BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Wabup HSS Tinjau Wisata Tanuhi, Pastikan Layanan Tetap Optimal Saat Libur Panjang • Pelantikan PC Muslimat NU HSS Warnai Harlah ke-80, Bupati Dorong Kontribusi Nyata • Pemkab HSS Gelar Rakor Mei 2026, Tekankan Peningkatan Pelayanan Publik • Rotasi Pejabat di Polres HSS, Kapolres Tekankan Solidaritas dan Kepercayaan Publik • Mahasiswa KKN Internasional ULM di Malaysia Tuai Apresiasi • Sukses Mengabdi di Negeri Jiran, KKN Internasional ULM Hadirkan Dampak Nyata melalui Empat Pilar Pengabdian • Semarak Iduladha di Dalpa, Ketua TP PKK HSS Hadiri Pesta Sate Jumbo • Wabup HSS Salat Iduladha Bersama Warga Daha, Ajak Perkuat Nilai Religius • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Rakorpusda HSS: Perkuat Penemuan Kasus dan Kepatuhan Pengobatan TBC

Rakorpusda HSS: Perkuat Penemuan Kasus dan Kepatuhan Pengobatan TBC

📅 14 Mar 2026 ✍️ banjartv 🕐 14 Mar 2026
Bagikan

Banjartv.com, Hulu Sungai Selatan — Pemerintah pusat dan daerah terus memperkuat langkah percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) di Indonesia. Salah satunya melalui Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah (Rakorpusda) yang digelar bersama Kementerian Dalam Negeri RI dan Kementerian Kesehatan RI di Media Center Sekretariat Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan tersebut diikuti berbagai unsur pemerintah daerah, di antaranya Asisten I Setda, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB), Kepala Dinas PMDPPPA, perwakilan Inspektorat Daerah, Bapperida, serta sejumlah dinas terkait lainnya.

Rakorpusda ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menekan angka kasus TBC, khususnya melalui peningkatan investigasi kontak terhadap penderita yang ditemukan di masyarakat.

Berdasarkan data tahun 2025, capaian indeks kasus TBC all cases yang dilakukan investigasi kontak secara nasional mencapai rata-rata 52 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Provinsi Kalimantan Selatan yang berada di kisaran 43 persen.

Kepala DKPPKB Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Salahuddin, S.Kep., Ners, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan TBC.

“Capaian ini merupakan hasil kerja kolaboratif semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga partisipasi aktif masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, capaian tersebut bukanlah akhir dari upaya penanggulangan TBC, melainkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dalam mewujudkan eliminasi penyakit tersebut di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Pihaknya pun berkomitmen memperkuat penemuan kasus secara aktif, meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan, memperbaiki sistem pelaporan, serta memperluas sinergi lintas sektor.

Melalui langkah-langkah tersebut, diharapkan percepatan eliminasi TBC di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Baca Juga  FOPI Peringati Hari Kebebasan Pers Dunia 2026, Dorong Kolaborasi untuk Informasi Berkualitas

*(UCK/Banjartv.com)

Bagikan: WhatsApp Facebook