BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Pemkab HSS Siapkan Tiga Perahu Naga Baru untuk Dukung Pembinaan Atlet Dayung • Semarak HUT ke-81 RI, Setda HSS Perkuat Kekompakan Lewat Sepeda Santai dan Beragam Lomba • Semangat Gembira Bersama KORMI, Bupati HSS Dorong Budaya Olahraga di Masyarakat • Kendalikan Inflasi, Pemkab HSS Perkuat Sinergi Tiga Pilar Ekonomi Daerah • Bukan Sekadar Menang, Hj. Mustaidah Dorong Olahraga Jadi Perekat Kebersamaan Masyarakat HSS • Gebyar KPOTI HSS 2026 Meriah, Tujuh Permainan Tradisional Adu Ketangkasan • Gebyar KPOTI HSS 2026 Meriah, Tujuh Permainan Tradisional Adu Ketangkasan • Tekuk MGTM di Final, Martajiwa FC Lok Nyiur Rebut Gelar Juara Liga Desa Bamban XII • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Kemarau Ekstrem, Lebih dari 600 Jamaah Gelar Salat Istisqa di Bukit Raya

Kemarau Ekstrem, Lebih dari 600 Jamaah Gelar Salat Istisqa di Bukit Raya

📅 30 Aug 2026 ✍️ banjartv 🕐 1 hari lalu
Bagikan

BANJARTV.COM, LAMANDAU – Lebih dari 600 jamaah mengikuti Salat Istisqa secara berjamaah di Lapangan Sepak Bola Desa Bukit Raya, Kecamatan Menthobi Raya, Kabupaten Lamandau, Sabtu pagi (29/8/2026).

Salat Istisqa atau salat untuk memohon turunnya hujan tersebut digelar sebagai bentuk ikhtiar masyarakat di tengah kondisi kemarau panjang yang semakin mengkhawatirkan.

Jamaah yang hadir berasal dari sejumlah desa di Kecamatan Menthobi Raya. Pelaksanaan Salat Istisqa berlangsung khidmat dan tertib, dengan masyarakat bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun dan dapat mengatasi krisis air yang mulai dirasakan warga.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut surat edaran Bupati Lamandau yang mengimbau seluruh kecamatan dan desa untuk melaksanakan Salat Istisqa secara serentak. Di Kecamatan Menthobi Raya, Desa Bukit Raya ditetapkan sebagai lokasi pusat pelaksanaan setelah dilakukan koordinasi dengan tokoh agama dan masyarakat setempat.

Salat dipimpin Imam Kiai Tatang Nurfalah. Sementara khotbah disampaikan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Menthobi Raya, Norhasidin, S.H.I.

Camat Menthobi Raya, Syahruni, mengapresiasi respons masyarakat dan pemerintah desa yang turut menyukseskan pelaksanaan Salat Istisqa. Menurutnya, kondisi kemarau tahun ini dirasakan cukup ekstrem dan telah berdampak terhadap ketersediaan air bersih.

“Sudah lebih dari tiga bulan kita jarang merasakan hujan. Dampaknya sangat nyata. Banyak sumur warga yang mengering, debit air sungai berkurang drastis, bahkan air terjun di Sendang sudah tidak bisa lagi dimanfaatkan untuk kebutuhan air bersih,” ujar Syahruni.

Ia mengatakan, berdasarkan prediksi yang diterimanya, kondisi kemarau masih berpotensi berlangsung hingga Oktober, bahkan dapat berlanjut hingga menjelang pergantian tahun.

Meski demikian, Syahruni mengajak masyarakat tetap optimistis dan terus berikhtiar sesuai tuntunan agama. Menurutnya, Salat Istisqa menjadi salah satu bentuk upaya spiritual masyarakat dalam memohon pertolongan Allah SWT.

Baca Juga  Dewan Hakim MTQ Ke – 51 Kab. HSS Resmi Dikukuhkan

“Sebagai umat Nabi Muhammad, kita melaksanakan Salat Istisqa ini sebagai bentuk ikhtiar. Mari kita berdoa dengan tulus agar Allah segera menurunkan hujan yang bermanfaat bagi alam dan seluruh makhluk-Nya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Muslimin, menyebut kondisi lingkungan saat ini semakin memprihatinkan. Selain keterbatasan air, masyarakat juga mulai menghadapi kabut asap serta meningkatnya potensi kebakaran lahan di sejumlah titik.

“Di tengah keadaan seperti inilah, kita layak sekali bermohon kepada Allah. Kita memohon agar segera diturunkan hujan sebagai rahmat, bukan hujan yang membawa bencana,” ujar Muslimin.

Ia juga mengajak jamaah untuk memperbanyak istighfar dan introspeksi diri, serta memohon ampun atas berbagai dosa dan kekhilafan.

“Semoga dengan istighfar dan takbir yang kita lantunkan dengan tulus, Allah segera mengabulkan doa kita, menurunkan hujan yang menyegarkan dan menghapus kesulitan yang sedang kita hadapi,” pungkasnya.

Pelaksanaan Salat Istisqa di Desa Bukit Raya berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan. Kehadiran ratusan jamaah menjadi gambaran kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan sekaligus ikhtiar bersama menghadapi dampak kemarau panjang yang semakin terasa.

*(SW/BANJARTV.COM)

Bagikan: WhatsApp Facebook