BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Tanam Padi Bersama Kementan, HSS Percepat Modernisasi Pertanian dan Penguatan Ketahanan Pangan • Bupati HSS Ajukan KUA-PPAS APBD 2027, Fokus Perkuat Pangan Lokal dan Industri Kreatif • Bupati HSS Hadiri Resepsi Pernikahan Bripda Ilham dan Fahrian Azizah • Bupati HSS Lepas Kontingen FORKI ke Kejuaraan Karate Shukaido Borneo II Se-Kalimantan • Wabup HSS Hadiri Saprah Amal, Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Langgar Miftahul Khair • Pemkab HSS Perkuat Perlindungan Pekerja Rentan Lewat Program Perjaka HSS Semangat • Wabup HSS dan Danyonif TP 829 Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan Daerah • Wabup HSS Tegaskan Optimalisasi PAD dari Pajak Hotel di Loksado • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Wabup HSS Hadiri Haul Ke-63 Datu Bajayau, Ribuan Jemaah Padati Daha Barat

Wabup HSS Hadiri Haul Ke-63 Datu Bajayau, Ribuan Jemaah Padati Daha Barat

📅 24 Jun 2026 ✍️ banjartv 🕐 24 Jun 2026
Bagikan

BANJARTV.COM, DAHA BARAT – Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), H. Suriani, S.Sos., M.AP., menghadiri peringatan Haul ke-63 Syekh KH Ismail bin Patuan KH Abdul Qodir atau yang dikenal sebagai Datu Bajayau, di Desa Bajayau Tengah, Kecamatan Daha Barat, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan keagamaan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri para ulama, tokoh masyarakat, serta ribuan jemaah dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan dan sekitarnya. Tausiah agama disampaikan oleh KH Ahmad Syairazi, pimpinan Pondok Pesantren Dalam Pagar Kandangan sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan.

Wakil Bupati HSS H. Suriani mengatakan, peringatan haul merupakan momentum penting untuk mengenang sekaligus meneladani perjuangan para ulama dalam menyebarkan syiar Islam serta membangun kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai agama.

“Melalui peringatan haul ini, kita tidak hanya mengenang jasa para ulama, tetapi juga mengambil pelajaran dari perjuangan dan keteladanan beliau dalam berdakwah serta membangun ukhuwah di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan ulama memiliki peran besar dalam membentuk karakter masyarakat yang religius dan harmonis. Oleh karena itu, nilai-nilai yang diwariskan para ulama harus terus dijaga dan dilestarikan oleh generasi penerus.

Suriani juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk kecintaan kepada ulama sekaligus upaya memperkuat persaudaraan sesama umat Islam.

“Pemerintah daerah mendukung kegiatan keagamaan seperti ini karena menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, serta menjaga tradisi keislaman yang telah diwariskan para pendahulu,” katanya.

Sementara itu, dalam tausiahnya, KH Ahmad Syairazi mengajak masyarakat untuk meneladani akhlak dan perjuangan Datu Bajayau yang dikenal istiqamah dalam berdakwah serta mengajarkan nilai-nilai Islam kepada masyarakat.

Peringatan Haul ke-63 Datu Bajayau berlangsung tertib dan penuh khidmat. Selain menjadi ajang mengenang jasa ulama, kegiatan tersebut juga menjadi wadah memperkuat ukhuwah Islamiyah serta memperkokoh nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat.

Baca Juga  TNI dan Pemkab Banjar Resmikan Sumur Bor untuk Atasi Krisis Air Bersih dan Tekan Angka Stunting

*(UCK/BANJARTV.COM)

Bagikan: WhatsApp Facebook