BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
BTN Optimistis Pertumbuhan Sektor Perumahan di Kalsel Capai 20 Persen • Pemkab HSS Jajaki Kerja Sama dengan UMB, RS Hasan Basry Disiapkan Jadi Rumah Sakit Pendidikan • Pemkab HSS Dukung Program BPN, Percepat Sertifikasi dan Tertib Administrasi • TNI–Pemkab HSS Bersinergi, TMMD ke-128 Sasar Desa Pantai Ulin • Pemkab HSS Perkuat Koordinasi Sambut HUT ke-77 ALRI Divisi IV • DPRD HSS Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025, Bupati Siap Benahi Tata Kelola • Pemkab HSS Gelar Rakor Terbatas, Antisipasi Dampak Geopolitik pada Infrastruktur • Semarak Hari Kartini dan Hardiknas, Bunda PAUD HSS Buka Lomba Busana Anak TK • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
BTN Optimistis Pertumbuhan Sektor Perumahan di Kalsel Capai 20 Persen

BTN Optimistis Pertumbuhan Sektor Perumahan di Kalsel Capai 20 Persen

📅 24 Apr 2026 ✍️ banjartv 🕐 22 jam lalu
Bagikan

BANJARTV.COM, BANJARMASIN – Sektor properti dan perumahan di Kalimantan Selatan diproyeksikan tumbuh signifikan pada 2026. Optimisme tersebut disampaikan Bank Tabungan Negara (BTN) bersama perbankan syariah, seiring tingginya kebutuhan masyarakat terhadap hunian di tengah dinamika ekonomi.

Kepala Cabang BTN Banjarmasin, Bona Pasogit Rumapea, menegaskan komitmen perseroan dalam mendorong pertumbuhan sektor properti di Banua. Hal itu disampaikannya dalam diskusi publik bersama Forum Komunikasi Wartawan Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Jumat (29/4/2026).

“Kami optimistis target pertumbuhan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dapat mencapai hampir 20 persen dibandingkan tahun lalu. Kami berharap kondisi ekonomi makro juga semakin membaik,” ujar Bona.

Untuk mencapai target tersebut, BTN menyiapkan strategi bisnis terintegrasi dari hulu hingga hilir. Selain fokus pada penyaluran KPR, perseroan juga memperkuat ekosistem digital melalui aplikasi BTN Property guna memudahkan layanan bagi nasabah individu, institusi, maupun mitra pengembang (developer).

Pada triwulan I 2026 (per Maret), BTN Banjarmasin telah menyalurkan lebih dari 400 unit rumah. Bona menilai capaian tersebut masih dalam batas wajar, mengingat adanya pergeseran pola konsumsi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri yang jatuh pada Maret. Ia optimistis realisasi akan meningkat pada triwulan berikutnya.

Terkait kenaikan harga material yang berdampak pada harga rumah, Bona mengakui hal tersebut berpengaruh. Namun, ia mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pembelian properti.

“Kondisi ini memang berdampak, tetapi kebutuhan hunian tetap ada. Jika ditunda, harga rumah berpotensi semakin naik, daya beli menurun, atau masyarakat harus mencari lokasi yang lebih jauh dari pusat aktivitas,” katanya.

Untuk perumahan subsidi, BTN berharap pemerintah dapat menyesuaikan harga jual dengan peningkatan pendapatan masyarakat agar daya beli tetap terjaga.

Sementara itu, Branch Manager Bank Syariah Kantor Cabang Banjarmasin, Sulthon Agung, juga menyampaikan optimisme serupa. Ia menyebut pihaknya saat ini menempati posisi kedua dalam pangsa pasar pembiayaan perumahan di Kalimantan Selatan, di bawah BTN.

“Sepanjang 2025, kami menyalurkan lebih dari 2.900 unit rumah, mendekati 3.000 unit. Pada triwulan I 2026, realisasi mencapai sekitar 600 unit. Target kami hingga akhir tahun berada di kisaran 3.200 hingga 3.400 unit,” jelasnya.

Dalam menarik minat masyarakat, Sulthon mengatakan persyaratan KPR subsidi telah ditetapkan pemerintah, sehingga pihaknya fokus pada peningkatan kualitas layanan. Integrasi sistem antara nasabah, pengembang, dan bank menjadi kunci, disertai percepatan proses persetujuan pembiayaan.

“Tantangan utama saat ini adalah kenaikan harga material dan lahan. Namun, kami menjawabnya dengan menjaga layanan prima serta menghadirkan kemudahan transaksi melalui aplikasi super apps layanan syariah,” tutupnya.

*(EAM/BANJARTV.COM)

Bagikan: WhatsApp Facebook