BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Hari Santri 2026 di HSS, Momentum Mengenang Perjuangan Ulama dan Santri • Wabup Suriani Minta Perangkat Daerah Optimalkan Potensi PAD HSS • 10 Program Pokok PKK di HSS Dievaluasi, Administrasi dan Pembinaan Kader Jadi Sorotan • Peduli Relawan Karhutla, Ketua TP PKK HSS Salurkan Bantuan melalui Posko BPBD • Dua Sekolah di HSS Jalani Penilaian Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi • Meriah! Pengajian Jumat Pon di Bukit Raya Padukan Dakwah, Jaranan, dan Gamelan Rock Ska • Ambulans Desa Sungai Buluh Diresmikan, Akses Pelayanan Kesehatan Diharapkan Makin Mudah • Raih 16 Medali, Prima Jaya Swimming Club Tunjukkan Taring di Banjarbaru • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Pemkab HSS Perkuat Kompetensi Petani melalui Pelatihan Penggunaan Pestisida Aman

Pemkab HSS Perkuat Kompetensi Petani melalui Pelatihan Penggunaan Pestisida Aman

📅 07 May 2026 ✍️ banjartv 🕐 07 May 2026
Bagikan

BANJARTV.COM, HULU SUNGAI SELATAN – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) bekerja sama dengan Alishter menggelar Pelatihan Pestisida Terbatas bagi para petani di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Angkinang, Desa Bamban Selatan, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan tersebut dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) HSS, H. Muhammad Noor, mewakili Bupati HSS. Pelatihan diikuti sebanyak 110 peserta yang berasal dari delapan kecamatan di Kabupaten HSS.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menggunakan pestisida secara aman, tepat, serta bertanggung jawab demi mendukung produktivitas pertanian yang berkelanjutan.

Dalam sambutan Bupati HSS yang dibacakannya, Sekda H. Muhammad Noor menekankan pentingnya pemahaman petani terhadap risiko penggunaan pestisida di sektor pertanian.

Menurutnya, penggunaan pestisida secara masif harus diimbangi dengan pengetahuan yang memadai agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan maupun lingkungan.

“Petani perlu lebih profesional dalam menjalankan proses pertanian, termasuk memahami tata cara penggunaan pestisida yang aman, ramah lingkungan, serta mengetahui dampak jangka panjangnya,” ujarnya.

Ia juga mengimbau seluruh peserta agar mengikuti pelatihan dengan serius dan aktif berdiskusi sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di lapangan dan dibagikan kepada petani lainnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Alishter Pusat, Syafrizal, mengatakan pelatihan di Kabupaten HSS merupakan kegiatan ketiga yang dilaksanakan pihaknya di daerah tersebut.

Ia menyebutkan, sejak 2016 Alishter telah menyelenggarakan pelatihan di 406 lokasi yang tersebar di 288 kabupaten/kota di Indonesia dengan jumlah peserta mencapai sekitar 40 ribu orang.

“Untuk Kabupaten Hulu Sungai Selatan, ini merupakan pelaksanaan yang ketiga. Pelatihan ini penting untuk meningkatkan pemahaman petani terkait penggunaan pestisida, termasuk bahan aktif seperti paraquat dichloride, guna mendukung produktivitas pertanian menuju swasembada pangan,” jelasnya.

Baca Juga  Meriah! Pengajian Jumat Pon di Bukit Raya Padukan Dakwah, Jaranan, dan Gamelan Rock Ska

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian HSS, Ketua Alishter Provinsi Kalimantan Selatan, unsur Forkopimcam Angkinang, serta jajaran penyuluh pertanian setempat.

Melalui pelatihan ini, pemerintah daerah berharap kapasitas dan profesionalisme petani terus meningkat, tidak hanya dalam mendukung hasil produksi pertanian, tetapi juga dalam menjaga keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan pertanian secara berkelanjutan.

*(UCK/BANJARTV.COM)

Bagikan: WhatsApp Facebook