BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Syafrudin Noor Kembali Pimpin Gerindra HSS, Resmi Dikukuhkan sebagai Ketua DPC • HSS Raih Juara Favorit B2SA dan Harapan II Paduan Suara Mars PKK Tingkat Kalsel 2026 • Ketua GOW HSS Hadiri Pelantikan BKOW Kalsel, Perkuat Sinergi Organisasi Perempuan • Wabup HSS Buka Turnamen Gala Desa XII se-Bamban, Perkuat Sportivitas dan Persatuan • Wabup HSS Hadiri Paripurna DPRD, Dorong Pembahasan KUA-PPAS 2026 dan Raperda Pilkades Berjalan Konstruktif • Wabup HSS Dorong Manajemen Talenta untuk Wujudkan ASN Profesional Berbasis Sistem Merit • Bunda PAUD HSS Ajak Pelajar Terapkan 7 Kebiasaan Anak Hebat Sejak Dini • MTQ Nasional XLIX Kabupaten Banjar Ditutup, Martapura Timur Juara Umum • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Lomba Motif Sasirangan 2026 HSS Dorong Lahirnya Karya Berbasis Identitas Daerah

Lomba Motif Sasirangan 2026 HSS Dorong Lahirnya Karya Berbasis Identitas Daerah

📅 24 Jul 2026 ✍️ banjartv 🕐 24 Jul 2026
Bagikan

BANJARTV.COM, KANDANGAN – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) terus mendorong inovasi di sektor ekonomi kreatif berbasis budaya. Salah satunya melalui Lomba Motif Sasirangan Tahun 2026 yang resmi dibuka oleh Bupati HSS H. Syafrudin Noor, S.E., S.Sos., di Pendopo Bupati HSS, Rabu (22/7).

Mengusung tagline “Lestarikan Motif, Banggakan Budaya”, lomba ini diikuti 13 perajin sasirangan dari berbagai wilayah di Kabupaten HSS. Para peserta berkompetisi dalam dua kategori, yaitu pewarna kimia dan pewarna alam.

Dalam sambutannya, Bupati H. Syafrudin Noor berharap kompetisi tersebut mampu melahirkan motif sasirangan yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga merepresentasikan karakter dan identitas daerah.

“Motif yang dihasilkan tidak hanya indah dipandang, tetapi juga mengandung makna, cerita, dan identitas Hulu Sungai Selatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, para perajin sasirangan di HSS memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing dengan daerah lain. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan melalui pembinaan, promosi, serta penyediaan ruang kreatif agar produk sasirangan semakin dikenal luas.

“Kita harus terus mendukung para perajin agar mampu menghasilkan karya terbaik dan memperluas pasar sasirangan sebagai salah satu kebanggaan daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten HSS, Hj. Mustaidah Syafrudin Noor, mengatakan bahwa seluruh peserta ditantang menciptakan motif yang memadukan unsur Gunung Kantawan, anggrek, dan bambu sebagai representasi kekayaan alam sekaligus identitas khas daerah.

Ia menjelaskan, lomba tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Hulu Sungai Selatan Tahun 2026 yang akan dilaksanakan pada Desember mendatang, dengan mengangkat tema penghormatan kepada para pahlawan daerah.

“Melalui tema tersebut, kita ingin mengingatkan masyarakat bahwa daerah ini telah melahirkan banyak tokoh dan pahlawan yang berjasa bagi daerah maupun bangsa. Jasa dan pengorbanan mereka perlu terus dikenang serta diwariskan kepada generasi penerus,” tuturnya.

Baca Juga  Pemkab HSS Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Targetkan Opini WTP Berlanjut

Dalam perlombaan ini, peserta dituntut menghadirkan motif yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung filosofi serta mengangkat kekayaan budaya lokal. Usai pembukaan, Bupati bersama Wakil Bupati dan Ketua Dekranasda meninjau karya peserta serta mendengarkan paparan mengenai inspirasi dan filosofi di balik setiap motif.

Di akhir kegiatan, dewan juri menetapkan para pemenang sebagai berikut:

Kategori Pewarna Kimia:
Juara I: M. Reza Aditya Nugraha
Juara II: Muhammad Mahyani
Juara III: Misli
Harapan I: Rusyifa Aina Hayati
Harapan II: Ridhawaty Hilma, S.Sos.
Harapan III: Siti Zahra Yundiapi

Kategori Pewarna Alam:
Juara I: Muhammad Mahyani
Juara II: M. Reza Aditya Nugraha
Juara III: Rusyifa Aina Hayati
Harapan I: Misli
Harapan II: Alma Nabila
Harapan III: Zaini Miftah

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan berharap lahir motif-motif sasirangan yang inovatif tanpa meninggalkan nilai budaya lokal. Selain memperkuat identitas daerah, karya tersebut juga diharapkan mampu mendukung pelestarian warisan budaya sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah.

*(UCK/BANJARTV.COM)

Bagikan: WhatsApp Facebook