BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Unik dan Menghibur, Lomba Mahambit Hatap Warnai Perayaan Maulid dan HUT ke-81 RI di Pandulangan • Warung Gratis Semarak Maulid Nabi, Bupati HSS Apresiasi Semangat Berbagi Warga Kandangan Utara • TP PKK HSS Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Aneka Lomba Penuh Kebersamaan • 57 Pemain U-9 dan U-12 Ramaikan Festival Game Internal Abadi Soccer 2026 • Bupati HSS Apresiasi Penggerak HAM Desa, Perkuat Perlindungan Hak Warga • Bupati HSS Tinjau Tes Psikologi 4.184 Murid SMP, Pertama di Kalimantan Selatan • APBD Perubahan HSS 2026 Ditargetkan Rp2,057 Triliun, Naik 4,09 Persen • Sholat Istisqa Digelar di Daha Utara, Warga Berharap Hujan Segera Turun • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Pemkab HSS Gelar Rakor Terbatas, Antisipasi Dampak Geopolitik pada Infrastruktur

Pemkab HSS Gelar Rakor Terbatas, Antisipasi Dampak Geopolitik pada Infrastruktur

📅 23 Apr 2026 ✍️ banjartv 🕐 23 Apr 2026
Bagikan

BANJARTV.COM, KANDANGAN – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menggelar rapat koordinasi terbatas guna mengevaluasi dampak dinamika geopolitik global terhadap proyek pembangunan daerah, Rabu (22/4/2026).

Rapat yang berlangsung di Aula Rakat Mufakat, Kompleks Sekretariat Daerah HSS, dihadiri Bupati HSS H. Syafrudin Noor, Wakil Bupati H. Suriani, Sekretaris Daerah HSS H. Muhammad Noor, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Sekretaris Daerah HSS H. Muhammad Noor yang memimpin rapat menyampaikan, koordinasi tersebut penting sebagai respons terhadap ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak secara global, termasuk pada sektor pembangunan daerah.

“Kondisi ini berdampak pada kenaikan harga bahan bakar minyak yang memicu lonjakan harga material konstruksi hingga 20 sampai 35 persen,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kenaikan harga tersebut berpengaruh signifikan terhadap pelaksanaan berbagai proyek, khususnya di sektor infrastruktur yang tengah berjalan pada tahun anggaran 2026.

Menanggapi hal tersebut, Bupati HSS H. Syafrudin Noor meminta seluruh perangkat daerah menyampaikan laporan rinci terkait progres proyek konstruksi, baik yang sedang berjalan maupun yang akan dilaksanakan.

“Kita perlu melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencari solusi konkret, termasuk kemungkinan penyesuaian anggaran pada kontrak yang sudah berjalan,” tegasnya.

Bupati juga menekankan sejumlah langkah strategis, di antaranya percepatan perhitungan penyesuaian harga kontrak guna menghindari keterlambatan pekerjaan. Selain itu, seluruh usulan penyesuaian anggaran ditargetkan sudah diajukan paling lambat Mei 2026.

Sementara itu, untuk proyek yang belum memasuki tahap kontrak, pemerintah daerah akan melakukan kajian ulang, termasuk mempertimbangkan opsi penundaan atau pembatalan sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran.

Langkah ini diambil agar pelaksanaan program pembangunan di Kabupaten HSS tetap berjalan secara akuntabel dan tepat sasaran di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Baca Juga  Sinergi Pengadilan dan Disdukcapil, Sidang di Desa Permudah Urusan Hukum dan Administrasi

Sejumlah proyek strategis di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR), Dinas Pendidikan, serta Dinas Kesehatan disebut menjadi sektor yang paling terdampak akibat kondisi tersebut.

*(UCK/BANJARTV.COM)

Bagikan: WhatsApp Facebook