BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Tanam Padi Bersama Kementan, HSS Percepat Modernisasi Pertanian dan Penguatan Ketahanan Pangan • Bupati HSS Ajukan KUA-PPAS APBD 2027, Fokus Perkuat Pangan Lokal dan Industri Kreatif • Bupati HSS Hadiri Resepsi Pernikahan Bripda Ilham dan Fahrian Azizah • Bupati HSS Lepas Kontingen FORKI ke Kejuaraan Karate Shukaido Borneo II Se-Kalimantan • Wabup HSS Hadiri Saprah Amal, Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Langgar Miftahul Khair • Pemkab HSS Perkuat Perlindungan Pekerja Rentan Lewat Program Perjaka HSS Semangat • Wabup HSS dan Danyonif TP 829 Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan Daerah • Wabup HSS Tegaskan Optimalisasi PAD dari Pajak Hotel di Loksado • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Banjar Kembangkan “Intan Sikapayu” untuk Bangun Wisata Edukasi Kampung Papuyu hingga 2027

Banjar Kembangkan “Intan Sikapayu” untuk Bangun Wisata Edukasi Kampung Papuyu hingga 2027

📅 12 Dec 2025 ✍️ banjartv 🕐 12 Dec 2025
Bagikan

Banjartv.com, BANJAR Pemerintah Kabupaten Banjar kembali mendorong pengembangan inovasi daerah melalui program Intan Sikapayu, yang merupakan penguatan dari Gerakan Pengembangan Kawasan Kampung Ikan Papuyu (Gerbang Kakapayu). Program ini diproyeksikan menjadi fondasi pengembangan Kawasan Wisata Kampung Papuyu yang ditargetkan berkembang hingga 2027.

Kepala Bappedalitbang Kabupaten Banjar, Nasrullah Shadiq, mengatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan SKPD terkait serta para inovator untuk menyusun arah pengembangan kawasan. Ia menuturkan, Kampung Papuyu nantinya tidak hanya berfokus pada sektor perikanan, tetapi juga merambah ke pertanian dan wisata.

“Kita ingin menjadikannya kawasan wisata edukasi. Masyarakat bisa melihat proses bertani, budidaya ikan, dan potensi lainnya. Bahkan, saluran irigasi di sana dapat dimanfaatkan sebagai wahana air,” ujarnya usai peluncuran inovasi INTAN, Kamis (11/12/2025).

Nasrullah menambahkan, seluruh rencana tersebut akan dituangkan dalam master plan Wisata Kampung Papuyu yang diharapkan mulai disusun pada tahun anggaran mendatang melalui anggaran perubahan.

Sementara itu, Kabid Budidaya Perikanan DKPP Banjar sekaligus inovator Intan Sikapayu, Bandi Chairullah, menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan kelanjutan dari Gerbang Kakapayu yang sebelumnya telah masuk daftar inovasi daerah. Tahun ini, Intan Sikapayu menjadi satu dari 54 inovasi yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten Banjar.

“Inovasi Intan Sikapayu mendorong terwujudnya Kampung Papuyu sebagai destinasi wisata sekaligus pusat ekonomi kreatif desa. Harapan kami, master plan dapat terlaksana pada 2026 dan program ini bisa direplikasi ke desa lain pada 2027,” ujarnya.

Bandi memaparkan bahwa Intan Sikapayu menekankan kolaborasi antara pemerintah daerah, kecamatan, pelaku usaha, dan masyarakat. Program ini dirancang untuk memperkuat budidaya ikan papuyu secara terintegrasi, mencakup sekolah lapang, pemanfaatan teknologi tepat guna, pembentukan kelembagaan budidaya, serta penerapan sistem hulu-hilir untuk keberlanjutan produksi dan perluasan akses pasar.

Baca Juga  Penyiaran, Kebenaran, dan Ketahanan Nasional di Tengah Banjir Informasi

Ikan papuyu dipilih karena merupakan komoditas lokal khas Banjar yang memiliki nilai budaya dan ekonomi tinggi. Populasinya di alam kian menurun, sementara harga jualnya mencapai Rp40.000 hingga Rp100.000 per kilogram.

“Selama ini suplai masih mengandalkan tangkapan alam. Jika dibiarkan, populasinya terancam berkurang karena alih fungsi lahan. Dengan inovasi ini, kita berharap keberlanjutan ikan papuyu terjaga dan dapat dinikmati generasi berikutnya,” kata Bandi.

Melalui sinergi berbagai pihak, Intan Sikapayu diharapkan mampu memperkuat ketahanan komoditas lokal, membuka peluang wisata edukatif, serta meningkatkan pendapatan masyarakat desa.

*(Dhani/Banjartv)

Bagikan: WhatsApp Facebook