
Majelis Ta’lim dan Dzikir Al-Jannah Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW
BANJARTV.COM, BANJAR – Lantunan selawat dan syair Maulid Habsyi menggema di kawasan Kilometer 12, Kabupaten Banjar, Senin (7/9) malam. Ratusan jemaah Majelis Ta’lim dan Dzikir Al-Jannah larut dalam suasana khidmat saat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut berlangsung penuh kekhusyukan. Kehadiran para alim ulama turut menambah suasana religius dan memperdalam makna peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW bagi seluruh jemaah yang hadir.
Wakil Pondok Pesantren Ibnul Amin Pemangkih, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Ustaz Muhammad Rabbani, dalam tausiyahnya mengajak jemaah untuk kembali merenungi perjalanan hidup Rasulullah SAW.
Ia mengajak seluruh jemaah mensyukuri kesempatan untuk dapat berkumpul dalam sebuah majelis ilmu dan dzikir, sekaligus meneladani perjuangan serta kemuliaan akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Mulai dari detik-detik kelahiran beliau, perjuangan hidupnya, hingga kemuliaan akhlaknya merupakan pelita yang maknanya tidak pernah padam bagi kehidupan kita hingga saat ini,” tutur Ustaz Muhammad Rabbani di hadapan jemaah.
Selain itu, siraman rohani juga disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjarmasin, Habib Ali Khaidir Al-Kaff.
Dalam tausiyahnya, Habib Ali mengingatkan jemaah mengenai pentingnya memanfaatkan waktu sepertiga malam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Menurutnya, waktu tersebut merupakan salah satu waktu yang penuh keberkahan dan hendaknya tidak disia-siakan.
Ia mengajak jemaah untuk memperbanyak ibadah, memanjatkan doa, serta memohon ampun kepada Allah SWT.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media digital, Habib Ali juga menyoroti fenomena penggunaan media sosial yang kerap diwarnai ujaran kebencian dan perkataan yang tidak mencerminkan akhlak seorang Muslim.
“Mari kita jaga lisan dan tutur kata agar senantiasa santun. Saat ini di media sosial banyak sekali caci maki yang sangat jauh dari akhlak Rasulullah. Jangan sampai hanya karena lisan dan jari kita, di akhirat kelak kita dijauhkan dari pandangan kasih sayang Rasulullah SAW,” pesan Habib Ali.
Sementara itu, mewakili Khadimul Majelis H. Ali, Ketua Panitia Penyelenggara Maulid Nabi Muhammad SAW, H. Mahyani Diri, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
Ia berharap ilmu, nasihat, dan pesan-pesan kebaikan yang disampaikan para ulama tidak hanya didengar oleh jemaah, tetapi dapat dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
H. Mahyani juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menimba ilmu agama dan mengikuti kegiatan dzikir di Majelis Ta’lim dan Dzikir Al-Jannah.
“Silakan jemaah datang, kita menimba ilmu agama bersama dan berdzikir kepada Allah SWT sebagai bekal kita di akhirat kelak. Majelis ini terbuka untuk umum, baik laki-laki maupun perempuan, dan rutin digelar setiap dua minggu sekali, tepatnya pada malam Selasa,” ujarnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga menjadi momentum bagi umat Islam untuk semakin mengenal, mencintai, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam setiap aspek kehidupan.
*(RED/BANJARTV.COM)