BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Kalsel Berduka, H Rudy Ariffin Berpulang di Usia 73 Tahun, Tinggalkan Jejak Panjang bagi Banua • Baayun Maulid, Tradisi Warga Banjar Menyambut Bulan Rabiul Awal • Ragam Aksi Kemanusiaan Aisyiyah Banjarmasin: Dari Bantuan Korban Kebakaran hingga Pembagian Masker Karhutla • Haul ke-191 Datu Ahmad Balimau, Bupati HSS Ajak Masyarakat Jaga Nilai Luhur dan Pererat Silaturahmi • 100 Perempuan PRSE HSS Dibekali Keterampilan Kuliner, Didorong Jadi Pelaku Usaha Mandiri • Relawan Peduli Lamandau Galang Dana untuk Bantu Pengobatan Penderita Kanker Usus Besar • Cegah Kanker Leher Rahim, Ketua TP PKK HSS Pantau Skrining HPV DNA di Tanah Bangkang • Tinjau Karhutla di HSS, Bupati Apresiasi Gerak Cepat Warga dan Relawan • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Baayun Maulid, Tradisi Warga Banjar Menyambut Bulan Rabiul Awal

Baayun Maulid, Tradisi Warga Banjar Menyambut Bulan Rabiul Awal

📅 06 Sep 2026 ✍️ banjartv 🕐 9 jam lalu
Bagikan

BANJARTV.COM, BANJARMASIN – Bulan Rabiul Awal menjadi momentum bagi masyarakat Banjar untuk mempererat kebersamaan sekaligus melestarikan tradisi keagamaan dan budaya. Salah satunya melalui tradisi Baayun Maulid yang kembali digelar di pelataran Masjid Bersejarah Sultan Suriansyah, Banjarmasin, Minggu (6/9).

Baayun Maulid merupakan tradisi masyarakat Banjar yang memadukan nilai keagamaan dengan kearifan budaya lokal. Dalam prosesi ini, anak-anak hingga orang dewasa ditempatkan di dalam ayunan yang dihiasi kain. Peserta kemudian diayun secara perlahan oleh keluarga atau pendamping, sembari diiringi lantunan ayat suci Al-Qur’an, selawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta doa-doa keselamatan.

Tahun ini, pelaksanaan Baayun Maulid juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut usia 500 tahun Kota Banjarmasin. Pemerintah Kota Banjarmasin menetapkan kuota sebanyak 500 peserta sebagai simbol yang disesuaikan dengan momentum peringatan tersebut.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Dalam sambutannya, Ananda mengatakan pelaksanaan Baayun Maulid tahun ini memiliki makna tersendiri karena digelar bertepatan dengan rangkaian menuju peringatan 500 tahun Kota Banjarmasin.

“Alhamdulillah, perayaan Baayun Maulid kali ini bertepatan dengan momentum kita menuju peringatan 500 tahun Kota Banjarmasin. Harapannya, ke depan Masjid Sultan Suriansyah ini tak hanya menjadi ikon Banjarmasin, tetapi juga ikon Kalimantan Selatan, bahkan Indonesia,” ungkap Ananda.

Menurutnya, Masjid Sultan Suriansyah memiliki nilai sejarah penting dalam perkembangan Islam di Kalimantan Selatan. Karena itu, ia berharap tradisi Baayun Maulid dapat terus dipertahankan sekaligus dikembangkan sebagai bagian dari potensi budaya dan pariwisata daerah.

“Kita bermimpi event ini bisa masuk dalam kalender pariwisata nasional, bukan sekadar agenda daerah,” tegasnya.

Baca Juga  Tingkatkan Kreativitas dan Daya Saing, DWP HSS Bekali Anggota Keterampilan Aksesoris

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, menjelaskan pemilihan angka 500 sebagai jumlah peserta bukan tanpa alasan. Jumlah tersebut disesuaikan dengan momentum peringatan 500 tahun Kota Banjarmasin yang berlangsung pada September 2026.

“Kuota 500 peserta yang disiapkan oleh panitia ini sengaja diselaraskan dengan momentum istimewa ulang tahun ke-500 Kota Banjarmasin pada September ini. Jadi, angkanya merupakan bagian dari simbolis perayaan tersebut,” jelas Sabil.

Ia mengatakan seluruh peserta mengikuti kegiatan tanpa dipungut biaya. Peserta merupakan warga Kota Banjarmasin yang sebelumnya telah didata melalui koordinasi dengan pihak kecamatan.

Bagi Sabil, Baayun Maulid tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga bagian dari identitas dan warisan budaya masyarakat Banjar yang perlu terus dilestarikan.

“Ini adalah kebudayaan yang diwariskan turun-temurun. Baayun Maulid merupakan bentuk syukur dan ungkapan kebahagiaan masyarakat atas hadirnya cahaya Islam di tanah Kalimantan,” pungkasnya.

Tradisi Baayun Maulid diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Banjar kepada generasi muda dan masyarakat luas.

Dengan pelestarian yang dilakukan secara berkelanjutan, tradisi ini diharapkan tetap hidup di tengah perkembangan zaman sekaligus mampu menjadi salah satu daya tarik budaya dan pariwisata Kota Banjarmasin.

*(RED/BANJARTV.COM)

Bagikan: WhatsApp Facebook