Banjartv.com, BANJAR — Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhiddin meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Desa Lok Buntar, Kabupaten Banjar, Kamis Siang(8/8/2026).
Sementara itu, kunjungan Wakil Presiden RI ke Kabupaten Balangan diwakili oleh Wakil Gubernur Kalsel.

Muhiddin mengatakan, Desa Lok Buntar mengalami banjir dengan ketinggian air mencapai sepinggang hingga dada orang dewasa. Akibatnya, tujuh sekolah dasar terendam banjir dan ratusan rumah warga terdampak.
“Kami ke Lok Buntar karena sudah ada janji. Di sana juga terdampak banjir, debit air cukup tinggi, dan ada tujuh SD yang terendam,” ujar Muhiddin.
Sebagai bentuk kepedulian, Gubernur Muhiddin menyalurkan bantuan sembako kepada sekitar 675 rumah terdampak.
Bantuan tersebut berasal dari dana pribadi gubernur, bukan dari anggaran pemerintah.
Ia juga berpesan kepada para pambakal (kepala desa) agar segera melakukan pendataan warga terdampak banjir secara rinci.

“Saya minta didata berapa RT, berapa rumah yang terdampak, lalu diserahkan ke anak buah kita,” tegasnya.
Untuk wilayah lain di Kalimantan Selatan, Muhiddin menyebutkan pemerintah provinsi akan melihat tingkat keparahan banjir sebelum menentukan langkah penanganan lanjutan.
“Soal daerah lain kita lihat dulu, apakah fatal atau tidak,” katanya.
Terkait penanganan dan pemulihan banjir, Muhiddin menekankan pentingnya kondisi cuaca yang mendukung. Ia berharap intensitas hujan tidak meningkat dalam beberapa hari ke depan.
“Yang penting jangan terlalu hujan. Mudah-mudahan hari ini juga tidak hujan lagi,” ujarnya.
Muhiddin juga menyambut positif kunjungan Wakil Presiden ke Kalimantan Selatan. Menurutnya, perhatian pemerintah pusat sangat berarti bagi daerah yang tengah menghadapi bencana.
“Kita antusias dari Pemprov. Kita sampaikan terima kasih atas kedatangan beliau,” ucapnya.
Ia menambahkan, Presiden RI dijadwalkan akan berkunjung ke Kalimantan Selatan pada Senin mendatang untuk meresmikan Sekolah Rakyat di Banjarbaru.
“Insyaallah Senin jam 11.00 WITA Presiden datang meresmikan sekolah rakyat di Banjarbaru,” pungkasnya.
*(Dhani/Banjartv)










