Pembangunan Bendungan Riam Kiwa Masih Tahap Pendanaan, BWS Kalimantan III Optimistis Mulai 2026

Bagikan

Banjartv.com, Martapura – Kelanjutan pembangunan Bendungan Riam Kiwa hingga kini masih berada pada tahap proses pendanaan. Proyek strategis tersebut merupakan kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar, Jimmy. Ia mengatakan pihaknya telah menanyakan langsung perkembangan proyek tersebut kepada BWS Kalimantan III, namun informasi yang diterima masih sama seperti tahun sebelumnya.

“Kami sudah menanyakan progres pembangunan Bendungan Riam Kiwa. Informasi yang kami terima, saat ini masih dalam proses pendanaan, sama seperti tahun sebelumnya,” ujar Jimmy saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/1/2026).

Meski demikian, Jimmy menyebut pihak BWS tetap optimistis pembangunan bendungan dapat mulai direalisasikan pada 2026. Tahap awal yang direncanakan adalah pembangunan infrastruktur akses menuju lokasi bendungan.

“Pihak BWS Kalimantan III optimistis pada 2026 sudah mulai pelaksanaan pembangunan, khususnya infrastruktur akses menuju lokasi Bendungan Riam Kiwa,” katanya.

Menurutnya, apabila pembangunan tersebut terealisasi, dampak positif akan dirasakan langsung oleh masyarakat di Kecamatan Sungai Pinang. Sejumlah akses jalan di wilayah itu direncanakan akan ditangani BWS guna mendukung mobilisasi dan demobilisasi material proyek.

“Kalau memang terealisasi, beberapa akses jalan akan ditangani oleh pihak BWS untuk mendukung mobilisasi dan demobilisasi material pembangunan bendungan,” jelasnya.

Namun, Jimmy mengakui optimisme serupa juga pernah disampaikan pada tahun sebelumnya. Kendati demikian, pihaknya tetap berharap rencana tersebut benar-benar terwujud tahun ini.

“Pernyataan seperti ini juga pernah disampaikan tahun lalu. Tapi kami tetap berpikir positif, mudah-mudahan tahun ini benar-benar terealisasi,” tambahnya.

Terkait kondisi infrastruktur yang terdampak, Jimmy menyebut kerusakan paling parah terjadi pada ruas jalan rigid di Desa Sungai Tabuk. Jalan tersebut mengalami kerusakan akibat gerusan Sungai Riam Kiwa.

Baca Juga  Bandara Internasional Syamsudin Noor Resmi Buka Rute Langsung Banjarmasin – Samarinda, Tingkatkan Konektivitas Antar Kota Kalimantan

“Jalan rigid di Desa Sungai Tabuk hampir setengahnya habis tergerus aliran Sungai Riam Kiwa,” ungkapnya.

Atas kondisi itu, Dinas PUPRP Kabupaten Banjar telah melakukan audiensi dengan BWS Kalimantan III. Namun, menurut Jimmy, fokus utama BWS saat ini masih pada rencana pembangunan Bendungan Riam Kiwa sebagai prioritas.

Bendungan Riam Kiwa direncanakan berlokasi di Desa Angkipih dan Desa Paramasan Bawah, Kabupaten Banjar. Bendungan tersebut dinilai mampu mereduksi debit air hingga sekitar 70 persen.

“Kami sudah melakukan audiensi dengan pihak BWS karena itu memang kewenangan mereka. Namun, saat ini prioritas mereka tetap pembangunan Bendungan Riam Kiwa,” pungkasnya.

*(ARD?banjartv.com)