BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Raih 16 Medali, Prima Jaya Swimming Club Tunjukkan Taring di Banjarbaru • Hanura Banjarmasin Salurkan Air Bersih untuk Warga Jalan Irian 1, Tampung Aspirasi Masyarakat • SKCK Online Keliling Ditintelkam Polda Kalsel Sambangi Kampus, Mahasiswa Rasakan Kemudahan Layanan • Muscab Pramuka HSS Dimajukan ke Desember 2026, Ini Alasan Ketua Kwarcab • Kandangan Ethnic Sasirangan Fashion Show, Dorong Pelestarian Budaya dan Pengembangan UMKM • JERITAN HATI ANAK KALIMANTAN YANG TERSAPU KABUT ASAP • Bazar hingga Tata Rias Lokal, Yuniati Iberahim Dorong Penguatan UMKM di Kandangan • Kabut Asap Tak Padamkan Kreativitas, 90 Penampil Meriahkan Fashion Show Sasirangan di HSS • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Progres Koperasi Merah Putih Capai 25 Titik, HSS Kejar Target Nasional

Progres Koperasi Merah Putih Capai 25 Titik, HSS Kejar Target Nasional

📅 30 Mar 2026 ✍️ banjartv 🕐 30 Mar 2026
Bagikan

BANJARTV.COM, HULU SUNGAI SELATAN – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) terus mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) guna memenuhi target program strategis nasional. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 25 titik di sejumlah desa.

Percepatan tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Wakil Bupati HSS, H. Suriani, di Aula Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM setempat, Senin (30/3/2026). Rapat ini merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang penyediaan lahan koperasi oleh pemerintah daerah.

Dalam rapat terungkap, dari total 148 desa dan kelurahan di Kabupaten HSS, pemerintah daerah menargetkan pembangunan 43 gerai koperasi atau sekitar 30 persen dapat rampung paling lambat Juli 2026. Progres tertinggi saat ini tercatat di Desa Lumpangi dengan capaian 82 persen.

“Dari 148 KDKMP, minimal 30 persen harus sudah selesai pada Juli 2026,” tegas Suriani.

Sementara itu, Business Assistant Kabupaten HSS, Wahyu Amrullah, melaporkan bahwa seluruh aspek legalitas koperasi telah terpenuhi 100 persen. Saat ini, pembangunan fisik tengah berlangsung di 25 titik, serta seluruh Rapat Anggota Tahunan (RAT) telah terjadwal.

Selain itu, sejumlah unit usaha mulai dirintis melalui skema kemitraan, di antaranya usaha penjualan pupuk di Taniran Kubah dan usaha pakan ternak di Gumbil.

“Legalitas sudah 100 persen, pembangunan fisik berjalan di 25 titik, dan seluruh RAT telah terjadwal. Beberapa unit usaha juga mulai dirintis melalui kemitraan,” ujar Wahyu.

Meski demikian, pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah kendala, seperti kurang aktifnya sumber daya manusia (SDM) anggota koperasi, adanya anggota yang mengundurkan diri, keterbatasan lahan, minimnya modal awal, serta belum optimalnya kegiatan usaha di beberapa lokasi.

Baca Juga  Bandara Internasional Syamsudin Noor Sambut Kedatangan Jamaah Haji Kloter Pertama

Menanggapi hal tersebut, Suriani menegaskan bahwa program KDKMP merupakan bagian dari program strategis nasional yang memerlukan dukungan semua pihak. Ia juga mendorong percepatan penyediaan lahan untuk mendukung pembangunan gerai koperasi di setiap desa.

“Kita harus bergerak bersama. Ini program strategis nasional yang harus kita sukseskan,” tegasnya.

*(UCK/Banjartv.com)

Bagikan: WhatsApp Facebook