BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Workshop 1.000 Guru dan HUT ke-21 HIMPAUDI Kalsel Digelar di HSS, Bunda PAUD Tekankan Pentingnya Fondasi Pendidikan Anak • Jambore V HIMPAUDI Kalsel Berakhir, Hulu Sungai Tengah Raih Juara Umum • SMAN 1 Kandangan dan MTsN 3 HSS Dominasi Podium Atletik Bupati Cup 2026 • Grand Launching IAI GIBTHA, Pemkab HSS Dorong Lahirnya Generasi Cerdas dan Berakhlak • Wabup HSS Pimpin Rakor, Matangkan Persiapan Hari Jadi ke-76 • Sekda HSS: Ilmu Jangan Berhenti di Ruang Kelas, Harus Berdampak bagi Masyarakat • Kemarau Panjang, Warga Menthobi Raya Kesulitan Air Bersih, Perusahaan Salurkan Bantuan • Eksekutif Jawab Pandangan Fraksi DPRD HSS, Ranperda Pilkades Masuk Tahap Penyempurnaan • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Kemarau Panjang, Warga Menthobi Raya Kesulitan Air Bersih, Perusahaan Salurkan Bantuan

Kemarau Panjang, Warga Menthobi Raya Kesulitan Air Bersih, Perusahaan Salurkan Bantuan

📅 10 Oct 2026 ✍️ banjartv 🕐 8 jam lalu
Bagikan

BANJARTV.COM, LAMANDAU — Kemarau panjang yang melanda Kecamatan Menthobi Raya, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, menyebabkan warga kesulitan mendapatkan air bersih. Sejumlah sumber air mulai mengering, sementara sebagian lainnya mengalami penurunan debit secara signifikan.

Sumber air yang selama ini menjadi andalan masyarakat, seperti sungai, sendang, sumur gali, dan embung, kini banyak yang mengering. Kondisi tersebut telah berlangsung sekitar dua bulan dan semakin dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

Bahkan, sebagian warga terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga berkisar Rp150 ribu hingga Rp300 ribu per toren.

Camat Menthobi Raya, Syahruni, mengatakan pemerintah kecamatan terus bersinergi dengan dunia usaha, khususnya perusahaan perkebunan besar swasta yang beroperasi di wilayah tersebut. Langkah ini dilakukan sesuai arahan Bupati Lamandau untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau panjang.

Tiga perusahaan yang dilibatkan dalam upaya penyaluran bantuan air bersih tersebut adalah PT Karya Teknik Agri (KTA), PT Korintiga Hutani (KTH), dan PT Tanjung Sawit Abadi (TSA).

Menurut Syahruni, distribusi air bersih dilakukan ke desa-desa di Kecamatan Menthobi Raya dengan pembagian wilayah berdasarkan desa binaan, desa mitra, maupun desa yang berdekatan dengan wilayah operasional masing-masing perusahaan.

PT KTA bertanggung jawab menyalurkan air bersih ke enam desa, yakni Bukit Makmur, Bukit Raya, Modang Mas, Mukti Manunggal, Sumber Jaya, dan Bukit Harum.

Sementara itu, PT KTH menangani distribusi air bersih ke Desa Topalan, Batu Ampar, dan Lubuk Hiju. Adapun PT TSA mendapat wilayah penyaluran di Desa Melata dan Nanuah.

Syahruni menjelaskan, sesuai arahan Bupati Lamandau, program distribusi air bersih tersebut diharapkan terus berjalan hingga musim kemarau berakhir atau wilayah setempat memasuki musim hujan.

Baca Juga  Bupati HSS Berikan Kado istimewa Di mMomen Pisah Sambut Kapolres HSS

Volume penyaluran air rata-rata mencapai dua tangki per desa setiap hari. Namun, pelaksanaan distribusi oleh masing-masing perusahaan dilakukan dengan jadwal yang berbeda.

PT KTA telah memulai distribusi air bersih sejak 29 September 2026. Penyaluran dilakukan secara berkelanjutan setiap tiga hari, dengan menjangkau dua desa setiap hari dan masing-masing desa menerima dua tangki air.

Sementara itu, PT KTH telah melaksanakan distribusi air bersih sejak 3 September 2026. Adapun PT TSA, berdasarkan informasi dari pihak perusahaan, masih mempersiapkan pelaksanaan program bantuan tersebut.

Syahruni berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik serta ditingkatkan untuk menghadapi berbagai persoalan yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi ketiga pilar pembangunan tersebut penting agar pemenuhan kebutuhan air bersih dapat berjalan secara optimal, baik dalam kondisi darurat maupun untuk jangka panjang.

Sebagai upaya jangka panjang, Syahruni berharap pemerintah desa dapat meningkatkan kemandirian dalam menyediakan layanan air bersih bagi masyarakat. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah membangun sumur bor yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau Karang Taruna.

Selain itu, pemerintah desa diharapkan terus menjalin kerja sama dengan perusahaan terdekat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR), terutama untuk mendukung pembangunan sumur bor secara bertahap di lokasi yang ditentukan berdasarkan kebutuhan masing-masing desa.

*(SW/BANJARTV.COM)

Bagikan: WhatsApp Facebook