BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Wabup HSS Tutup Kejurcab FORBASI Piala Bupati, Tekankan Pembinaan Generasi Muda • Workshop 1.000 Guru dan HUT ke-21 HIMPAUDI Kalsel Digelar di HSS, Bunda PAUD Tekankan Pentingnya Fondasi Pendidikan Anak • Jambore V HIMPAUDI Kalsel Berakhir, Hulu Sungai Tengah Raih Juara Umum • SMAN 1 Kandangan dan MTsN 3 HSS Dominasi Podium Atletik Bupati Cup 2026 • Grand Launching IAI GIBTHA, Pemkab HSS Dorong Lahirnya Generasi Cerdas dan Berakhlak • Wabup HSS Pimpin Rakor, Matangkan Persiapan Hari Jadi ke-76 • Sekda HSS: Ilmu Jangan Berhenti di Ruang Kelas, Harus Berdampak bagi Masyarakat • Kemarau Panjang, Warga Menthobi Raya Kesulitan Air Bersih, Perusahaan Salurkan Bantuan • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Progres Koperasi Merah Putih Capai 25 Titik, HSS Kejar Target Nasional

Progres Koperasi Merah Putih Capai 25 Titik, HSS Kejar Target Nasional

📅 30 Mar 2026 ✍️ banjartv 🕐 30 Mar 2026
Bagikan

BANJARTV.COM, HULU SUNGAI SELATAN – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) terus mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) guna memenuhi target program strategis nasional. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 25 titik di sejumlah desa.

Percepatan tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Wakil Bupati HSS, H. Suriani, di Aula Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM setempat, Senin (30/3/2026). Rapat ini merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang penyediaan lahan koperasi oleh pemerintah daerah.

Dalam rapat terungkap, dari total 148 desa dan kelurahan di Kabupaten HSS, pemerintah daerah menargetkan pembangunan 43 gerai koperasi atau sekitar 30 persen dapat rampung paling lambat Juli 2026. Progres tertinggi saat ini tercatat di Desa Lumpangi dengan capaian 82 persen.

“Dari 148 KDKMP, minimal 30 persen harus sudah selesai pada Juli 2026,” tegas Suriani.

Sementara itu, Business Assistant Kabupaten HSS, Wahyu Amrullah, melaporkan bahwa seluruh aspek legalitas koperasi telah terpenuhi 100 persen. Saat ini, pembangunan fisik tengah berlangsung di 25 titik, serta seluruh Rapat Anggota Tahunan (RAT) telah terjadwal.

Selain itu, sejumlah unit usaha mulai dirintis melalui skema kemitraan, di antaranya usaha penjualan pupuk di Taniran Kubah dan usaha pakan ternak di Gumbil.

“Legalitas sudah 100 persen, pembangunan fisik berjalan di 25 titik, dan seluruh RAT telah terjadwal. Beberapa unit usaha juga mulai dirintis melalui kemitraan,” ujar Wahyu.

Meski demikian, pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah kendala, seperti kurang aktifnya sumber daya manusia (SDM) anggota koperasi, adanya anggota yang mengundurkan diri, keterbatasan lahan, minimnya modal awal, serta belum optimalnya kegiatan usaha di beberapa lokasi.

Baca Juga  Pemkab HSS Hadirkan Sistem Administrasi dan Penatausahaan Aset Daerah. Melalui Aplikasi E-BMD.

Menanggapi hal tersebut, Suriani menegaskan bahwa program KDKMP merupakan bagian dari program strategis nasional yang memerlukan dukungan semua pihak. Ia juga mendorong percepatan penyediaan lahan untuk mendukung pembangunan gerai koperasi di setiap desa.

“Kita harus bergerak bersama. Ini program strategis nasional yang harus kita sukseskan,” tegasnya.

*(UCK/Banjartv.com)

Bagikan: WhatsApp Facebook