BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Bupati HSS Ajukan KUA-PPAS APBD 2027, Fokus Perkuat Pangan Lokal dan Industri Kreatif • Bupati HSS Hadiri Resepsi Pernikahan Bripda Ilham dan Fahrian Azizah • Bupati HSS Lepas Kontingen FORKI ke Kejuaraan Karate Shukaido Borneo II Se-Kalimantan • Wabup HSS Hadiri Saprah Amal, Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Langgar Miftahul Khair • Pemkab HSS Perkuat Perlindungan Pekerja Rentan Lewat Program Perjaka HSS Semangat • Wabup HSS dan Danyonif TP 829 Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan Daerah • Wabup HSS Tegaskan Optimalisasi PAD dari Pajak Hotel di Loksado • Dinsos P3AP2KB Banjar Ungkap Kasus Remaja 14 Tahun Terpapar Radikalisme Tingkat Tinggi, Kini Jalani Pendampingan Intensif • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
OMC di Kalsel Berhasil Kurangi Curah Hujan

OMC di Kalsel Berhasil Kurangi Curah Hujan

📅 21 Apr 2022 ✍️ banjartv 🕐 21 Apr 2022
Bagikan

Banjarmasin, Banjartv.com – Langkah Cepat Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Muhidin mengusulkan bantuan pentingnya Operasi. Modifikasi Cuaca (OMC) mendatangkan hasil optimal.

” Alhamdulillah usulan Pak Gubernur direpon cepat Badan Nasional Penamggulangan Bencana (BNPB). Hasilnya, sejak OMC dilaksanakan selama dua hari 29 dan 30 Januari kenarin, intensitas hujan di Kalsel cenderung menurun, ” terang Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kalsel, Minggu (2/2/2025)

Bambang mengatakan, kegiatan OMC merupakan salah satu bentuk upaya mitigasi yang dapat dilaksanakan untuk mengurangi dampak dan potensi bencana. Salag satunya ancaman banjir akibat tingginya intesiras curah hujan.

Pola nya yaitu melakukan penyemaian pada awan awan yang berpotensi hujan, agar terjadi hujan sebelum masuk di daerah daerah yang rawan banjir akibat curah hujan tinggi.

Betdasarkan pengamatan dalam beberapa hari terakhir sebut, PNS penerima Anugerah ASN Award 2024 Kalsel ini, pada OMC kemarin secara umum awan-awan terutama yg berada di daerah pesisir Selatan Kalsel diusahakan agar tidak turun hujan di daratan kalsel,

“Alhamdulillah berdasarkan analisa BMG cukup mengurangi potensi hujan yang berasal dari awan awan di bagian selatan. Walaupun tidak dapat melingkupi seluruh wilayah Kalsel. Namun masih dapat memberi dampak cukup untuk mengurangi risiko banjir.

Menurut Bambang idealnya operasi modifikasi cuaca dilakukan lebih lama agar mendapat hasil yg lebih maksimal,” papar Bambang Dedi.

Lebih lanjut ia mengatakan, Gubernur Kalsel H Muhidin dalam usulan surat kepada Kepala BNPB juga mengharapkan agar pelaksanaan OMC kembali digelar di langit Kalsel .

Dalam surat permohonan ittu dituliskan bantuan agar BNPB kembali membantu kegiatan OMC pada tanggal 8-9 Februari 2025. Pasalnya, Kalsel menjadi tuan rumah even nasional skala besar, yakni Peringatan Hari Pers Nasional (HPN).

Baca Juga  38 Tim Ramaikan Balogo Cup 2026, Polres HSS Perkuat Sinergi dengan Masyarakat

Berdasarkan informasi Panitia Pusat dan Panitia HPN 2025, Presiden Prabowo Subianto dan pejabat negara direncanakan akan datang ke Kalsel.

Sementara itu Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB, Agus Riyanto mengatakan, operasi ini bukan untuk menghilangkan hujan, namun mengendalikan intensitas hujan yang tinggi.

Ia menjelaskan, modifikasi cuaca ini dilakukan dengan cara redistribusi curah hujan ke beberapa titik aman salah satunya laut. “Kami jatuhkan garam dan kapur tohor satu ton di awan yang ada dilaut, sehingga hujan di daratan pun akan berkurang,” katanya.

Ia menyebut, garam mempercepat turunnya hujan sebelum awan mencapai daratan. Kapur tohor membuyarkan awan agar hujan tak terjadi. “Metodenya mempercepat dan membuyarkan. Dua skema atau dua teknologi yang digunakan,” ucapnya, saat meninjau langsung kegiatan OMC di Bandara Syamsudin Noor, baru baru tadi.

Menurutnya, efektivitas modifikasi cuaca ini mencapai 70 persen. BMKG bahkan sudah membentuk unit khusus untuk teknologi ini. “Dengan begitu, teknologi ini masih relevan untuk mitigasi bencana,” ujarnya.

Bagikan: WhatsApp Facebook