BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Tanam Padi Bersama Kementan, HSS Percepat Modernisasi Pertanian dan Penguatan Ketahanan Pangan • Bupati HSS Ajukan KUA-PPAS APBD 2027, Fokus Perkuat Pangan Lokal dan Industri Kreatif • Bupati HSS Hadiri Resepsi Pernikahan Bripda Ilham dan Fahrian Azizah • Bupati HSS Lepas Kontingen FORKI ke Kejuaraan Karate Shukaido Borneo II Se-Kalimantan • Wabup HSS Hadiri Saprah Amal, Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Langgar Miftahul Khair • Pemkab HSS Perkuat Perlindungan Pekerja Rentan Lewat Program Perjaka HSS Semangat • Wabup HSS dan Danyonif TP 829 Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan Daerah • Wabup HSS Tegaskan Optimalisasi PAD dari Pajak Hotel di Loksado • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Pemkab HSS Perkuat Kompetensi Petani melalui Pelatihan Penggunaan Pestisida Aman

Pemkab HSS Perkuat Kompetensi Petani melalui Pelatihan Penggunaan Pestisida Aman

📅 07 May 2026 ✍️ banjartv 🕐 07 May 2026
Bagikan

BANJARTV.COM, HULU SUNGAI SELATAN – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) bekerja sama dengan Alishter menggelar Pelatihan Pestisida Terbatas bagi para petani di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Angkinang, Desa Bamban Selatan, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan tersebut dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) HSS, H. Muhammad Noor, mewakili Bupati HSS. Pelatihan diikuti sebanyak 110 peserta yang berasal dari delapan kecamatan di Kabupaten HSS.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menggunakan pestisida secara aman, tepat, serta bertanggung jawab demi mendukung produktivitas pertanian yang berkelanjutan.

Dalam sambutan Bupati HSS yang dibacakannya, Sekda H. Muhammad Noor menekankan pentingnya pemahaman petani terhadap risiko penggunaan pestisida di sektor pertanian.

Menurutnya, penggunaan pestisida secara masif harus diimbangi dengan pengetahuan yang memadai agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan maupun lingkungan.

“Petani perlu lebih profesional dalam menjalankan proses pertanian, termasuk memahami tata cara penggunaan pestisida yang aman, ramah lingkungan, serta mengetahui dampak jangka panjangnya,” ujarnya.

Ia juga mengimbau seluruh peserta agar mengikuti pelatihan dengan serius dan aktif berdiskusi sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di lapangan dan dibagikan kepada petani lainnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Alishter Pusat, Syafrizal, mengatakan pelatihan di Kabupaten HSS merupakan kegiatan ketiga yang dilaksanakan pihaknya di daerah tersebut.

Ia menyebutkan, sejak 2016 Alishter telah menyelenggarakan pelatihan di 406 lokasi yang tersebar di 288 kabupaten/kota di Indonesia dengan jumlah peserta mencapai sekitar 40 ribu orang.

“Untuk Kabupaten Hulu Sungai Selatan, ini merupakan pelaksanaan yang ketiga. Pelatihan ini penting untuk meningkatkan pemahaman petani terkait penggunaan pestisida, termasuk bahan aktif seperti paraquat dichloride, guna mendukung produktivitas pertanian menuju swasembada pangan,” jelasnya.

Baca Juga  TMMD ke-128 HSS Percepat Pengecoran Jalan Pantai Ulin–Ulin dengan Excavator

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian HSS, Ketua Alishter Provinsi Kalimantan Selatan, unsur Forkopimcam Angkinang, serta jajaran penyuluh pertanian setempat.

Melalui pelatihan ini, pemerintah daerah berharap kapasitas dan profesionalisme petani terus meningkat, tidak hanya dalam mendukung hasil produksi pertanian, tetapi juga dalam menjaga keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan pertanian secara berkelanjutan.

*(UCK/BANJARTV.COM)

Bagikan: WhatsApp Facebook