Banjartv.com, Hulu Sungai Selatan – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menyiapkan lima program strategis untuk memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat pada 2026. Langkah itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang digelar di Aula Rakat Mufakat Setda HSS, Jumat (20/2/2026).
Rapat dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda HSS, H. Zulkifli, S.Sos., M.AP. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) HSS Agung Setiawan Prasetya, jajaran kepala perangkat daerah, Tim Pakar Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, perwakilan perbankan BUMD, serta para kepala bagian di lingkungan Setda HSS.


Forum tersebut membahas usulan program kerja TPAKD Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026, dengan penekanan pada kelompok rentan dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam arahannya, Zulkifli menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan pembiayaan formal.
“Melalui TPAKD, kita ingin memastikan masyarakat, khususnya UMKM dan kelompok rentan, memiliki akses pembiayaan yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan. Ini menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat ekonomi daerah,” ujarnya.

Sejumlah program yang diusulkan antara lain Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (KPMR) yang menyasar pelaku UMKM dan perempuan. Kemudian program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) bagi pelajar, santri, mahasiswa, pemuda, penyandang disabilitas, serta masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).


Selain itu, Pemkab HSS juga mengusulkan pengembangan Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di perdesaan, pembentukan ekosistem bank sampah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan perempuan, serta kegiatan product/business matching untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan lembaga pembiayaan dan pasar potensial.

Menurut Zulkifli, rangkaian program tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan, melainkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan produktif di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
“Kami berharap program TPAKD Tahun 2026 benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
*(Uck/Banjartv.com)










