BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Wabup HSS Tutup Kejurcab FORBASI Piala Bupati, Tekankan Pembinaan Generasi Muda • Workshop 1.000 Guru dan HUT ke-21 HIMPAUDI Kalsel Digelar di HSS, Bunda PAUD Tekankan Pentingnya Fondasi Pendidikan Anak • Jambore V HIMPAUDI Kalsel Berakhir, Hulu Sungai Tengah Raih Juara Umum • SMAN 1 Kandangan dan MTsN 3 HSS Dominasi Podium Atletik Bupati Cup 2026 • Grand Launching IAI GIBTHA, Pemkab HSS Dorong Lahirnya Generasi Cerdas dan Berakhlak • Wabup HSS Pimpin Rakor, Matangkan Persiapan Hari Jadi ke-76 • Sekda HSS: Ilmu Jangan Berhenti di Ruang Kelas, Harus Berdampak bagi Masyarakat • Kemarau Panjang, Warga Menthobi Raya Kesulitan Air Bersih, Perusahaan Salurkan Bantuan • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Desa Bi’ih Resmi Jadi Desa Inklusi, Pemkab Banjar Dorong Pembangunan Berkeadilan

Desa Bi’ih Resmi Jadi Desa Inklusi, Pemkab Banjar Dorong Pembangunan Berkeadilan

📅 21 Jan 2026 ✍️ banjartv 🕐 21 Jan 2026
Bagikan

Banjartv.com, BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar bersama Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Banjar secara resmi melaunching Desa Inklusi Bi’ih “Setara dan Berdaya”, Rabu Pagi. (21/1/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Bi’ih, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.

Launching Desa Inklusi Bi’ih dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Yudi Andrea, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Banjar Hafiz Ansyari, Camat Karang Intan, Pembakal Desa Bi’ih H. Yusup Halisi, perwakilan Kementerian Sosial Republik Indonesia, Baznas Kabupaten Banjar, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi perempuan, Hadir pula Sekretaris Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah sekaligus Koordinator Program Inklusi ‘Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah.

Dalam sambutan Bupati Banjar, yang dibacakan Sekda Banjar, Yudi Andrea, disampaikan bahwa launching Desa Inklusi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah awal perubahan pola pikir dan tata kelola pemerintahan desa agar pembangunan benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Desa Inklusi bukanlah sekadar label. Ini adalah komitmen bahwa perempuan, anak, penyandang disabilitas, lansia, dan kelompok rentan lainnya tidak menjadi penonton, tetapi menjadi subjek pembangunan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa konsep Desa Inklusi sejalan dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya prinsip No One Left Behind. Pemerintah desa diminta memastikan validitas data kelompok rentan, melibatkan mereka dalam musyawarah desa, serta mengakomodasi kebutuhannya dalam perencanaan dan penganggaran desa.

Sekda Banjar, Yudi Andrea menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Banjar sangat mendukung inisiatif Desa Inklusi yang digagas oleh organisasi keagamaan, dalam hal ini ‘Aisyiyah. Menurutnya, kolaborasi multipihak antara pemerintah, organisasi masyarakat, sektor swasta, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan yang berkeadilan.

“Desa Bi’ih ini menjadi desa percontohan. Harapannya, program Desa Inklusi dapat dikembangkan di desa-desa lain di Kabupaten Banjar agar layanan kepada kelompok rentan semakin maksimal,” katanya.

Baca Juga  Tak Hanya Berprestasi, HSS Siap Perkuat Layanan Publik Usai Raih Opini Kualitas Tinggi

Sementara itu, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah sekaligus Koordinator Program Inklusi ‘Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah menjelaskan bahwa Program Inklusi ‘Aisyiyah bertujuan mendorong pembangunan desa agar benar-benar inklusif dan dapat dirasakan oleh semua warga, termasuk penyandang disabilitas dan kelompok marjinal lainnya.

“Pada dasarnya semua desa harus inklusif. Kelompok rentan harus dilibatkan dalam pengambilan keputusan dan mendapatkan manfaat dari pembangunan,” jelasnya.

Ia menyebutkan bahwa Desa Bi’ih dipilih sebagai salah satu desa lokus karena telah didorong memiliki Peraturan Desa (Perdes) Desa Inklusi serta kelompok dampingan bagi penyandang disabilitas. Ke depan, Desa Bi’ih diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain, tidak hanya di Kabupaten Banjar, tetapi juga di tingkat nasional.

Selain Desa Bi’ih, terdapat beberapa desa lain yang menjadi lokus dan pengembangan program inklusi di Kabupaten Banjar, di antaranya Desa Abirau (Karang Intan), Kelampayan Ilir dan Munggu Raya (Astambul), Handil Purai dan Pindahan Baru (Beruntung Baru), serta desa scale out Sungai Alang dan Sungai Besar.

Launching Desa Inklusi Bi’ih diharapkan menjadi awal dari pembangunan desa yang berkelanjutan, ramah disabilitas, serta mampu meningkatkan kualitas hidup seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

*(Dhani/Banjartv.com)

Bagikan: WhatsApp Facebook