BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Bupati HSS Ajukan KUA-PPAS APBD 2027, Fokus Perkuat Pangan Lokal dan Industri Kreatif • Bupati HSS Hadiri Resepsi Pernikahan Bripda Ilham dan Fahrian Azizah • Bupati HSS Lepas Kontingen FORKI ke Kejuaraan Karate Shukaido Borneo II Se-Kalimantan • Wabup HSS Hadiri Saprah Amal, Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Langgar Miftahul Khair • Pemkab HSS Perkuat Perlindungan Pekerja Rentan Lewat Program Perjaka HSS Semangat • Wabup HSS dan Danyonif TP 829 Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan Daerah • Wabup HSS Tegaskan Optimalisasi PAD dari Pajak Hotel di Loksado • Dinsos P3AP2KB Banjar Ungkap Kasus Remaja 14 Tahun Terpapar Radikalisme Tingkat Tinggi, Kini Jalani Pendampingan Intensif • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Pemkab HSS Perkuat Gerakan Antikorupsi dengan Libatkan Tokoh Masyarakat dan Influencer

Pemkab HSS Perkuat Gerakan Antikorupsi dengan Libatkan Tokoh Masyarakat dan Influencer

📅 23 May 2026 ✍️ banjartv 🕐 23 May 2026
Bagikan

BANJARTV.COM, KANDANGAN – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kabupaten Percontohan Antikorupsi Tahun 2026 di Aula Wakil Bupati HSS, Selasa (19/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya antikorupsi melalui pemberdayaan masyarakat.

Bimtek tersebut mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi” dan merupakan tindak lanjut dari hasil observasi Kabupaten/Kota Percontohan Antikorupsi Tahun 2026 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), yang menetapkan Kabupaten HSS sebagai calon Kabupaten Percontohan Antikorupsi.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda HSS, Tedy Soetedjo, mengatakan pemerintah daerah berkomitmen membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.

“Pemerintah Kabupaten HSS berupaya memperkuat sinergi dengan masyarakat agar budaya antikorupsi tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi juga gerakan bersama,” ujarnya.

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari KPK RI, yakni Analis Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Aris Dedy Arham dan Desi Aryati Sulastri.

Dalam pemaparannya, Aris menegaskan bahwa peran masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan korupsi, terutama melalui pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.

“Pemberantasan korupsi tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan keterlibatan aktif masyarakat untuk menciptakan sistem yang transparan dan akuntabel,” kata Aris.

Peserta bimtek berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, organisasi kepemudaan, organisasi perempuan, komunitas seni dan budaya, hingga influencer lokal.

Tokoh adat yang hadir di antaranya perwakilan Manyanggar Salamatan Danau Bangkau, Tokoh Adat Danau Bangkau, Tokoh Adat Malaris Desa Loklahung, serta Tokoh Adat Bidukun Desa Malinau.

Sementara itu, unsur keagamaan dihadiri perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Al Washliyah, dan Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Baca Juga  Bahas Tata Ruang 20 Tahun ke Depan, Wabup HSS Hadiri Paripurna DPRD

Selain itu, hadir pula organisasi masyarakat dan kepemudaan seperti KNPI, HMI, PMII, BKPRMI, Karang Taruna, Pramuka, Dewan Kesenian, dan komunitas sineas HSS.

Peserta juga diberi kesempatan menyampaikan aspirasi serta usulan terkait program pemberdayaan masyarakat yang nantinya menjadi bahan masukan bagi Pemerintah Kabupaten HSS dalam mendukung pembangunan daerah yang akuntabel dan berintegritas.

Melalui kegiatan ini, Pemkab HSS berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat semakin kuat dalam membangun budaya antikorupsi di daerah.

*(UCK/BANJARTV.COM)

Bagikan: WhatsApp Facebook