BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Kalsel Berduka, H Rudy Ariffin Berpulang di Usia 73 Tahun, Tinggalkan Jejak Panjang bagi Banua • Baayun Maulid, Tradisi Warga Banjar Menyambut Bulan Rabiul Awal • Ragam Aksi Kemanusiaan Aisyiyah Banjarmasin: Dari Bantuan Korban Kebakaran hingga Pembagian Masker Karhutla • Haul ke-191 Datu Ahmad Balimau, Bupati HSS Ajak Masyarakat Jaga Nilai Luhur dan Pererat Silaturahmi • 100 Perempuan PRSE HSS Dibekali Keterampilan Kuliner, Didorong Jadi Pelaku Usaha Mandiri • Relawan Peduli Lamandau Galang Dana untuk Bantu Pengobatan Penderita Kanker Usus Besar • Cegah Kanker Leher Rahim, Ketua TP PKK HSS Pantau Skrining HPV DNA di Tanah Bangkang • Tinjau Karhutla di HSS, Bupati Apresiasi Gerak Cepat Warga dan Relawan • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Kalsel Berduka, H Rudy Ariffin Berpulang di Usia 73 Tahun, Tinggalkan Jejak Panjang bagi Banua

Kalsel Berduka, H Rudy Ariffin Berpulang di Usia 73 Tahun, Tinggalkan Jejak Panjang bagi Banua

📅 06 Sep 2026 ✍️ banjartv 🕐 8 jam lalu
Bagikan

BANJARTV.COM, BANJARMASIN – Kabar duka datang dari Kalimantan Selatan. Mantan Gubernur Kalimantan Selatan H Rudy Ariffin meninggal dunia di Rumah Sakit Amanah Banjarmasin, Minggu (6/9/2026), sekitar pukul 11.00 WITA.

Rudy Ariffin mengembuskan napas terakhir setelah sempat menjalani perawatan selama satu hari di rumah sakit tersebut. Ia meninggal dunia dalam usia 73 tahun.

Kepergian Rudy Ariffin meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta masyarakat Kalimantan Selatan. Sosok yang pernah memimpin provinsi ini selama dua periode tersebut dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan pemerintahan dan pembangunan Banua.

Rudy Ariffin menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Selatan selama dua periode, yakni 2005–2010 dan 2010–2015. Sebelum dipercaya memimpin provinsi, ia terlebih dahulu meniti karier panjang sebagai birokrat dan menjabat Bupati Banjar selama dua periode.

Almarhum juga dikenal sebagai ayah dari mantan Wali Kota Banjarbaru H M Aditya Mufti Ariffin. Rudy meninggalkan tiga orang anak, yakni H M Aditya Mufti Ariffin, S.H., M.H., Hj Adistya Dewi Ariffin, S.E., dan Kapten CPM Setya Persada Ariffin.

Jejak pengabdian Rudy Ariffin di pemerintahan dimulai jauh sebelum dirinya menduduki kursi kepala daerah. Kariernya tercatat dimulai pada 1979 ketika bertugas sebagai Mantri Pamong Praja (MPP) Kecamatan Sungai Tabuk.

Dari posisi tersebut, Rudy kemudian menjalani berbagai penugasan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Pengalamannya terus berkembang seiring dengan kepercayaan yang diberikan untuk mengisi sejumlah jabatan strategis dalam birokrasi.

Ia pernah bertugas di lingkungan BP-7, bidang pendidikan dan pelatihan, hingga dipercaya menjadi Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Pendapatan Kalimantan Selatan. Rudy kemudian menduduki posisi Kepala Biro Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.

Pengalaman panjang sebagai birokrat tersebut menjadi bekal sebelum Rudy dipercaya memimpin Kabupaten Banjar selama dua periode. Kariernya kemudian berlanjut ke tingkat provinsi setelah terpilih sebagai Gubernur Kalimantan Selatan.

Baca Juga  TMMD ke-128 HSS Percepat Pengecoran Jalan Pantai Ulin–Ulin dengan Excavator

Pada periode pertama kepemimpinannya, Rudy berpasangan dengan H M Rosehan Noor Bahri. Sementara pada periode kedua, ia didampingi H Rudy Resnawan.

Selama satu dekade memimpin Kalimantan Selatan, Rudy bersama wakilnya mendorong pembangunan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan hingga pertanian.

Salah satu capaian yang tercatat pada periode awal kepemimpinannya ialah program pemberantasan buta aksara yang mencapai target pada 2008, atau setahun lebih cepat dari rencana.

Pada periode yang sama, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan juga menunjukkan peningkatan, dari kisaran lima persen menjadi sekitar 6,5 persen.

Dari sisi fiskal daerah, kapasitas APBD Kalimantan Selatan turut meningkat. Anggaran yang berada di kisaran Rp800 miliar ketika Rudy pertama kali menjabat gubernur kemudian meningkat menjadi sekitar Rp2,5 triliun pada akhir periode pertamanya. Pada penghujung masa kepemimpinannya, APBD disebut telah mencapai sekitar Rp5,5 triliun.

Peningkatan kapasitas anggaran tersebut turut menopang pembangunan infrastruktur. Sejumlah proyek strategis didorong pada masa kepemimpinannya, antara lain pembangunan jalan dan flyover di Banjarmasin, pengembangan Bandara Syamsudin Noor, serta gagasan pembangunan jembatan yang menghubungkan Pulau Laut dengan daratan Kalimantan.

Di sektor pertanian, pemerintah daerah pada masa kepemimpinan Rudy juga mendorong penguatan Kalimantan Selatan sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional.

Produksi padi Kalimantan Selatan pada 2014 tercatat lebih dari dua juta ton dengan surplus beras sekitar 600 ribu ton. Sementara dari sisi kesejahteraan masyarakat, angka kemiskinan pada 2013 tercatat sekitar enam persen, menurun dibandingkan lebih dari tujuh persen pada 2005.

Rudy Ariffin lahir di Banjarmasin pada 17 Agustus 1953. Ia menempuh pendidikan dasar di SR Barabai, kemudian melanjutkan pendidikan SMP dan SMA di Banjarmasin.

Baca Juga  Safari Ramadan HSS di Kalumpang, Pererat Ukhuwah dan Tumbuhkan Harapan

Pendidikan formalnya berlanjut di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Banjarbaru. Setelah itu, Rudy meneruskan pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat.

Perjalanan pendidikan dan karier tersebut mengantarkannya menjadi salah satu tokoh birokrasi dan pemerintahan yang cukup dikenal di Kalimantan Selatan.

Setelah tidak lagi menjabat sebagai gubernur, Rudy tetap dikenal sebagai tokoh Banua. Pengalamannya dalam pemerintahan membuat pandangan dan pemikirannya mengenai pembangunan daerah masih mendapat perhatian.

Kini, perjalanan panjang tersebut telah berakhir. Rudy Ariffin berpulang, meninggalkan keluarga, sahabat, kolega, serta masyarakat Kalimantan Selatan yang pernah menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.

Jenazah Rudy Ariffin dibawa dari RS Amanah Banjarmasin menuju Masjid Al-Jihad Banjarmasin untuk dimandikan dan disalatkan setelah salat Zuhur.

Setelah itu, jenazah dibawa ke kediaman pribadi keluarga di Jalan Garuda, Banjarbaru, untuk disemayamkan sementara.

Prosesi penghormatan terakhir kemudian dilanjutkan di Masjid Agung Al-Karomah Martapura setelah salat Asar. Setelah salat jenazah secara fardu kifayah, jenazah dibawa menuju Taman Makam Bahagia, Landasan Ulin, Banjarbaru.

Di tempat tersebut, Rudy Ariffin dimakamkan pada Minggu sore.

Kepergian Rudy Ariffin menjadi kehilangan bagi Kalimantan Selatan. Sepanjang perjalanan hidupnya, ia mengabdikan diri dalam birokrasi dan pemerintahan hingga dipercaya memimpin Banua selama dua periode.

Namanya akan tetap menjadi bagian dari catatan perjalanan Kalimantan Selatan, baik melalui pengabdiannya di pemerintahan maupun berbagai pembangunan yang berlangsung selama masa kepemimpinannya.

Selamat jalan, H Rudy Ariffin. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilaf dan kesalahannya, serta memberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan.

*(RED/BANJARTV.COM)

Bagikan: WhatsApp Facebook