Universitas Terbuka Lantik Pejabat Baru di Seluruh Daerah, Tiga Manajer UT Banjarmasin Resmi Dilantik hingga 2030

Bagikan

BANJARTV.COM, BANJARMASIN – Universitas Terbuka (UT) melantik para pejabat baru di seluruh unit kerja daerah. Pelantikan dilakukan secara hybrid dan serentak di 39 UT Daerah serta satu UT Luar Negeri, termasuk di UT Banjarmasin, Jumat (30/1/2026).

Restrukturisasi ini dilakukan seiring penerapan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru yang diharapkan mampu memperkuat marwah akademik Universitas Terbuka serta meningkatkan daya saing sebagai perguruan tinggi jarak jauh berkelas dunia.

Di UT Banjarmasin, terdapat tiga pejabat yang dilantik secara daring dengan masa bakti hingga tahun 2030. Ketiganya yakni Jumriadi sebagai Manajer Perluasan Daya Jangkau, Registrasi, dan Ujian; Yuli Triana sebagai Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Alumni; serta Yudiansyah sebagai Manajer Keuangan, Sumber Daya, dan Umum. Selain itu, satu manajer dari UT Makassar juga mengikuti prosesi pelantikan dari UT Banjarmasin.

Dalam amanatnya, Rektor Universitas Terbuka Prof. Dr. Ali Muktiyanto menegaskan bahwa pejabat baru harus mampu bergerak lebih lincah, kokoh, kuat, dan berorientasi pada pelayanan. Hal tersebut dinilai penting untuk menjawab tantangan besar UT sebagai perguruan tinggi jarak jauh yang berkualitas dunia.

Arahan tersebut disambut Direktur UT Banjarmasin, Ir. Mochamad Priono, M.Si., ia menyampaikan bahwa terdapat sejumlah harapan utama dari Rektor kepada para pejabat yang baru dilantik.

“Yang pertama tentu kompetensi. Para pejabat harus terus belajar, memahami perkembangan situasi, dan meningkatkan kemampuan agar bisa memberikan layanan terbaik,” ujar Priono.

Selain kompetensi, Priono menekankan pentingnya integritas dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Menurutnya, kejujuran serta loyalitas terhadap institusi dan kepentingan publik menjadi fondasi utama dalam pelayanan pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh.

“Pejabat juga diharapkan memiliki integritas, tanggung jawab, dan loyal kepada Universitas Terbuka serta pemerintah, khususnya dalam upaya memajukan masyarakat yang kita layani,” tambahnya.
Priono juga menyoroti pentingnya kemampuan membangun lingkungan kerja yang sehat dan kondusif agar kinerja organisasi dapat berjalan optimal.
“Akseptabilitas juga penting, bagaimana pejabat mampu menjaga lingkungan kerjanya dengan baik sehingga diterima dan bisa bekerja maksimal untuk memajukan organisasi,” jelasnya.

Baca Juga  Wabup HSS Ingatkan Calon Anggota UP3: Pengawasan Jangan Diboncengi Kepentingan

Ia menilai restrukturisasi organisasi ini akan berdampak besar bagi UT daerah. Saat ini, Universitas Terbuka memiliki 40 UT daerah, termasuk satu layanan luar negeri. Melalui penataan ulang organisasi, UT daerah diharapkan mampu menjadi cerminan UT secara nasional dan bersaing dengan perguruan tinggi setempat.

“Dengan restrukturisasi ini, UT daerah diharapkan memiliki jangkauan layanan yang lebih luas, termasuk menjangkau masyarakat di wilayah terpencil yang selama ini belum terakses layanan pendidikan tinggi dari perguruan tinggi manapun,” pungkas Priono.

Sementara itu, Manajer Keuangan, Sumber Daya, dan Umum UT Banjarmasin, Yudiansyah, menyatakan komitmennya untuk membawa Universitas Terbuka semakin maju melalui berbagai upaya strategis.

“Saya berkomitmen membawa UT lebih maju lagi, seperti peningkatan sumber daya manusia, sosialisasi ke masyarakat, sekolah maupun instansi, serta menjalin kemitraan dengan UT Banjarmasin, sehingga bisa mencapai target 14 ribu mahasiswa di tahun ini,” ungkap Yudiansyah.

Pelantikan pejabat baru ini menjadi langkah strategis Universitas Terbuka dalam memperkuat peran dan kontribusinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat di seluruh Indonesia.

*(EAM/BANJARTV.COM)