BANJARTV.COM, HULU SUNGAI SELATAN — Suasana malam Ramadan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, kian semarak dengan digelarnya lomba tanglong dalam rangka Festival Kemilau Ramadan 2026. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Lambung Mangkurat, Kandangan, itu diikuti sebanyak 58 peserta dari berbagai kecamatan.
Ratusan warga memadati lokasi untuk menyaksikan beragam kreasi tanglong atau lampion khas Ramadan yang ditampilkan para peserta. Lomba ini menjadi salah satu agenda tahunan yang dinantikan masyarakat.

Berbagai bentuk tanglong ditampilkan dengan desain unik dan penuh warna, mulai dari kaligrafi, miniatur masjid, hingga ornamen khas budaya Banjar. Selain menjadi ajang unjuk kreativitas, kegiatan ini juga bertujuan melestarikan tradisi masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan.


Koordinator pelaksana kegiatan, Muhammad Zakir Maulidi, mengatakan penyelenggaraan tahun ini mengusung konsep berbeda dibandingkan tahun sebelumnya, dengan menekankan keseimbangan antara tradisi dan inovasi.
“Pada tahun ini kami menghadirkan konsep yang lebih beragam dengan memperluas jangkauan peserta. Harapannya, setiap karya memiliki ciri khas dan mampu memberikan pengalaman yang lebih menarik bagi pengunjung,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah tersebut juga bertujuan memperkuat kolaborasi serta mempererat silaturahmi antar peserta dari berbagai daerah.


Pemerintah daerah berharap kegiatan ini tidak hanya memperkuat nilai kebersamaan, tetapi juga menjadi daya tarik wisata religi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Salah seorang warga, Iqbal, menilai lomba tanglong menjadi bukti kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengisi Ramadan dengan kegiatan positif.
“Lomba seperti ini sangat bagus karena bisa menyalurkan kreativitas anak muda sekaligus memeriahkan Ramadan,” katanya.
Senada dengan itu, Ainun berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Semoga ke depan lomba tanglong tetap ada, karena ini sudah menjadi bagian dari tradisi Ramadan di HSS,” ucapnya.
Lomba tanglong tidak hanya menghadirkan keindahan cahaya lampion, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan serta pelestarian budaya masyarakat setempat.
*(UCK/Banjartv.com)










