BANJARTV
🔍
Lintas Banua
Bunda PAUD HSS Tekankan Sinergi Orang Tua dan Guru Cegah Kekerasan terhadap Anak • Raih Nilai 97,85, HSS Ditetapkan sebagai Kabupaten Percontohan Ber-AKSI 2026 • Polda Kalsel Gandeng Komunitas Gamers Banua Deklarasikan Penolakan Judi Online • HMJM dan ESA FEB ULM Tanam 300 Bibit Pohon dalam Aksi Run Fest 2026 • Pengurus KKG dan MGMP PAI se-Kalsel Dikukuhkan, Kakanwil Tekankan Peran Guru dalam Pembentukan Karakter • GOW HSS Perkuat Kapasitas Perempuan dalam Pengelolaan Media Sosial • Bupati HSS Dukung Rezky, Atlet Pencak Silat Kalsel Siap Berlaga di O2SN Nasional • Wabup HSS Hadiri Pembukaan Latsarmil Komcad ASN Pemprov Kalsel 2026 • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Bunda PAUD HSS Tekankan Sinergi Orang Tua dan Guru Cegah Kekerasan terhadap Anak

Bunda PAUD HSS Tekankan Sinergi Orang Tua dan Guru Cegah Kekerasan terhadap Anak

📅 05 Nov 2026 ✍️ banjartv 🕐 14 jam lalu
Bagikan

BANJARTV.COM, HULU SUNGAI SELATAN – Bunda PAUD Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Hj. Mustaidah Syafrudin Noor, mengajak orang tua dan pendidik memperkuat sinergi dalam mencegah kekerasan terhadap anak serta menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak usia dini.

Ajakan tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan parenting yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten HSS di Pendopo Wakil Bupati HSS, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan bertema “Sinergi Orang Tua dan Pendidik PAUD dalam Pencegahan Kekerasan serta Perlindungan Anak Usia Dini” tersebut menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi antara keluarga dan satuan pendidikan dalam menerapkan pola pengasuhan positif serta mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan menyenangkan.

Dalam sambutannya, Mustaidah menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya orang tua maupun pihak sekolah. Menurutnya, usia dini merupakan fase penting dalam pembentukan karakter, kebiasaan, kepercayaan diri, serta perkembangan sosial dan emosional anak.

Ia mengingatkan bahwa pendidikan anak tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian akademis, seperti kemampuan membaca, berhitung, bernyanyi, dan mengenal berbagai pengetahuan. Lebih dari itu, anak juga harus tumbuh dalam lingkungan yang memberikan rasa aman, perlindungan, perhatian, dan kasih sayang.

“Kita perlu memahami bahwa mendidik anak bukan sekadar memastikan mereka bisa membaca, berhitung, bernyanyi, atau mengenal berbagai pengetahuan. Lebih dari itu, kita juga harus memastikan bahwa mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, penuh kasih sayang, serta bebas dari segala bentuk kekerasan,” ungkapnya.

Mustaidah juga menekankan bahwa perlindungan anak tidak cukup hanya dilakukan dengan mencegah kekerasan fisik. Kesehatan mental dan emosional anak juga harus menjadi perhatian serius, termasuk melindungi mereka dari kekerasan verbal, perkataan yang menyakitkan, serta perlakuan yang dapat merendahkan harga diri dan menghambat tumbuhnya rasa percaya diri.

Baca Juga  Bupati HSS Dorong Lulusan IAI Darul Ulum Berperan Aktif Bangun Daerah

Menurutnya, rumah dan sekolah merupakan dua lingkungan utama yang sangat menentukan tumbuh kembang anak. Karena itu, keduanya harus berjalan beriringan dan memiliki komitmen yang sama dalam menerapkan pola pengasuhan dan pendidikan yang positif.

Ia juga mengingatkan orang tua dan pendidik agar tidak membanding-bandingkan anak, mengingat setiap anak memiliki karakter, kemampuan, dan tahapan perkembangan yang berbeda. Sebaliknya, setiap anak perlu diberikan kesempatan untuk berkembang sesuai dengan potensi dan kemampuannya.

Selain itu, orang tua dan pendidik diharapkan membiasakan diri mendengarkan anak ketika berbicara, menghargai perasaan mereka, memberikan apresiasi atas setiap usaha, serta menyampaikan teguran secara bijaksana dan mendidik ketika anak melakukan kesalahan.

“Anak-anak yang tumbuh dengan kasih sayang, perhatian, dan rasa aman akan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk membangun kepercayaan diri serta menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” menjadi salah satu pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Sebagai Bunda PAUD Kabupaten HSS, Mustaidah berharap seluruh satuan pendidikan PAUD di daerah itu dapat terus menjadi lingkungan yang ramah anak, menyenangkan, serta memberikan perlindungan secara menyeluruh.

Ia menginginkan setiap anak dapat datang ke sekolah dengan perasaan gembira, belajar tanpa rasa takut, bermain dengan nyaman, dan pulang membawa pengalaman yang menyenangkan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, ia mengajak para pendidik PAUD mengedepankan pendekatan yang humanis, sabar, dan penuh kasih sayang dalam mendidik anak. Sementara itu, orang tua diharapkan terus meningkatkan pemahaman mengenai kebutuhan, perasaan, dan tahapan perkembangan anak.

Mustaidah juga berharap kegiatan parenting tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial atau pertemuan sesaat, tetapi menjadi langkah awal untuk membangun komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pengasuhan, baik di lingkungan keluarga maupun satuan pendidikan.

Baca Juga  Bupati HSS Serahkan Bantuan Kepada 792 Kepala Keluarga Terdampak Banjir di Wilayah Kec Kalumpang

Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diharapkan dapat menerapkan pengetahuan dan pemahaman yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta pola pengasuhan positif dan lingkungan pendidikan yang senantiasa mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten HSS Hj. Misnawati Suriani, Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten HSS, Pengawas TK Kecamatan Kandangan, Kepala TK Negeri 1 Kandangan beserta dewan guru, pimpinan TKS Budi Mulia beserta dewan guru, serta para orang tua murid.

*(UCK/BANJARTV.COM)

Bagikan: WhatsApp Facebook