu prioritas kami ke depan,” katanya.

Terkait penanganan, Mahriansyah menyebutkan Disdik masih melakukan verifikasi hasil desk assessment dalam satu minggu ke depan. Sekolah dengan kategori kerusakan sedang dan berat akan menjadi sasaran intervensi.

“Intervensi bisa melalui usulan dana APBD, maupun membuka peluang pendanaan dari pusat seperti APBN atau Kementerian Pendidikan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pihak sekolah tidak diminta menentukan kategori kerusakan. Sekolah hanya melaporkan kondisi dan bukti kerusakan, sementara penilaian dilakukan oleh tim teknis Sarpras Disdik.

Baca Juga  Wabup HSS Terima Silaturahmi Santri Dalwa, Haul Jadi Momentum Teladani Perjuangan Ulama

“Dari laporan itu, tim kami yang mengkategorikan tingkat kerusakan. Setelah itu, kami akan melakukan kunjungan langsung ke sekolah-sekolah yang kondisinya dinilai cukup memprihatinkan untuk diprioritaskan penanganannya,” tambahnya.

Mahriansyah juga menyebutkan bahwa persoalan banjir di lingkungan sekolah bukan hal baru. Banyak sekolah di Kabupaten Banjar berdiri sejak tahun 1960–1970-an dan berada di wilayah rawan banjir.

“Langkah kami selama beberapa tahun terakhir ada dua, yaitu peninggian bangunan sekolah di atas rata-rata banjir tahunan, serta perkuatan struktur bangunan,” jelasnya.

Untuk sekolah dengan tingkat genangan tinggi, Disdik lebih mengarah pada perkuatan bangunan agar lebih defensif terhadap banjir.

“Misalnya bangunan kayu kami tingkatkan menjadi bangunan permanen agar lebih tahan terhadap kondisi banjir,” pungkasnya.

*(AR/Banjartv.com)

Bagikan: WhatsApp Facebook