BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Raih 16 Medali, Prima Jaya Swimming Club Tunjukkan Taring di Banjarbaru • Hanura Banjarmasin Salurkan Air Bersih untuk Warga Jalan Irian 1, Tampung Aspirasi Masyarakat • SKCK Online Keliling Ditintelkam Polda Kalsel Sambangi Kampus, Mahasiswa Rasakan Kemudahan Layanan • Muscab Pramuka HSS Dimajukan ke Desember 2026, Ini Alasan Ketua Kwarcab • Kandangan Ethnic Sasirangan Fashion Show, Dorong Pelestarian Budaya dan Pengembangan UMKM • JERITAN HATI ANAK KALIMANTAN YANG TERSAPU KABUT ASAP • Bazar hingga Tata Rias Lokal, Yuniati Iberahim Dorong Penguatan UMKM di Kandangan • Kabut Asap Tak Padamkan Kreativitas, 90 Penampil Meriahkan Fashion Show Sasirangan di HSS • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Inovasi di Atas Air untuk Ketahanan Pangan Kalsel, Panen Padi Apung di Tabalong

Inovasi di Atas Air untuk Ketahanan Pangan Kalsel, Panen Padi Apung di Tabalong

📅 08 May 2025 ✍️ banjartv 🕐 08 May 2025
Bagikan

Banjartv.com, Tabalong – Selama bertahun-tahun, mayoritas petani di daerah rawa Kalimantan Selatan hidup berdampingan dengan tantangan yang sama: lahan rawa yang tergenang hingga 6–7 bulan dalam setahun.

Kondisi ini membatasi musim tanam padi, membuat banyak lahan tak bisa dimanfaatkan secara optimal. Tapi di tengah keterbatasan, muncul harapan baru melalui inovasi padi apung.

Desa Ampukung di Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong, menjadi saksi program penanaman dan pelaksanaan panen padi apung.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel dalam siaran persnya menegaskan, panen ini bukan hanya simbol keberhasilan satu musim tanam, tapi juga langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga, terutama komoditas beras yang harganya selama ini dipengaruhi ketersediaan pasokan.

Program di Tabalong ini merupakan hasil kolaborasi BI Kalsel, Pemerintah Kabupaten Tabalong, dan Pemprov Kalsel.

“Panen padi apung ini merupakan buah nyata dari keberhasilan program dukungan pengembangan padi apung di wilayah Kalsel pada tahun 2024,” ungkap BI Kalsel, Rabu (7/5/2025).

Budi daya padi apung merupakan bagian dari program unggulan Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kalsel, dalam mendukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan.

Inovasi ini memanfaatkan media tanam terapung di atas lahan rawa, memungkinkan petani tetap menanam meski air tengah pasang.

Di lapangan, program pengembangan padi apung ini dilaksanakan Kelompok Tani Al Fallah, dengan dukungan dari kelompok tani lain melalui skema berbagi praktik terbaik.

Keberhasilan panen ini menjadi bukti bahwa program yang dirancang secara terukur dan tepat sasaran mampu menghasilkan capaian yang signifikan, bahkan pada lahan yang sebelumnya tidak dapat dimanfaatkan untuk budi daya.

Berdasarkan hasil sampling, produktivitas padi apung mencapai sekitar 6,5 ton per hektare, setara dengan hasil tanam konvensional. Lebih dari itu, panen ini menunjukkan peningkatan siklus tanam, dengan lahan yang sebelumnya hanya bisa ditanami satu kali dalam setahun, kini dapat dimanfaatkan hingga dua kali musim tanam dalam setahun.

Baca Juga  Wabup HSS Hadiri Rakor Karhutla, Gubernur Kalsel: HSS Termasuk Daerah Titik Panas

Kegiatan panen padi apung ini dihadiri Bupati Tabalong H.M. Noor Rifani, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel Aloysius Donanto, dan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kalsel Imam Subarkah.

Sejumlah mitra kerja seperti Otoritas Jasa Keuangan, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Badan Urusan Logistik, TNI/Polri, instansi teknis, hingga perguruan tinggi juga ikut hadir dalam momentum ini. *(Rilis BI Kalsel/Apuy)

Bagikan: WhatsApp Facebook