Polres HSS Ungkap 23 Kasus Kriminalitas dalam Operasi Sikat Intan I 2026, 33 Tersangka Diamankan

Bagikan

Banjartv.com, Hulu Sungai Selatan – Kepolisian Resor (Polres) Hulu Sungai Selatan (HSS) berhasil mengungkap 23 kasus kriminalitas dan mengamankan 33 tersangka selama pelaksanaan Operasi Sikat Intan I 2026 yang berlangsung sejak 20 Februari hingga 5 Maret 2026.

Kapolres HSS AKBP Awaluddin Syam menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Aula Amandit Mapolres HSS, Jumat (6/3/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Kabag Ops Kompol Achmad Jarkasi, Kasat Reskrim AKP Felly Manurung, Kasat Narkoba AKP Syarifuddin, serta para kapolsek di wilayah hukum Polres HSS.

Awaluddin menjelaskan, dari total 23 laporan polisi yang berhasil diungkap, kasus yang ditangani meliputi berbagai tindak pidana, mulai dari mabuk di tempat umum hingga kasus narkotika.

“Jumlah perkara yang berhasil diungkap selama operasi ini sebanyak 23 laporan polisi dengan total 33 tersangka yang berhasil diamankan,” ujar Awaluddin.

Ia merinci, kasus mabuk di tempat umum tercatat sebanyak empat laporan polisi dengan 10 tersangka. Kemudian kasus narkotika tujuh laporan polisi dengan sembilan tersangka, kepemilikan senjata tajam empat kasus dengan empat tersangka, serta pencurian dengan pemberatan (curat) empat kasus dengan empat tersangka.

Selain itu, polisi juga mengungkap satu kasus pencurian biasa dengan satu tersangka, satu kasus tipu gelap dengan satu tersangka, serta dua kasus penjualan minuman keras tanpa izin dengan empat tersangka.

Dari total tersangka tersebut, kata Awaluddin, empat orang merupakan target operasi (TO) kepolisian, sedangkan 29 lainnya merupakan kasus non-target operasi (Non-TO).

“Dari target operasi kepolisian kami berhasil mengamankan empat orang tersangka, sementara dari non-target operasi sebanyak 29 tersangka,” jelasnya.

Ia menambahkan, dibandingkan pelaksanaan operasi serupa pada 2025 lalu, jumlah perkara yang diungkap mengalami penurunan. Namun demikian, jumlah tersangka justru meningkat.

Baca Juga  Libatkan DPRD dan Desa, Pemkab HSS Sinkronkan Usulan RKPD 2027 di Dapil 2

“Terjadi tren penurunan tiga perkara dibandingkan tahun 2025. Namun jumlah tersangka meningkat delapan orang,” katanya.

Salah satu pengungkapan menonjol dalam operasi tersebut adalah kasus narkotika dengan barang bukti sabu seberat sekitar 70 gram.

Selain itu, polisi juga berhasil mengungkap kasus pembobolan toko telepon seluler di wilayah Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dengan total kerugian mencapai sekitar Rp503 juta.

Pelaku diketahui sempat melarikan diri ke Samarinda, Kalimantan Timur, sebelum akhirnya berhasil ditangkap oleh petugas.

“Pelaku satu orang dan berhasil ditangkap di Samarinda. Dari hasil pengembangan, kami juga berhasil mengamankan sekitar Rp200 juta uang hasil penjualan handphone serta puluhan unit handphone lainnya,” ungkapnya.

Kasus lain yang turut diungkap yakni pencurian kotak amal di Masjid Nurul Hidayah yang berada di kawasan Islamic Center Kandangan dengan kerugian sekitar Rp3 juta.

Selain para tersangka, polisi juga mengamankan berbagai barang bukti, di antaranya sepeda motor, senjata tajam, serta barang hasil tindak kejahatan lainnya.

“Beberapa kasus menonjol tadi sudah kami sampaikan dan semuanya saat ini masih dalam tahap penyidikan,” tegas Kapolres.

*(UCK/Banjartv.com)