BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Raih 16 Medali, Prima Jaya Swimming Club Tunjukkan Taring di Banjarbaru • Hanura Banjarmasin Salurkan Air Bersih untuk Warga Jalan Irian 1, Tampung Aspirasi Masyarakat • SKCK Online Keliling Ditintelkam Polda Kalsel Sambangi Kampus, Mahasiswa Rasakan Kemudahan Layanan • Muscab Pramuka HSS Dimajukan ke Desember 2026, Ini Alasan Ketua Kwarcab • Kandangan Ethnic Sasirangan Fashion Show, Dorong Pelestarian Budaya dan Pengembangan UMKM • JERITAN HATI ANAK KALIMANTAN YANG TERSAPU KABUT ASAP • Bazar hingga Tata Rias Lokal, Yuniati Iberahim Dorong Penguatan UMKM di Kandangan • Kabut Asap Tak Padamkan Kreativitas, 90 Penampil Meriahkan Fashion Show Sasirangan di HSS • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Bunda Literasi HSS Dorong Perpustakaan Jadi Pusat Belajar dan Pemberdayaan Masyarakat

Bunda Literasi HSS Dorong Perpustakaan Jadi Pusat Belajar dan Pemberdayaan Masyarakat

📅 31 Aug 2026 ✍️ banjartv 🕐 31 Aug 2026
Bagikan

BANJARTV.COM, KANDANGAN – Bunda Literasi Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Hj. Mustaidah Syafrudin Noor, mendorong perpustakaan daerah terus bertransformasi menjadi pusat pengetahuan, ruang belajar, serta wadah interaksi dan pemberdayaan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Hj. Mustaidah saat membuka kegiatan Bedah Buku Pendidikan Islam yang berlangsung di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten HSS, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, kegiatan bedah buku tidak sekadar menjadi ruang untuk membaca dan mendiskusikan sebuah karya. Kegiatan tersebut juga menjadi salah satu upaya memperkuat budaya literasi sekaligus memperluas wawasan masyarakat.

“Bedah buku ini bukan sekadar kegiatan membaca dan mendiskusikan sebuah karya. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kita membangun budaya literasi, memperluas wawasan, serta menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar yang hidup bagi masyarakat,” ujar Hj. Mustaidah.

Ia menilai, keberadaan perpustakaan daerah perlu terus dikembangkan agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas dan menjawab kebutuhan masyarakat di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, perpustakaan harus mampu hadir sebagai pusat pengetahuan yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya menyediakan bahan bacaan, perpustakaan juga diharapkan menjadi ruang untuk belajar, bertukar gagasan, berdiskusi, serta mengembangkan berbagai potensi masyarakat.

“Perpustakaan tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi harus hadir sebagai pusat pengetahuan, ruang interaksi, ruang belajar, dan wahana pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Hj. Mustaidah menjelaskan, upaya tersebut sejalan dengan konsep transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Melalui konsep ini, perpustakaan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata kepada masyarakat secara luas, tanpa membedakan usia, latar belakang, maupun kondisi sosial.

Karena itu, ia mengajak masyarakat HSS untuk bersama-sama menjadikan perpustakaan sebagai rumah pengetahuan yang aktif, terbuka, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga  Pengurus PWI Pusat 2025–2030 Resmi Dikukuhkan di Solo, Ketum: Persatuan adalah Kunci

“Mari kita hidupkan perpustakaan dengan membaca, berdiskusi, berbagi gagasan, dan menghasilkan karya,” ajaknya.

Dalam kegiatan tersebut, hadir Dr. Wahyuni Rifani, M.Pd.I., Ketua PC ISNU Kota Banjarbaru sekaligus penulis buku Pendidikan Islam, sebagai narasumber. Sementara Assoc. Prof. Dr. Dini Mahdany, M.Pd.I., hadir secara daring sebagai pembahas.

Kegiatan diikuti sejumlah guru dari Yayasan Al Futuwah Kandangan. Turut hadir Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten HSS beserta jajaran serta para peserta kegiatan.

*(UCK/BANJARTV.COM)

Bagikan: WhatsApp Facebook