BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Bupati HSS Ajukan KUA-PPAS APBD 2027, Fokus Perkuat Pangan Lokal dan Industri Kreatif • Bupati HSS Hadiri Resepsi Pernikahan Bripda Ilham dan Fahrian Azizah • Bupati HSS Lepas Kontingen FORKI ke Kejuaraan Karate Shukaido Borneo II Se-Kalimantan • Wabup HSS Hadiri Saprah Amal, Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Langgar Miftahul Khair • Pemkab HSS Perkuat Perlindungan Pekerja Rentan Lewat Program Perjaka HSS Semangat • Wabup HSS dan Danyonif TP 829 Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan Daerah • Wabup HSS Tegaskan Optimalisasi PAD dari Pajak Hotel di Loksado • Dinsos P3AP2KB Banjar Ungkap Kasus Remaja 14 Tahun Terpapar Radikalisme Tingkat Tinggi, Kini Jalani Pendampingan Intensif • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Progres Koperasi Merah Putih Capai 25 Titik, HSS Kejar Target Nasional

Progres Koperasi Merah Putih Capai 25 Titik, HSS Kejar Target Nasional

📅 30 Mar 2026 ✍️ banjartv 🕐 30 Mar 2026
Bagikan

BANJARTV.COM, HULU SUNGAI SELATAN – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) terus mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) guna memenuhi target program strategis nasional. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 25 titik di sejumlah desa.

Percepatan tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Wakil Bupati HSS, H. Suriani, di Aula Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM setempat, Senin (30/3/2026). Rapat ini merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang penyediaan lahan koperasi oleh pemerintah daerah.

Dalam rapat terungkap, dari total 148 desa dan kelurahan di Kabupaten HSS, pemerintah daerah menargetkan pembangunan 43 gerai koperasi atau sekitar 30 persen dapat rampung paling lambat Juli 2026. Progres tertinggi saat ini tercatat di Desa Lumpangi dengan capaian 82 persen.

“Dari 148 KDKMP, minimal 30 persen harus sudah selesai pada Juli 2026,” tegas Suriani.

Sementara itu, Business Assistant Kabupaten HSS, Wahyu Amrullah, melaporkan bahwa seluruh aspek legalitas koperasi telah terpenuhi 100 persen. Saat ini, pembangunan fisik tengah berlangsung di 25 titik, serta seluruh Rapat Anggota Tahunan (RAT) telah terjadwal.

Selain itu, sejumlah unit usaha mulai dirintis melalui skema kemitraan, di antaranya usaha penjualan pupuk di Taniran Kubah dan usaha pakan ternak di Gumbil.

“Legalitas sudah 100 persen, pembangunan fisik berjalan di 25 titik, dan seluruh RAT telah terjadwal. Beberapa unit usaha juga mulai dirintis melalui kemitraan,” ujar Wahyu.

Meski demikian, pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah kendala, seperti kurang aktifnya sumber daya manusia (SDM) anggota koperasi, adanya anggota yang mengundurkan diri, keterbatasan lahan, minimnya modal awal, serta belum optimalnya kegiatan usaha di beberapa lokasi.

Baca Juga  OMC di Kalsel Berhasil Kurangi Curah Hujan

Menanggapi hal tersebut, Suriani menegaskan bahwa program KDKMP merupakan bagian dari program strategis nasional yang memerlukan dukungan semua pihak. Ia juga mendorong percepatan penyediaan lahan untuk mendukung pembangunan gerai koperasi di setiap desa.

“Kita harus bergerak bersama. Ini program strategis nasional yang harus kita sukseskan,” tegasnya.

*(UCK/Banjartv.com)

Bagikan: WhatsApp Facebook