
Belajar dari Boon Pring, DWP HSS Dorong Pengembangan Kerajinan Bambu Berorientasi Ekspor
BANJARTV.COM, MALANG – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal melalui kunjungan kerja ke kawasan wisata edukasi Boon Pring, Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (4/6/2026).
Kunjungan yang diikuti jajaran pengurus DWP Kabupaten HSS ini bertujuan memperluas wawasan serta meningkatkan keterampilan anggota dalam memanfaatkan bambu dan serat alam menjadi produk kreatif bernilai ekonomi.
Rombongan dipimpin Penasehat DWP Kabupaten HSS yang juga Ketua Dekranasda Kabupaten HSS, Hj. Mustaidah Syafrudin Noor. Turut hadir Penasehat DWP Hj. Misnawati Suriani, Wakil Ketua Harian II Dekranasda Kabupaten HSS Dr. Yuniati, S.H., M.Kn., serta Ketua DWP Kabupaten HSS Ir. Hj. Elyani Yustika M. Noor.

Selama kunjungan, peserta mendapatkan pemaparan mengenai berbagai jenis bambu, manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, hingga peluang pengembangan produk kerajinan bernilai jual tinggi. Peserta juga mengikuti pelatihan dasar menganyam keranjang bambu yang dipandu Co-Founder Sangbamboo, Lumina Diass.
Founder Sangbamboo, Pringga Adityawan, menjelaskan bahwa peluang pasar ekspor untuk produk anyaman bambu dan serat alam saat ini cukup besar dan terus meningkat di berbagai negara.
Ketua DWP Kabupaten HSS, Elyani Yustika M. Noor, mengatakan kunjungan kerja tersebut menjadi sarana pembelajaran penting dalam menggali potensi ekonomi kreatif di daerah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pengalaman dan pengetahuan baru kepada anggota DWP tentang pemanfaatan bambu dan serat alam sebagai produk kreatif bernilai ekonomi. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, bambu juga cukup banyak ditemukan, khususnya di wilayah Loksado yang memiliki potensi kerajinan berbahan bambu,” ujarnya.
Menurut Elyani, pengalaman dari Boon Pring dapat menjadi inspirasi dalam menciptakan inovasi produk kerajinan yang sesuai dengan karakteristik dan potensi daerah.


Sementara itu, Penasehat DWP Kabupaten HSS sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten HSS, Mustaidah Syafrudin Noor, mengapresiasi pengelolaan Boon Pring yang dinilai berhasil mengintegrasikan konservasi lingkungan, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kegiatan ini memberikan banyak wawasan dan pengalaman berharga. Kami tidak hanya belajar mengenai berbagai jenis bambu dan teknik menganyam, tetapi juga melihat langsung bagaimana potensi sumber daya lokal dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi hingga menembus pasar ekspor,” katanya.
Ia menambahkan, pengembangan kerajinan berbasis bahan baku lokal merupakan langkah strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus pemberdayaan perempuan.
Hasil kunjungan ini diharapkan menjadi referensi bagi DWP dan Dekranasda Kabupaten HSS dalam menyusun program pembinaan serta penguatan UMKM kerajinan daerah. Melalui peningkatan keterampilan dan pemanfaatan sumber daya lokal, produk unggulan berbasis bambu diharapkan mampu berkembang dan memiliki daya saing di pasar regional maupun nasional.
Kegiatan berlangsung antusias. Selain memperoleh materi dan wawasan baru, peserta juga berkesempatan mempraktikkan teknik dasar menganyam bambu sebagai bekal untuk mengembangkan produk kerajinan unggulan berbasis potensi lokal di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
*(UCK/BANJARTV.COM)