
Jelang Hari Jadi ke-76 HSS, Amandit Bird Club Gelar Latpres Pra Bupati Cup ke-12
BANJARTV.COM ,KANDANGAN – Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Tahun 2026, Amandit Bird Club (BC) HSS menggelar lomba burung berkicau bertajuk Latpres Arena Amandit Pra Bupati HSS Cup ke-12 All Class 24G.
Kegiatan yang menjadi ajang kompetisi bagi kicau mania se-Kalimantan Selatan tersebut berlangsung di Arena Amandit, GOR Aluh Idut Kandangan, Minggu (4/10/2026), mulai pukul 12.00 WITA. Pengambilan tiket dibuka sejak pukul 10.00 WITA dengan ketentuan berapa pun jumlah peserta, kelas tetap dilombakan.
Ketua Amandit BC HSS, M. Taufiqurrahman, S.STP., M.Si., mengatakan latpres kali ini disiapkan dengan sistem penilaian yang profesional dan transparan untuk menjaga kualitas serta marwah perlombaan.


“Latpres Pra Bupati Cup ke-12 ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Jadi HSS ke-76. Kami ingin memberikan wadah kompetisi yang fair, tertib, dan non-teriak bagi kicau mania. Semua kelas kita buka 24G, sistem penilaian per blok, dan bendera peringatan berlaku,” ujarnya, Minggu (4/10/2026).
Untuk tiket utama Rp145 ribu pada kelas Murai AB, juara pertama berhak mendapatkan hadiah Rp800 ribu, juara kedua Rp400 ribu, hingga juara kelima Rp200 ribu. Sementara itu, pada tiket Rp125 ribu untuk kelas Murai CD dan Cucak Hijau AB, juara pertama mendapatkan hadiah Rp700 ribu.
Kelas menengah dengan tiket Rp85 ribu meliputi Murai EF dan Cucak Hijau CD, dengan hadiah juara pertama sebesar Rp500 ribu.



Selanjutnya, tiket Rp55 ribu untuk kelas Murai G, Cucak Hijau EF, Kenari AB, Cendet AB, dan Kacer AB, dengan hadiah juara pertama Rp400 ribu.
Adapun kelas komunitas dengan tiket Rp25 ribu meliputi Kenari CD, Cendet CD, Kacer CD, Konin ABCD, Serindit ABCD, dan Pleci ABCD. Juara pertama pada kelas tersebut mendapatkan hadiah Rp200 ribu.
Selain hadiah juara, panitia juga menyiapkan penghargaan Burung Terbaik yang wajib mengikuti perlombaan sebanyak empat kali.
Untuk kategori Murai Borneo, Cucak Hijau, dan Kacer Terbaik, masing-masing mendapatkan hadiah Rp500 ribu. Sementara Cendet, Kenari, Konin, Serindit, dan Pleci Terbaik masing-masing mendapatkan Rp150 ribu.
Latpres kali ini menerapkan aturan non-teriak guna menjaga ketertiban selama perlombaan. Panitia memberlakukan sistem kartu peringatan hingga diskualifikasi bagi peserta yang melanggar aturan.

“Untuk menjaga kenyamanan juri dan burung, kami menerapkan kartu peringatan. Kartu kuning diberikan kepada joki yang berteriak, bersiul, atau bertepuk tangan. Jika masih mengulangi pelanggaran, akan dikenakan kartu merah dan tidak berhak mendapatkan koncer A, B, C maupun juara 1, 2, dan 3,” jelas Taufiqurrahman.
Ia menambahkan, peserta yang tidak menggantangkan burung lebih dari 30 detik setelah stopwatch berjalan akan dikenakan sanksi. Tiket dinyatakan hangus dan tidak dapat dikembalikan.
Dalam sistem penilaian, lomba melibatkan empat orang juri dengan sistem per blok. Setiap juri wajib melakukan penilaian di blok masing-masing selama dua menit dengan sistem rotasi searah jarum jam. Pada dua menit terakhir, juri melakukan pemantauan secara bebas.
Total waktu penilaian disesuaikan dengan jumlah peserta. Untuk 24 peserta, waktu penilaian ditetapkan 10 menit; 21–23 peserta selama delapan menit; 15–20 peserta selama enam menit; 10–14 peserta selama lima menit; serta tiga–sembilan peserta selama empat menit.
Adapun pakem penilaian Amandit BC meliputi lima kriteria utama, yakni irama lagu, volume, durasi kerja sebesar 80 persen, gaya, dan fisik.
Dalam penentuan juara, panitia menegaskan peringkat juara 1 hingga 5 tidak ditentukan berdasarkan besar atau kecilnya nomor gantangan.
Apabila terdapat peserta dengan perolehan poin yang sama, penentuan juara dilakukan melalui tos. Khusus kategori Burung Terbaik, apabila poin sama, penentuan dilakukan berdasarkan jumlah juara pertama terbanyak.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten HSS, termasuk Bupati H. Syafrudin Noor, S.E., S.Sos., dan Wakil Bupati H. Suriani, S.Sos., M.AP., serta sejumlah donatur lainnya.
Mengusung semangat Hari Jadi ke-76 HSS, “Semangat Bersama Membangun Hulu Sungai Selatan”, panitia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan silaturahmi bagi para kicau mania, tetapi juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dari hobi burung berkicau.
*(UCK/BANJARTV.COM)