BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Mahasiswa KKN Internasional ULM Gelar Edukasi dan Perkuat Kerja Sama di Sekolah Malaysia • HSS Raih Terbaik 3 se-Kalimantan dalam Penurunan Kemiskinan dan Stunting • Pemkab HSS Raih Terbaik 2 Creative Financing di Ajang Regional Kalimantan 2026 • Pemkab HSS Perkuat Kompetensi Petani melalui Pelatihan Penggunaan Pestisida Aman • Festival Permainan Tradisional Hardiknas 2026 di HSS Diikuti 518 Pelajar • Ketua TP PKK HSS Perkuat Pembinaan Desa Sirih Jelang Penilaian AKU HATINYA PKK • Ratusan Siswa SD di Sungai Raya Ikuti Khataman Massal Al-Qur’an • Hari ke-16 TMMD ke-128, Kodim 1003/HSS Percepat Pengecoran Jalan Penghubung Desa • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Pemkab HSS Perkuat Kompetensi Petani melalui Pelatihan Penggunaan Pestisida Aman

Pemkab HSS Perkuat Kompetensi Petani melalui Pelatihan Penggunaan Pestisida Aman

📅 07 May 2026 ✍️ banjartv 🕐 1 jam lalu
Bagikan

BANJARTV.COM, HULU SUNGAI SELATAN – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) bekerja sama dengan Alishter menggelar Pelatihan Pestisida Terbatas bagi para petani di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Angkinang, Desa Bamban Selatan, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan tersebut dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) HSS, H. Muhammad Noor, mewakili Bupati HSS. Pelatihan diikuti sebanyak 110 peserta yang berasal dari delapan kecamatan di Kabupaten HSS.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menggunakan pestisida secara aman, tepat, serta bertanggung jawab demi mendukung produktivitas pertanian yang berkelanjutan.

Dalam sambutan Bupati HSS yang dibacakannya, Sekda H. Muhammad Noor menekankan pentingnya pemahaman petani terhadap risiko penggunaan pestisida di sektor pertanian.

Menurutnya, penggunaan pestisida secara masif harus diimbangi dengan pengetahuan yang memadai agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan maupun lingkungan.

“Petani perlu lebih profesional dalam menjalankan proses pertanian, termasuk memahami tata cara penggunaan pestisida yang aman, ramah lingkungan, serta mengetahui dampak jangka panjangnya,” ujarnya.

Ia juga mengimbau seluruh peserta agar mengikuti pelatihan dengan serius dan aktif berdiskusi sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di lapangan dan dibagikan kepada petani lainnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Alishter Pusat, Syafrizal, mengatakan pelatihan di Kabupaten HSS merupakan kegiatan ketiga yang dilaksanakan pihaknya di daerah tersebut.

Ia menyebutkan, sejak 2016 Alishter telah menyelenggarakan pelatihan di 406 lokasi yang tersebar di 288 kabupaten/kota di Indonesia dengan jumlah peserta mencapai sekitar 40 ribu orang.

“Untuk Kabupaten Hulu Sungai Selatan, ini merupakan pelaksanaan yang ketiga. Pelatihan ini penting untuk meningkatkan pemahaman petani terkait penggunaan pestisida, termasuk bahan aktif seperti paraquat dichloride, guna mendukung produktivitas pertanian menuju swasembada pangan,” jelasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian HSS, Ketua Alishter Provinsi Kalimantan Selatan, unsur Forkopimcam Angkinang, serta jajaran penyuluh pertanian setempat.

Melalui pelatihan ini, pemerintah daerah berharap kapasitas dan profesionalisme petani terus meningkat, tidak hanya dalam mendukung hasil produksi pertanian, tetapi juga dalam menjaga keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan pertanian secara berkelanjutan.

*(UCK/BANJARTV.COM)

Bagikan: WhatsApp Facebook