BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Maulid Nabi, TP PKK HSS Tekankan Penguatan Peran Keluarga dan Pendidikan Anak • Pemkab HSS Perkuat Cadangan Pangan, Antisipasi Krisis dan Stabilitas Harga • Polres HSS Ungkap Lima Kasus Narkoba, Tujuh Tersangka Diamankan • SMPN 2 Banjarmasin Dicanangkan Jadi Sekolah Siaga Kependudukan, Edukasi Terintegrasi Tanpa Tambah Kurikulum • Majelis Ta’lim dan Dzikir Al-Jannah Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW • Maulid Nabi di SDN Batang Kulur Tengah, Ustaz Amrul Mu’min Ajak Murid Teladani Sunnah Rasul • Buka Pelatihan Bendahara KDMP, Bupati HSS Tekankan Pentingnya Tertib Administrasi Keuangan • Kemarau Melanda HSS, Bupati dan Ribuan Warga Gelar Salat Istisqa • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
SMPN 2 Banjarmasin Dicanangkan Jadi Sekolah Siaga Kependudukan, Edukasi Terintegrasi Tanpa Tambah Kurikulum

SMPN 2 Banjarmasin Dicanangkan Jadi Sekolah Siaga Kependudukan, Edukasi Terintegrasi Tanpa Tambah Kurikulum

📅 09 Sep 2026 ✍️ banjartv 🕐 1 jam lalu
Bagikan

BANJARTV.COM, BANJARMASIN — Pemerintah Kota Banjarmasin bersinergi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencanangkan program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) sebagai salah satu upaya mempersiapkan generasi muda yang berkualitas dan memiliki pemahaman tentang isu kependudukan sejak dini.

Pencanangan program tersebut dipusatkan di SMP Negeri 2 Banjarmasin. Sekolah ini sekaligus ditetapkan sebagai sekolah percontohan atau role model penerapan edukasi kependudukan di Kota Banjarmasin.

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, mengatakan edukasi kependudukan sejak usia sekolah memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir dan perilaku generasi muda.

Menurutnya, pemahaman yang diberikan sejak dini diharapkan dapat menjadi langkah preventif dalam menghadapi berbagai persoalan yang berkaitan dengan remaja, seperti pernikahan dini, risiko stunting, pergaulan bebas, hingga persoalan kesehatan reproduksi.

Menariknya, penerapan SSK tidak dilakukan dengan menambah mata pelajaran maupun jam belajar baru. Materi kependudukan akan diintegrasikan ke dalam pembelajaran yang sudah berjalan.

“Jadi, Sekolah Siaga Kependudukan ini menanamkan nilai-nilai kependudukan secara inklusif. Tidak ada kurikulum atau jam pelajaran baru, tetapi terintegrasi. Contohnya, saat pelajaran IPA bisa diselipkan materi tentang kesehatan reproduksi, atau saat IPS membahas tentang demografi,” jelas Hj. Ananda.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) Kota Banjarmasin, Ahmad Syauqi, menjelaskan bahwa usia SMP merupakan masa transisi yang sangat penting dalam perkembangan seorang anak.

Karena itu, edukasi kependudukan tidak hanya diberikan melalui kegiatan pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga dikembangkan melalui berbagai aktivitas di luar kelas dengan pendekatan yang lebih kreatif dan sesuai dengan karakter remaja.

Salah satu upaya yang disiapkan ialah pembentukan Pojok Kependudukan serta Kelompok Konseling Remaja melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).

Baca Juga  Nota Kesepakatan Layanan Pencatatan Perubahan Nama Bagi Masyarakat Kabulaten Banjar

Syauqi menilai pendekatan melalui teman sebaya menjadi salah satu metode yang efektif dalam menyampaikan berbagai informasi kepada remaja.

“Pendekatan melalui teman sebaya ini sangat efektif. Bahasa pergaulan mereka tentu berbeda dengan bahasa guru. Melalui Duta Generasi Berencana (GenRe) di sekolah, mereka bisa saling mengedukasi terkait bahaya narkoba, pergaulan bebas, hingga mencegah maraknya perundungan (bullying) di media sosial,” papar Syauqi.

Kepala SMP Negeri 2 Banjarmasin, Aminsyah, menyambut positif pencanangan SSK tersebut. Ia memastikan pihak sekolah siap mendukung program, baik dari sisi sarana dan prasarana maupun kesiapan tenaga pendidik.

Menurut Aminsyah, penerapan Sekolah Siaga Kependudukan nantinya tidak hanya sebatas integrasi materi kependudukan dalam mata pelajaran. Program tersebut juga akan diperkuat melalui kegiatan ekstrakurikuler dan berbagai aktivitas pembentukan karakter siswa.

Ia berharap SSK dapat menjadi wadah yang ramah bagi para siswa untuk mendapatkan informasi sekaligus membangun karakter dan mental yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan di masa remaja.

“Wadah ini menjadi tempat untuk mengatakan tidak pada seks pranikah, tidak pada napza, tidak pada bullying, dan anti-stunting. Ini akan menjadi ruang kolaborasi. Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, hingga Pemberdayaan Perempuan bisa masuk ke sini,” ungkap Aminsyah.

Dengan dukungan pemerintah serta persiapan yang telah dilakukan, SMP Negeri 2 Banjarmasin juga memasang target untuk membawa program tersebut ke tingkat yang lebih tinggi.

Aminsyah optimistis sekolahnya dapat berkembang menjadi salah satu Sekolah Siaga Kependudukan terbaik dan mampu bersaing di tingkat nasional.

“Kami sudah menyiapkan peranti-peranti dasarnya. Mudah-mudahan pada tahun 2027, SMP Negeri 2 Banjarmasin sudah bisa melaju menjadi Sekolah Siaga Kependudukan tingkat nasional,” pungkasnya.

*(RED/BANJARTV.COM)

Bagikan: WhatsApp Facebook