BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Kalsel Berduka, H Rudy Ariffin Berpulang di Usia 73 Tahun, Tinggalkan Jejak Panjang bagi Banua • Baayun Maulid, Tradisi Warga Banjar Menyambut Bulan Rabiul Awal • Ragam Aksi Kemanusiaan Aisyiyah Banjarmasin: Dari Bantuan Korban Kebakaran hingga Pembagian Masker Karhutla • Haul ke-191 Datu Ahmad Balimau, Bupati HSS Ajak Masyarakat Jaga Nilai Luhur dan Pererat Silaturahmi • 100 Perempuan PRSE HSS Dibekali Keterampilan Kuliner, Didorong Jadi Pelaku Usaha Mandiri • Relawan Peduli Lamandau Galang Dana untuk Bantu Pengobatan Penderita Kanker Usus Besar • Cegah Kanker Leher Rahim, Ketua TP PKK HSS Pantau Skrining HPV DNA di Tanah Bangkang • Tinjau Karhutla di HSS, Bupati Apresiasi Gerak Cepat Warga dan Relawan • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Haul ke-191 Datu Ahmad Balimau, Bupati HSS Ajak Masyarakat Jaga Nilai Luhur dan Pererat Silaturahmi

Haul ke-191 Datu Ahmad Balimau, Bupati HSS Ajak Masyarakat Jaga Nilai Luhur dan Pererat Silaturahmi

📅 06 Sep 2026 ✍️ banjartv 🕐 9 jam lalu
Bagikan

BANJARTV.COM, HULU SUNGAI SELATAN — Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) H. Syafrudin Noor mengajak masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan para ulama terdahulu sekaligus mempererat silaturahmi dan kebersamaan.

Pesan tersebut disampaikan Syafrudin saat menghadiri Haul ke-191 Datu Ahmad Balimau di Masjid Darus Sa’adah, Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang, Sabtu (5/9/2026).

Dalam kesempatan itu, Syafrudin menegaskan bahwa ulama dan tokoh agama memiliki peran penting dalam membimbing masyarakat di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, peran ulama tidak hanya sebatas mengajarkan ilmu agama, tetapi juga turut membentuk kehidupan masyarakat agar tetap berpegang pada nilai-nilai keagamaan dan tradisi yang diwariskan para pendahulu.

“Bagi kita di Hulu Sungai Selatan, keberadaan para ulama dan tokoh agama memiliki tempat yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Mereka tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga ikut membentuk kehidupan masyarakat agar tetap memiliki pegangan yang kokoh dalam menghadapi berbagai perubahan zaman,” kata Syafrudin.

Ia menilai, pelaksanaan haul yang telah dipertahankan selama 191 tahun merupakan tradisi yang patut disyukuri. Menurutnya, haul bukan sekadar kegiatan untuk mengenang dan mendoakan ulama terdahulu, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi serta kebersamaan masyarakat.

Di tengah perkembangan zaman dan derasnya berbagai pengaruh dari luar, kegiatan keagamaan seperti haul dinilai memiliki arti penting dalam menjaga hubungan antargenerasi. Momentum tersebut sekaligus menjadi sarana untuk kembali mengingat dan menghidupkan nilai-nilai yang telah diwariskan para ulama kepada generasi penerus.

“Saya juga melihat bahwa kehadiran masyarakat pada kegiatan seperti ini merupakan hal yang sangat berarti. Ada yang datang untuk mengikuti pembacaan doa dan tahlil, ada yang datang bersama keluarga, dan ada pula yang datang karena ingin bersilaturahmi,” ujarnya.

Baca Juga  Pendapatan Perumda Pasar Rp. 1,8 miliar Dewan minta evaluasi Direksi

“Semuanya memiliki niat yang baik, dan mudah-mudahan kebersamaan kita pada hari ini menjadi bagian dari amal yang mendapat keberkahan dari Allah SWT,” lanjutnya.

Haul ke-191 Datu Ahmad Balimau di Masjid Darus Sa’adah turut dihadiri masyarakat, ulama, habaib, guru agama, dzuriat, serta berbagai unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat.

Sejumlah ulama dan habaib yang hadir di antaranya Tuan Guru KH. Akhmad Syairazi selaku Ketua MUI Provinsi Kalimantan Selatan, Ketua MUI Kabupaten HSS, Habib Hasan Al Habsy dari Sekumpul, Habib Husin As Segaf dari Rantau, serta KH. Ahmad Barmawi.

Bupati HSS hadir bersama Wakil Bupati HSS H. Suriani, S.Sos., M.AP., dan Ketua TP PKK HSS Hj. Mustaidah Syafrudin Noor. Turut hadir unsur Forkopimda Kabupaten HSS, H. Iberahim Noor selaku Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Keluarga Besar H. Ciut, jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten HSS, Camat Kalumpang, Kepala Desa Balimau, dzuriat Datu Ahmad Balimau, relawan, serta masyarakat dan jemaah haul.

Peringatan haul tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan ajaran agama, menjaga nilai-nilai luhur serta tradisi leluhur, sekaligus mempererat persaudaraan dan kerukunan di tengah masyarakat.

Keberadaan ulama dan tokoh agama juga diharapkan terus menjadi perekat persatuan serta sumber keteladanan bagi generasi muda. Warisan nilai-nilai keagamaan yang telah ditanamkan para ulama terdahulu diharapkan tetap menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Pada kesempatan tersebut, Syafrudin turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh dzuriat Datu Ahmad Balimau, panitia pelaksana, pengurus Masjid Darus Sa’adah, para alim ulama, tokoh masyarakat, serta warga yang secara konsisten menjaga dan melaksanakan tradisi haul.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh dzuriat Datu Ahmad Balimau, panitia pelaksana, pengurus Masjid Darus Sa’adah, para alim ulama, tokoh masyarakat, serta seluruh warga yang telah menjaga dan melaksanakan kegiatan haul ini dengan penuh ketulusan,” tutupnya.

Baca Juga  Air Sungai Tinggi, Ratusan Kapal Tertahan Di Jembatan Ambulung Kabupaten Banjar

*(UCK/BANJARTV.COM)

Bagikan: WhatsApp Facebook