BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Lomba Motif Sasirangan 2026 HSS Dorong Lahirnya Karya Berbasis Identitas Daerah • Ketua TP PKK HSS Dorong Finalis Putra Putri Pariwisata Jadi Duta Promosi Daerah • Bupati HSS Tetapkan Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan hingga September 2026 • Perempuan Jadi Garda Terdepan Cegah Judi Online dan Pinjol Ilegal • Ribuan Jamaah Padati Haul Ke-166 Datu Taniran, Bupati HSS Tegaskan Komitmen Pembangunan • Bupati HSS: Duta Pepelingasih Harus Jadi Pelopor Pelestarian Lingkungan • Wabup HSS Lantik 13 Kepala Puskesmas, Tekankan Pelayanan Cepat, Tepat, dan Inovatif • BPBD Banjar Salurkan 400 Ribu Liter Air Bersih, Imbau Warga Cegah Karhutla dan Hemat Air • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Belajar dari Boon Pring, DWP HSS Dorong Pengembangan Kerajinan Bambu Berorientasi Ekspor

Belajar dari Boon Pring, DWP HSS Dorong Pengembangan Kerajinan Bambu Berorientasi Ekspor

📅 06 Jun 2026 ✍️ banjartv 🕐 06 Jun 2026
Bagikan

BANJARTV.COM, MALANG – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal melalui kunjungan kerja ke kawasan wisata edukasi Boon Pring, Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (4/6/2026).

Kunjungan yang diikuti jajaran pengurus DWP Kabupaten HSS ini bertujuan memperluas wawasan serta meningkatkan keterampilan anggota dalam memanfaatkan bambu dan serat alam menjadi produk kreatif bernilai ekonomi.

Rombongan dipimpin Penasehat DWP Kabupaten HSS yang juga Ketua Dekranasda Kabupaten HSS, Hj. Mustaidah Syafrudin Noor. Turut hadir Penasehat DWP Hj. Misnawati Suriani, Wakil Ketua Harian II Dekranasda Kabupaten HSS Dr. Yuniati, S.H., M.Kn., serta Ketua DWP Kabupaten HSS Ir. Hj. Elyani Yustika M. Noor.

Selama kunjungan, peserta mendapatkan pemaparan mengenai berbagai jenis bambu, manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, hingga peluang pengembangan produk kerajinan bernilai jual tinggi. Peserta juga mengikuti pelatihan dasar menganyam keranjang bambu yang dipandu Co-Founder Sangbamboo, Lumina Diass.

Founder Sangbamboo, Pringga Adityawan, menjelaskan bahwa peluang pasar ekspor untuk produk anyaman bambu dan serat alam saat ini cukup besar dan terus meningkat di berbagai negara.

Ketua DWP Kabupaten HSS, Elyani Yustika M. Noor, mengatakan kunjungan kerja tersebut menjadi sarana pembelajaran penting dalam menggali potensi ekonomi kreatif di daerah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pengalaman dan pengetahuan baru kepada anggota DWP tentang pemanfaatan bambu dan serat alam sebagai produk kreatif bernilai ekonomi. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, bambu juga cukup banyak ditemukan, khususnya di wilayah Loksado yang memiliki potensi kerajinan berbahan bambu,” ujarnya.

Menurut Elyani, pengalaman dari Boon Pring dapat menjadi inspirasi dalam menciptakan inovasi produk kerajinan yang sesuai dengan karakteristik dan potensi daerah.

Baca Juga  HSS Berangkatkan 133 Atlet ke POPDA 2026, Bupati Targetkan Prestasi Terbaik untuk Daerah

Sementara itu, Penasehat DWP Kabupaten HSS sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten HSS, Mustaidah Syafrudin Noor, mengapresiasi pengelolaan Boon Pring yang dinilai berhasil mengintegrasikan konservasi lingkungan, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kegiatan ini memberikan banyak wawasan dan pengalaman berharga. Kami tidak hanya belajar mengenai berbagai jenis bambu dan teknik menganyam, tetapi juga melihat langsung bagaimana potensi sumber daya lokal dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi hingga menembus pasar ekspor,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan kerajinan berbasis bahan baku lokal merupakan langkah strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus pemberdayaan perempuan.

Hasil kunjungan ini diharapkan menjadi referensi bagi DWP dan Dekranasda Kabupaten HSS dalam menyusun program pembinaan serta penguatan UMKM kerajinan daerah. Melalui peningkatan keterampilan dan pemanfaatan sumber daya lokal, produk unggulan berbasis bambu diharapkan mampu berkembang dan memiliki daya saing di pasar regional maupun nasional.

Kegiatan berlangsung antusias. Selain memperoleh materi dan wawasan baru, peserta juga berkesempatan mempraktikkan teknik dasar menganyam bambu sebagai bekal untuk mengembangkan produk kerajinan unggulan berbasis potensi lokal di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

*(UCK/BANJARTV.COM)

Bagikan: WhatsApp Facebook