Ribuan Hektare Lahan Pertanian di Kabupaten Banjar Terdampak Banjir, Pemda Salurkan Bantuan Benih dan Asuransi

Banjartv.com, MARTAPURA – Dinas Pertanian Kabupaten Banjar mencatat ribuan hektare lahan pertanian terdampak banjir dan perubahan iklim pada musim tanam tahun ini. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Warsita, menyebutkan total lahan yang mengalami puso mencapai 1.297 hektare dan tidak dapat diselamatkan sama sekali. Selasa siang. (27/01/2026).

“Untuk lahan yang terdampak perubahan iklim, benih semai yang terdampak mencapai 6.780 kilogram, sedangkan lacakan sekitar 250 kilogram. Dari jumlah itu, khusus benih semai yang tidak bisa diselamatkan sebesar 6.445 kilogram dan lacakan 147 kilogram,” ujar Warsita.

Selain itu, luas tanaman yang terdampak sebelumnya tercatat 1.563 hektare, namun yang benar-benar mengalami gagal panen total atau puso berjumlah 1.297 hektare. Lahan tersebut menjadi prioritas untuk diusulkan mendapatkan bantuan pasca banjir, terutama bantuan benih dan herbisida.

Menurut Warsita, usulan bantuan akan disalurkan melalui berbagai sumber pendanaan, baik APBD Kabupaten, APBD Provinsi, maupun Kementerian Pertanian.

“Kelompok tani yang melaporkan dampak banjir akan diverifikasi oleh petugas pengendali organisme pengganggu tanaman (POPT). Dari situ ditentukan apakah masih bisa dikendalikan atau sudah tidak bisa diselamatkan,” jelasnya.

Pemkab Banjar juga mendorong petani terdampak untuk memanfaatkan asuransi pertanian. Hingga saat ini, tercatat 114 hektare lahan telah diajukan klaim asuransi, terdiri dari 90 hektare di wilayah Martapura Barat dan 24 hektare di Martapura Timur.

Untuk pemulihan pasca banjir dan peningkatan ekonomi petani, Kabupaten Banjar mendapatkan alokasi program optimalisasi lahan seluas sekitar 7.714 hektare, serta program cetak sawah yang telah terealisasi lebih dari 1.000 hektare. Program tersebut berbasis Brigade Pangan yang memperoleh bantuan sarana produksi pertanian seperti benih, herbisida, dan alat mesin pertanian (alsintan).

Baca Juga  Perkuat Pilar Media dalam KLA, Dinsos P3AP2KB Banjar Gelar Sosialisasi Informasi Layak Anak

“Alsintan ini selain digunakan Brigade Pangan juga bisa disewakan kepada kelompok tani di sekitarnya,” tambah Warsita.

Ia menilai dampak banjir tahun ini relatif lebih terkendali dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya lahan puso bisa mencapai 3.500 hektare, kini menurun menjadi 1.297 hektare. Penurunan ini disebabkan banjir datang lebih awal sehingga petani dapat melakukan tunda tanam, serta adanya sekolah iklim bagi kelompok tani di sepanjang Sungai Martapura.

“Melalui sekolah iklim, petani bisa mengakses prakiraan cuaca hingga dua bulan ke depan. Ini sangat membantu dalam pengambilan keputusan tanam,” ujarnya.

Dari sisi produksi, Warsita memastikan stok pangan daerah masih aman. Berdasarkan data BPS, produksi padi di Kabupaten Banjar justru mengalami peningkatan sekitar 5 persen atau setara 4.000 ton. Harga gabah kering panen (GKP) juga relatif stabil di kisaran Rp6.500 per kilogram.

Terkait bantuan benih, pemerintah akan menyalurkan benih unggul berumur genjah, dengan masa panen sekitar 3–4 bulan, seperti varietas Impari dan Siam Adil, yang dinilai cocok dengan kondisi lahan terdampak banjir.

“Begitu air surut dan kondisi memungkinkan, bantuan akan segera ditanam agar petani bisa kembali berproduksi,” pungkas Warsita.

*(AR/Banjartv.com)