BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Maulid Nabi, TP PKK HSS Tekankan Penguatan Peran Keluarga dan Pendidikan Anak • Pemkab HSS Perkuat Cadangan Pangan, Antisipasi Krisis dan Stabilitas Harga • Polres HSS Ungkap Lima Kasus Narkoba, Tujuh Tersangka Diamankan • SMPN 2 Banjarmasin Dicanangkan Jadi Sekolah Siaga Kependudukan, Edukasi Terintegrasi Tanpa Tambah Kurikulum • Majelis Ta’lim dan Dzikir Al-Jannah Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW • Maulid Nabi di SDN Batang Kulur Tengah, Ustaz Amrul Mu’min Ajak Murid Teladani Sunnah Rasul • Buka Pelatihan Bendahara KDMP, Bupati HSS Tekankan Pentingnya Tertib Administrasi Keuangan • Kemarau Melanda HSS, Bupati dan Ribuan Warga Gelar Salat Istisqa • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
20 Kasus Terungkap, Polres HSS Sita 6,01 Gram Sabu dalam Operasi Antik Intan 2026

20 Kasus Terungkap, Polres HSS Sita 6,01 Gram Sabu dalam Operasi Antik Intan 2026

📅 03 Jun 2026 ✍️ banjartv 🕐 03 Jun 2026
Bagikan

BANJARTV.COM, KANDANGAN – Kepolisian Resor (Polres) Hulu Sungai Selatan (HSS) mengungkap 20 kasus tindak pidana narkotika selama pelaksanaan Operasi Antik Intan 2026 yang berlangsung pada 12–25 Mei 2026. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan 24 tersangka serta menyita barang bukti sabu seberat 6,01 gram.

Kapolres Hulu Sungai Selatan, AKBP Awaludin Syam, mengatakan capaian operasi tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun ini hasil operasi meningkat 100 persen dibandingkan 2025. Sebanyak 20 kasus dengan 24 tersangka berhasil kami ungkap, sementara pada 2025 hanya terdapat sembilan laporan polisi,” ujar Awaludin dalam konferensi pers di Kandangan, Selasa (2/6/2026).

Dari total 24 tersangka, tiga di antaranya merupakan target operasi (TO) yang telah menjadi sasaran petugas sebelum operasi dilaksanakan.

Selain penindakan, Polres HSS juga mengedepankan pendekatan rehabilitasi bagi pengguna narkotika. Sebanyak dua laporan polisi diselesaikan melalui mekanisme rehabilitasi setelah berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN).

“Terdapat dua laporan polisi yang diselesaikan melalui rehabilitasi karena tersangka merupakan pengguna. Pengguna kami anggap sebagai korban, sedangkan yang diproses hingga pengadilan adalah para pengedar,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan Operasi Antik Intan 2026, seluruh polsek di wilayah hukum Polres HSS turut dilibatkan dalam penindakan peredaran narkotika.

Berdasarkan data, wilayah Polsek Kandangan Kota mencatat jumlah kasus terbanyak, yakni empat kasus. Sementara itu, barang bukti sabu terbanyak ditemukan dari pengungkapan kasus oleh Polsek Daha Selatan dengan total 2,45 gram.

Awaludin mengungkapkan, para tersangka tidak seluruhnya berasal dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Sebagian merupakan warga dari kabupaten tetangga yang terungkap melalui pengembangan kasus.

“Tersangka tidak semuanya berasal dari HSS. Ada juga yang berasal dari kabupaten tetangga setelah dilakukan penangkapan di HSS dan pengembangan lebih lanjut,” katanya.

Baca Juga  KPK RI Tinjau Pelayanan Publik di HSS, Dorong Penguatan Indikator Kabupaten Ber-Aksi

Ia menegaskan, seluruh tersangka berasal dari kalangan masyarakat umum dan tidak ditemukan keterlibatan aparatur sipil negara (ASN).

Menurutnya, modus operandi para pelaku adalah membeli sabu dari daerah lain sebagai pemasok, kemudian memecahnya menjadi paket-paket kecil untuk dijual kembali dengan harga lebih terjangkau.

“Target penjualan paket sabu tersebut adalah masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah,” ujarnya.

Kapolres juga memastikan saat ini tidak ada lagi wilayah di Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang menjadi lokasi penyedia narkotika. Lokasi yang sebelumnya terindikasi sebagai tempat peredaran telah dibubarkan melalui operasi gabungan aparat.

“Dulu memang ada di wilayah Loksado yang menjadi penyedia, namun sudah kami bubarkan melalui operasi gabungan. Saat ini tidak ada lagi wilayah penyedia narkotika di HSS,” pungkasnya.

*(UCK/BANJARTV.COM)

Bagikan: WhatsApp Facebook