Banjartv.com, BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Kesehatan melakukan relokasi Puskesmas Martapura Barat ke lokasi baru yang lebih representatif. Pembangunan fasilitas kesehatan tersebut dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat dengan nilai kontrak mencapai Rp. 9,7 miliar.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Noripansyah, mengatakan bahwa pembangunan Puskesmas Martapura Barat menggunakan dana DAK yang penyalurannya melalui pemerintah daerah, bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Alhamdulillah, Puskesmas ini dibangun dengan fasilitas yang hampir sama dengan Puskesmas lainnya. Tahun ini ada empat Puskesmas yang dibangun cukup besar, yaitu Karang Intan 2, Pengaron, Martapura Barat, serta eks Amaris yang dijadikan lokasi relokasi Puskesmas Kertak Hanyar,” ujar Ipan.
Ia menjelaskan, layanan kesehatan yang diberikan di Puskesmas Martapura Barat tidak berbeda dengan Puskesmas lain. Seluruh layanan telah menerapkan integrasi layanan primer yang mencakup klaster satu hingga klaster lima.

“Pelayanannya meliputi layanan kesehatan umum, kesehatan ibu dan anak, kesehatan gigi, serta layanan kesehatan lainnya yang terintegrasi dalam layanan primer,” jelasnya.
Terkait sarana dan prasarana alat kesehatan, Noripansyah mengakui bahwa sebagian besar alat masih menggunakan peralatan dari Puskesmas lama. Hal tersebut dikarenakan pengadaan alat kesehatan belum dianggarkan melalui APBD.
“Insyaallah tahun ini dan tahun depan akan terus kita anggarkan. Gedungnya sudah bagus, tentu harus ditunjang dengan alat kesehatan yang memadai. Apalagi sebelumnya Puskesmas Martapura Barat sering terdampak banjir sehingga banyak alat yang rusak. Itu akan menjadi perhatian utama kami,” katanya.
Sementara itu, mengenai akses jalan dan jembatan menuju Puskesmas, Noripansyah menyebut hal tersebut berada di bawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Pihaknya mengaku telah menyampaikan surat kepada instansi terkait.
“Insyaallah tahun ini akan dibangunkan jembatan oleh PU. Mudah-mudahan tidak lama lagi sudah ada jembatan baru karena saat ini masih menggunakan jembatan sementara,” ujarnya.
Puskesmas Martapura Barat melayani wilayah dengan cakupan 13 desa. Noripansyah memastikan seluruh masyarakat di wilayah tersebut mendapatkan pelayanan kesehatan yang sama sesuai standar yang telah ditetapkan.
“Artinya semua layanan kita samakan sesuai dengan layanan kesehatan sebagaimana mestinya,” pungkasnya.
ARD/Banjartv.com










